Golkar Sodor Herry dan Mere Isi Kekosongan Wabup Ende

- Penulis

Minggu, 1 November 2020 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ende, Savanaparadise.com,- Perggantian kursi kekuasaan Bupati Ende pasca meninggalnya Almarhum mantan bupati Ende,Ir. Marselinus Y. W Petu ke Bupati Drs. Haji Djafar H. Ahmad membuat kursi Wakil Bupati Ende mengalami kekosongan.

Dengan adanya kekosongan kursi Wakil Bupati Ende, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT pun ikut berkomentar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengisian kursi Wakil Bupati, tentunya melalui prosedur dan kesepakatan bersama partai koalisi pendukung MJ dan juga Bupati Djafar, Kata Melki Laka Lena, usai membuka kegiatan KIE Obat dan Makanan dan disaat berziara ke makam Alm. Marsel Petu yang tidak jauh dari Aula Gereja Onekore, tempat diselenggarakan kegiatan, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga :  270 orang Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ende Siap Melakukan Pendataan Usai Dibekali Pelatihan

Karenanya, Melki Laka Lena mendorong agar Bupati Djafar segera bertemu dengan partai koalisi di Ende untuk bersama-sama bersmusyawara dan bermufakat dalam menentukan siapa yang pantas dan layak menjadi Wakil Bupati Ende mendampinginya.

Dengan pertemuan ini, menurutnya, Bupati Djafar bisa menggambarkan bagaimana kriteria Wakil Bupati yang ditentukan untuk membantunya di pemerintahan.

Sebaliknya pun sama, partai koalisi pendukung MJ juga menggambarkan masing-masing kriteria seperti apa yang diinginkan partai untuk mendampingi Bupati Djafar.

Baca Juga :  Kenang 10 Tahun Kepergian Ronny So; Sang Pejuang Orang Kecil

Baru setelahnya, semua partai koalisi pendukung bersepakat untuk menentukan pilihannya berdasarkan kriteria-kriteria dan nama yang telah di usung.

Ketika ditanya sikap Partai Golkar, Ujar Melki, DPD partai Golkar sudah mengusulkan dua nama yaitu Hery Wadhi dan Dominikus Mere.

Lanjutnya, tentang dua nama ini merupakan mekanisme yang biasa digunakan dan dipakai oleh Partai Golkar untuk berproses bersama-sama kemudian lebih mengerucut.

“Nanti menuju kemana, akan kita bahas bersama teman-teman partai koalisi pendukung Marsel-Djafar”, Tutupnya.(Chen02)

Berita Terkait

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:58 WIB

Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru