Site icon savanaparadise.com

Warga Desa Tunbaun Terima Amplop Berisi Uang  Dari Ketua DPRD Kab.Kupang , Lely Amtiran Akui Ada Nama Melki Laka Lena Cagub NTT Disebut

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>KUPANG&comma;<strong>Savanaparadise&period;com &&num;8211&semi;<&sol;strong> Warga Desa Tunbaun&comma; Kecamatan Amarasi Barat&comma; Kabupaten Kupang&comma; Lely Amtiran yang menerima uang dari Ketua Partai Golkar Kabupaten Kupang Yang Juga Merupakan Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas yang videonya viral di media sosial mengakui kejadian tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lely Amtiran juga mengaku uang sejumlah Rp&period; 1&comma;5 juta tersebut juga dikatakan oleh Daniel Taimenas adalah titipan dari Melki Laka Lena yang merupakan Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Waktu serahkan amplop itu ada sebut titipan dari Melki Laka Lena&comma;” kataLely Amtiran saat dikonfirmasi awak media&comma; Rabu&comma; 16 Oktober 2024&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dalam video yang beredar di media sosial&comma; nampak Daniel Taimenas yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini menyebutkan tiga kali bahwa pemberian uang tersebut adalah titipan Melki Laka Lena&comma; meski begitu&comma; Lelly berkeras bahwa hanya sekali nama Melki Laka Lena disebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lely menjelaskan dirinya dan Daniel Taimenas memilki hubungan kerabat dan uang tersebut sudah diminta sejak dua bulan lalu untuk kegiatan gereja&comma; namun karena kesibukan baru pada tanggal 10 Oktober 2024&comma; Daniel Taimenas datang dan memberikan uang tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bapa Dan itu bapa ani saya&comma; saya minta dana kepada bapak Dan Taimenas untuk kegiatan gereja dua bulan lalu&period; Pas hari Rabu &lpar;9 Oktober 2024&rpar;&comma; saya WA &lpar;Whatsapp&rpar; lagi&comma; kebetulan dana kita masih kurang&comma; saya bilang &&num;8216&semi;bapa maaf mengganggu&comma; saya mau kasitau lagi kami mau lomba tanggal 27&comma; bisa bantu sedikit kah&quest;&&num;8217&semi;&comma;&&num;8221&semi; kata Lely&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian&comma; lanjut Lely&comma; Daniel Taimenas langsung merespon dan meminta dirinya untuk mengunpulkan ibu &&num;8211&semi; ibu wanita GMIT untuk kepentingan penyerahan bantuan pada Kamis 10 Oktober 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pada hari Kamis jam 5 sore&comma; Bapa Dan datang dan dalam pertemuan itu tidak ada yang singgung kampanye&comma; hanya omong pembagian kelompok tenun ikat&comma;” tutur Lely&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lely mengatakan&comma; tidak ada sesuatu yang berbau politik dalam pertemuan tersebut&comma; kendati demikian&comma; seperti diketahui di dalam video&comma; Daniel Taimenas menyampaikan secara vulgar bahwa bantuan yang diberikan adalah titipan dari Melki Laka Lena&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Uang yang dikasi Pak Dan mau pakai untuk lomba paduan suara&comma; saya ini ketua panitia&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Obed Siki&comma; salah seorang warga kepada awak media menjelaskan&comma; pertemuan yang digelar pada 10 Oktober 2024 itu bukan pertemuan politik namun Daniel Taimenas hadir secara tiba-tiba&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita dapat telepon dari Ibu Lely untuk rapat persiapan lomba paduan suara gereja&period; Kami datang ikut rapat&comma; tidak lama ada satu mobil masuk&comma; saat mobil berhenti bapak Dan Taimenas turun dari mobil&comma; kami terkejut dan bingung&comma;” jelas Obed&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mengatakan ketika Daniel Taimenas duduk kemudian berbicara dengan Lely Amtiran&comma; mereka bingung karena tidak mengetahui tujuan kedatangan Ketua DPRD Kabupaten Kupang itu&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tidak lama kemudian Pak Dan kasi keluar amplop dan serahkan ke Ibu Lely dan bicara seperti yang ada di video yang beredar&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sesuai dengan yang ada di video&comma; pak Dan sebut bahwa uang itu titipan dari Melki Laka Lena&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Obed berharap masalah ini harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku&comma; karena mereka tidak ingin dibawa &&num;8211&semi; bawa dalam persoalan politik uang&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami datang itu untuk rapat persiapan lomba panduan suara gereja tapi penjelasannya malah lain&comma; ada penyerahan uang dari Pak Dan Taimenas yang katanya titipan dari Melki Laka Lena&comma; kami tidak kenal Melki yang mana&comma;” tegas Obed&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Senada&comma; Foni Kause sng pemilik rumah yang diadakan pertemuan tersebut&comma; menjelaskan&comma; bahwa pemberitahuan awal dari Lely Amtiran kepada dirinya bahwa akan digelar pertemuan bersama kaum ibu di rumahnya untuk kegiatan lomba paduan suara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bu Lely ke rumah itu kasi tahu kalau pertemuan kaum ibu gereja untuk lomba paduan suara&period; Bu Lely tidak pernah kasi tahu kalau ada orang lain datang selain kaum ibu&period; Jadi Saya siap rumah untuk pertemuan kaum ibu&comma;” ujar Foni&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat pertemuan&comma; lanjut Foni&comma; ada mobil hitam datang ke rumahnya&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya tidak tahu maksud kedatangan mobil itu&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Foni mengaku tidak tahu jika akan ada Ketua DPRD Kabupaten Kupang&comma; Daniel Taimenas yang datang dipertemuan tersebut&period; Dirinya juga mengaku tidak memperhatikan kejadian apa saja yang terjadi ditempat tersebut&comma; karena sebagai tuan rumah dirinya sibuk menyiapkan minum untuk warga yang hadir di rumahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya tidak tahu kalau ada serahkan uang&comma; karena saya sibuk urus minum&comma; saya tahu waktu sudah viral di TikTok&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah Daniel Taimenas pulang&comma; barulah Foni keluar dan bergabung bersama ibu &&num;8211&semi; ibu yang hadir&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Pembahasan soal kegiatan gereja tidak ada&period; Ibu Lely sampaikan kalau pak Dan Taimenas titip uang untuk ibu-ibu sebesar Rp1&comma;5 juta&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Foni mengaku setelah video penyerahan uang itu viral dirinya menjadi takut dan merasa ditipu&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Setelah saya lihat video itu saya rasa takut&period; Saya merasa ditipu&comma; karena informasi yang saya dapat sejak awal lain tapi pelaksanaannya lain jadi saya takut&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tokoh masyarakat Desa Tunbaun&comma; Kornelis Nenohara&comma; mengaku sangat prihatin&period; Pasalnya usai video tersebut viral warga desa mejadi gaduh&period; Dirinya juga didatangi sejumlah warga yang ada di dalam video tersebut&period; Untuk itu dirinya meminta agar persoalan ini diproses&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dirinya menyebut&comma; masyarakat yang hadir di dalam pertemuan tersebut sudah merasa ditipu&comma; karena mengundang dengan agenda gereja tetapi dalam pertemuan tidak membahas agenda yang diinformasikan saat diundang&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Ini membuat jemaat kita resah dan bisa berakibat buruk bagi kegiatan jemaat kita di sini&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kejadian ini&comma; lanjut Kornelis&comma; menegaskan bahwa ada pihak yang menggunakan urusan lembaga keagamaan untuk kepentingan politik<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini kan seperti kita ketahui bahwa tidak boleh lakukan hal-hal seperti ini apalagi pada masa kampanye dan nanti masyarakat atau jemaat kita bisa diproses macam-macam&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kornelis menjelaskan&comma; bahwasanya di gereja GMIT Sesawi Battuna memang ada kegiatan dan membutuhkan biaya namun dana untuk kegiatan tersebut sudah tersedia&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami sudah siapkan biaya untuk kepentingan itu&comma; lalu mau alaskan &lpar;uang&rpar; itu untuk apa&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia berharap&comma; pihak berwenang seperti panwas&comma; polisi atau aparat penegak hukum lainnya segera mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah dugaan politik uang ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Hal seperti ini masuk dalam hal penipuan&comma; karena mengundang agenda gereja tetapi dalam pertemuan tidak membahas agenda itu&period; Ini membuat jemaat kita resah dan bisa berakibat buruk bagi jemaat kita di sini&period; Kalau mereka baku marah saja kita omong soal pembangunan di gereja tidak bisa jalan lagi&comma;” tegasnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version