Site icon savanaparadise.com

Upaya Nyata Menyelamatkan Lahan Kritis Akibat Abrasi, BRI Salurkan Ribuan Bibit Mangrove Kelompok Tani di Muaragembong

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Hampir dua dekade lalu&comma; Muaragembong&comma; Kabupaten Bekasi Jawa Barat dipenuhi dengan tanaman Mangrove&period; Namun seiring berjalannya waktu&comma; Muaragembong mengalami abrasi&period; Pohon mangrove yang seharusnya jadi &&num;8216&semi;sabuk&&num;8217&semi; perlahan longgar dan kehilangan fungsinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kecamatan Muaragembong memiliki enam desa&comma; dimana dua di antaranya&comma; yaitu Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti merupakan wilayah dimana lahannya hampir tergerus abrasi&period; Endang selaku Bendahara Kelompok Tani Sumber Makmur bercerita&comma; lahan di kedua desa tersebut mulai tergerus abrasi sejak 2005 hingga kemudian mulai rusak parah sekitar tahun 2010&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Permukaan air laut mulai meninggi&comma; green belt dari mangrove di pesisir berkurang yang bikin air laut masuk karena nggak ada penahannya&period; Dulunya&comma; lahan di desa adalah tambak produktif&comma; bisa tanam udang&comma; bandeng&comma; dan lainnya&period; Sekarang karena terkena abrasi&comma; permukaan air meninggi&comma; pohon berkurang&comma; maka jadi seperti lautan kecil&comma;&&num;8221&semi; ujar Endang saat dihubungi&comma; Selasa &lpar;23&sol;7&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ekosistem mangrove yang seharusnya kaya dengan fungsi dan manfaatnya&comma; yaitu sebagai green belt atau penghalang dari gempuran pancaran gelombang air laut di Muaragembong pun menjadi rusak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terdapatnya ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumber daya alam yang makin melebar&comma; tentu membuat masyarakat di Kampung Solokan Kendal&comma; Desa Pantai Bahagia&comma; Muaragembong khawatir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Datarannya sudah hampir tergerus abrasi&period; Ada sekitar 2500 hektar dari dua desa&comma; di Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti yang tergerus abrasi karena faktor iklim dan tempat tidak dikelola masyarakat secara maksimal&comma;&&num;8221&semi; cerita Endang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Endang&comma; tempat tinggalnya sejak lahir itu perlu mendapat perhatian khusus&period; Kemudian pada tahun 2021 2023&comma; masyarakat Kampung Solokan Kendal mendapat bantuan dari BRI lewat Program BRI Menanam &&num;8211&semi; Grow &amp&semi; Green Penanaman 10&period;000 bibit mangrove dan mereka mengambil langkah inisiatif untuk menjaga lingkungan&comma; dengan membentuk Kelompok Tani Sumber Makmur yang beranggotakan 24 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Aktivitas kami sehari-hari adalah petani tambak&period; Sekarang posisinya tambak yang dikelola terancam abrasi karena gelombang pasang rob&period; Lalu dari BRI ada ngasih bantuan 10 ribu bibit mangrove untuk ditanam di pinggir tambak dan daerah pesisir&comma; supaya tambak kami aman&period; Mangrove yang ditanam itu jadi green belt untuk mencegah abrasi&comma;&&num;8221&semi; kata Endang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Upaya Nyata BRI Lawan Perubahan Iklim<br &sol;>&NewLine;Berkontribusi melestarikan lingkungan hidup&comma; menjadi salah satu fokus BRI untuk memulihkan ekosistem di wilayah Muaragembong&period; Melalui Program BRI Menanam &&num;8211&semi; Grow &amp&semi; Green Penanaman&comma; bantuan bibit mangrove tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif bagi lingkungan&comma; seperti pengurangan emisi karbon atau menyerap polusi udara&comma; termasuk menciptakan keanekaragaman hayati yang menjadi habitat hewan kecil di sekitar Muaragembong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Endang bercerita kalau anggota kelompoknya melakukan penanaman&comma; pemeliharaan&comma; dan pendataan kondisi perkembangan tanaman&period; Mereka juga mengukur potensi cadangan dan serapan karbon yang berjalan dari 2023-2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon&comma; diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam&comma; termasuk penyulaman kalau ada yang mati disulam untuk menjaga 10 ribu mangrove yang sudah ditanam&period; Lalu hal itu kami laporkan ke BRI per empat bulan sekali&period; Semua ada laporannya&comma;&&num;8221&semi; kata Endang yang juga menjelaskan kalau data monitoring itu akan menentukan kelulusan hidup bibit mangrove&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Soal kelulusan hidup bibit mangrove&comma; Endang mengatakan rata-rata angka kehidupan bibit mangrove dari BRI yang berhasil tumbuh sekitar 85-90&percnt;&period; Sisanya&comma; kata dia&comma; gagal hidup alias mati karena faktor cuaca dan hama ulat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada juga karena faktor rob karena memang batang belum besar&comma; sehingga sehingga akarnya belum kuat&comma; kena ombak dan bisa cepat lepas&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto&comma; mengatakan BRI secara konsisten terus mendukung pelestarian alam dalam menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan mangrove yang ada di Tanah Air&period; Hal itu juga menjadi salah satu bentuk komitmen BRI untuk mendukung upaya Pemerintah agar bebas emisi karbon pada tahun 2060&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami berharap kegiatan penanaman mangrove yang telah dilakukan memberikan manfaat bagi keberlanjutan dan hidup masyarakat&period; Selain itu&comma; proses pelestarian tidak dilakukan hanya sebatas awal fase penanaman semata&comma; tetapi juga dilanjutkan dengan perawatan demi hasil yang maksimal&comma; kami menitipkan kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan melestarikannya&comma;&&num;8221&semi; ujar Catur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Catur menambahkan&comma; selain penyaluran bantuan bibit Mangrove&comma; upaya nyata BRI dalam melawan perubahan iklim dalam program BRI Menanam Grow &amp&semi; Green juga dilakukan dengan penanaman pohon di lahan-lahan kritis dan kegiatan transplantasi terumbu karang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;BRI Menanam Grow &amp&semi; Green merupakan wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan yang memliki tujuan untuk melestarian lingkungan&comma; menyerap karbon&comma; memberdayakan masyarakat dan meningkatan perekonomian&comma;” tegas Catur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejak Tahun 2023&comma; program BRI Menanam &&num;8211&semi; Grow &amp&semi; Green telah berhasil menanam bibit pohon sebanyak 42&period;800 bibit&period; Bibit pohon yang ditanam diantaranya mangrove&comma; cemara laut&comma; dan tanaman produktif &lpar;durian&comma; kopi&comma; aren&comma; pinus&comma; pala&comma; dsb&rpar; serta men-transplantasi 2&period;430 fragmen terumbu karang di beberapa Pulau Indonesia&period; Secara keseluruhan&comma; program ini berpotensi menyerap karbon sebesar 9&period;653&comma;51 Ton CO2e&sol;tahun&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version