Site icon savanaparadise.com

UPTD Tekkomdik Luncurkan Peta Pendidikan NTT 2026 untuk Dasar Kebijakan Berbasis Data

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-<&sol;strong> Unit Pelaksana Teknis Daerah &lpar;UPTD&rpar; Teknologi Komunikasi Pendidikan &lpar;Tekkomdik&rpar; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan Buku Peta Satuan Pendidikan&comma; Guru dan Tenaga Kependidikan di Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; Tahun 2026 sebagai dasar penguatan kebijakan pendidikan berbasis data di daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Buku yang diterbitkan pada April 2026 itu memuat potret lengkap kondisi pendidikan menengah dan pendidikan khusus di NTT&comma; mulai dari jumlah satuan pendidikan&comma; distribusi guru dan tenaga kependidikan&comma; jumlah peserta didik hingga rasio pendidikan di seluruh kabupaten&sol;kota&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Data utama buku tersebut bersumber dari Data Pokok Pendidikan &lpar;Dapodik&rpar; per 3 April 2026 dan difokuskan pada satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT yakni SMA&comma; SMK dan SLB&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT&comma; Ambrosius Kodo&comma; dalam sambutannya menyebut pengelolaan organisasi modern membutuhkan data sebagai pedoman dalam perencanaan dan proyeksi masa depan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; buku tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pendidikan sekaligus memperkuat transparansi dan akses informasi publik di sektor pendidikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Buku ini dapat berkontribusi untuk akses informasi&comma; transparansi dan sebagai sumber yang membantu perencanaan serta turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTt&comma;” kata Ambrosius Kodo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Kepala UPTD Tekkomdik Disdikbud NTT&comma; Martina Hartini Bere mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari pengembangan tata kelola pendidikan berbasis data dan transformasi digital pendidikan di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; buku tersebut disusun untuk membantu pemerintah dan para pemangku kepentingan melihat secara menyeluruh kondisi pendidikan di NTT sebagai dasar perencanaan kebijakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam buku itu tercatat total satuan pendidikan SMA&comma; SMK dan SLB di NTT mencapai 1&period;040 sekolah yang terdiri dari 627 SMA&comma; 364 SMK dan 49 SLB&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari jumlah tersebut&comma; sebanyak 620 sekolah berstatus negeri dan 420 sekolah berstatus swasta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jenjang SMA menjadi tingkat pendidikan dengan jumlah sekolah terbanyak di NTT&comma; terdiri dari 401 sekolah negeri dan 226 sekolah swasta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara jenjang SMK memiliki 364 sekolah dengan komposisi yang relatif berimbang yakni 183 sekolah negeri dan 181 sekolah swasta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan layanan pendidikan khusus SLB masih terbatas dengan total 49 sekolah yang terdiri dari 36 SLB negeri dan 13 SLB swasta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Buku tersebut juga menunjukkan distribusi satuan pendidikan di NTT belum sepenuhnya merata antarwilayah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kabupaten Kupang tercatat memiliki jumlah SMA terbanyak dengan 63 sekolah&comma; disusul Timor Tengah Selatan sebanyak 58 sekolah&comma; Manggarai Timur 46 sekolah dan Kota Kupang 44 sekolah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk jenjang SMK&comma; jumlah sekolah terbanyak berada di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan 43 sekolah&comma; Timor Tengah Selatan 36 sekolah dan Kabupaten Kupang 31 sekolah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan layanan SLB masih terkonsentrasi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Sikka dan Kota Kupang yang masing-masing memiliki lima SLB&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wilayah seperti Sabu Raijua&comma; Rote Ndao dan Sumba Tengah masih memiliki jumlah satuan pendidikan yang relatif rendah dibanding daerah lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain memetakan sekolah&comma; buku tersebut juga memuat data tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jumlah pendidik SMA&comma; SMK dan SLB di NTT tercatat mencapai 27&period;498 orang&comma; sedangkan tenaga kependidikan berjumlah 4&period;460 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian total sumber daya manusia pendidikan di NTT mencapai 31&period;958 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jenjang SMA menjadi penyumbang jumlah guru terbesar dengan 17&period;086 pendidik&comma; disusul SMK sebanyak 9&period;643 guru dan SLB sebanyak 769 guru&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kabupaten Kupang&comma; Timor Tengah Selatan&comma; Manggarai Timur dan Kota Kupang menjadi wilayah dengan jumlah pendidik terbesar di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Data dalam buku itu juga menunjukkan sekolah negeri masih menjadi penopang utama layanan pendidikan di NTT&comma; baik dari sisi jumlah sekolah maupun jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan&period; Pada sisi peserta didik&comma; jumlah siswa SMA&comma; SMK dan SLB di NTT mencapai 289&period;352 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jumlah itu terdiri dari 143&period;173 siswa laki-laki dan 146&period;179 siswa perempuan&period; Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta didik terbesar dengan 195&period;637 siswa atau sekitar 67&comma;61 persen dari total siswa di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan jenjang SMK memiliki 90&period;152 siswa dan SLB sebanyak 3&period;563 siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Buku tersebut juga memuat data rasio pendidikan&period; Pada jenjang SLB&comma; rasio guru terhadap siswa mencapai 1&colon;5 yang menunjukkan layanan pembelajaran lebih individual dan intensif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara pada jenjang SMA&comma; rasio rombongan belajar terhadap siswa mencapai 1&colon;31 yang menggambarkan kapasitas kelas relatif besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rekomendasinya&comma; buku tersebut menekankan pentingnya pemerataan guru dan tenaga kependidikan antarwilayah&comma; terutama di daerah dengan jumlah SDM pendidikan yang masih rendah seperti Sumba Tengah&comma; Sabu Raijua dan Rote Ndao&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; pemerintah daerah juga didorong melakukan redistribusi tenaga pendidik&comma; penguatan tenaga kependidikan serta monitoring berkala terhadap rasio guru dan sekolah agar pembangunan pendidikan di NTT berjalan lebih merata dan tepat sasaran&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version