Site icon savanaparadise.com

9 Hari Pasca Gempa; Pemerhati Masyarakat Minta Pemkab Ende Jangan Abaikan Pengungsi Mandiri

Arkadeus Aku Suka, Pemerhati Masyarakat Sekaligus Salah satu Orang Muda asal Pantura (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Sembilan hari pasca gempa guncang Flores&comma; Pemerintah Kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Ende melalui BPBD Kabupaten Ende perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penanganan korban dan masyarakat terdampak gempa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pola penanganan tanggap darurat bencana memdapat sorotan dari pemerhati masyarakat Kabupaten Ende&comma; Arkadeus Aku Suka&period; Dalam keterangan perss yang terima media&comma; Senin&comma; &lpar;24&sol;8&sol;26&rpar; Arkadeus meminta Pemkab Ende jangan abaikan pengungsi mandiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; Perhatian terhadap rumah warga yang mengalami rusak berat&comma; rusak sedang&comma; dan rusak ringan memang penting&comma; terutama untuk kepentingan penanganan kerusakan &lpar;pemulihan&rpar;&comma; rehabilitasi dan rekonstruksi&period; Namun&comma; penanggulangan bencana tidak boleh berhenti pada klasifikasi kerusakan bangunan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; masih ada masyarakat yang rumahnya secara fisik tidak mengalami kerusakan&comma; tetapi tetap menjadi korban terdampak gempa&period; Mereka mengalami ketakutan dan trauma akibat gempa serta gempa susulan sehingga memilih mengungsi secara mandiri ke kebun&comma; tempat terbuka&comma; dataran yang dianggap aman&comma; maupun lokasi lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; kelompok ini jangan sampai luput dari perhatian pemerintah&period; Sebab&comma; Bencana tidak hanya merusak bangunan&comma; tetapi juga mengguncang rasa aman manusia yang mengakibat masyarakat menderita secara psikologi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Arkadeus menjelaskan&comma; UU Nomor 24 Tahun 2007&comma; PP Nomor 21 Tahun 2008&comma; Peraturan BNPB Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengungsi pada Keadaan Darurat Bencana&comma; serta Perka BNPB Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar memberikan dasar bahwa penanganan bencana tidak semata-mata berorientasi pada kerusakan fisik bangunan&comma; tetapi juga menyangkut keselamatan&comma; perlindungan&comma; pemenuhan kebutuhan dasar dan kondisi psikososial masyarakat terdampak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; tambah dia&comma; kerusakan rumah tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan siapa yang mendapatkan perhatian pemerintah dalam masa tanggap darurat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pendataan rumah rusak penting&period; Tetapi pendataan pengungsi dan masyarakat terdampak juga sama pentingnya&&num;8221&semi;&comma; ujar orang muda asal Pantai Utara ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Maksimalkan Koordinasi Desa–Kecamatan–BPBD<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Arkadeus menerangkan&comma; untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran&comma; dirinya mendorong agar koordinasi dan validasi data dilakukan secara berjenjang&comma; mulai dari pemerintah desa&sol;kelurahan&comma; kecamatan&comma; hingga BPBD Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; Pemerintah desa dan kelurahan perlu menjadi ujung tombak pendataan masyarakat terdampak&comma; termasuk warga dengan rumah rusak ringan&comma; sedang dan berat warga yang mengungsi secara mandiri&comma; lokasi pengungsian mandiri&comma; jumlah anggota keluarga yang mengungsi&comma; anak-anak&comma; lansia&comma; penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya&comma; kebutuhan pangan&comma; air bersih&comma; sanitasi dan kesehatan&comma; serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikososial karena trauma akibat gempa dan gempa susulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Data dari desa&comma; tambah dia&comma; kemudian diverifikasi dan dikonsolidasikan di tingkat kecamatan&comma; sebelum menjadi bahan bagi BPBD Kabupaten Ende dalam menentukan kebijakan dan distribusi bantuan pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan mekanisme tersebut&comma; kata Arkadeus&comma; tidak boleh ada lagi data yang hanya berbicara tentang berapa rumah yang rusak&comma; tetapi tidak mengetahui berapa banyak manusia yang terdampak dan membutuhkan bantuan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Data yang akurat adalah fondasi distribusi bantuan yang tepat sasaran&&num;8221&semi;&comma; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Pemerataan Bukan Berarti Semua Harus Sama<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Arkadeus juga menegaskan bahwa berbicara tentang pemerataan bantuan bukan berarti semua korban harus menerima bantuan dalam jumlah yang sama&period; Keadilan dalam penanggulangan bencana berarti bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan&comma; tingkat kerentanan dan kondisi masing-masing korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan&comma; warga yang rumahnya rusak berat tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dengan warga yang rumahnya tidak rusak tetapi harus mengungsi karena faktor keselamatan dan trauma&period; Karena itu&comma; tambah dia&comma; keduanya tidak boleh dipertentangkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Yang satu membutuhkan bantuan karena kerusakan tempat tinggal&comma; sementara yang lain membutuhkan perlindungan karena kehilangan rasa aman dan harus mengungsi&&num;8221&semi;&comma; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Pemerintah Harus Memastikan Tidak Ada Korban yang Terlupakan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Arkadeus menerangkan&comma; dirinya tidak sedang mempertanyakan soal asal bantuan tersebut&comma; baik itu dari masyarakat&comma; LSM&comma; organisasi sosial maupun para donatur&period; Baginya kepedulian mereka patut diapresiasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang menjadi perhatian&comma; kata dia&comma; adalah tanggung jawab pemerintah dalam memastikan bantuan negara menjangkau seluruh masyarakat terdampak secara adil&comma; transparan dan berdasarkan data yang benar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sembilan hari pasca gempa merupakan momentum bagi BPBD Kabupaten Ende dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi&comma; memperbarui data dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat terdampak yang terlewatkan&period; Jangan hanya menghitung rumah yang rusak&period; Hitung juga manusia yang kehilangan rasa aman&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; jangan hanya mendata bangunan yang retak&period; Data pula warga yang setiap malam masih tidur dalam ketakutan karena khawatir gempa susulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Arkadeus menyarankan Pemerintah Desa&comma; Camat dan BPBD Kabupaten Ende harus berada dalam satu sistem pendataan dan koordinasi yang kuat sehingga satu data menghasilkan satu kebijakan dan satu distribusi bantuan yang tepat sasaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebab pada akhirnya&comma; tambah dia&comma; masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan&comma; mereka juga membutuhkan rasa keadilan bahwa pemerintah hadir untuk semua korban dan semua warga terdampak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Negara hadir bukan hanya ketika rumah rakyat roboh&period; Negara harus hadir ketika rakyatnya terdampak bencana dan membutuhkan perlindungan&&num;8221&semi;&comma; tutupnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version