Site icon savanaparadise.com

Tutup program bangun karya di NTT, Gubernur NTT beri apresiasi dan terimakasih pada sektor swasta dalam membangun NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong> &&num;8211&semi; Program Bangun Karya hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan &lpar;BPOM&rpar; Republik Indonesia&comma; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; dan Bentoel Group resmi ditutup dalam sebuah upacara penutupan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT&comma; Kupang&comma; Rabu 4 Juni 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa&comma; program ini telah berhasil memberikan pendampingan intensif kepada UMKM di sektor pangan olahan&comma; kosmetik&comma; dan obat tradisional di empat kabupaten dan kota prioritas&comma; yakni Kota Kupang&comma; Kabupaten Kupang&comma; Timor Tengah Selatan&comma; dan Alor&period; Salah satu capaian utamanya adalah pembangunan rumah produksi sesuai standar Good Manufacturing Practices &lpar;GMP&rpar; yang mendukung percepatan perizinan dari Badan POM RI&period; Sebelumnya&comma; program ini juga telah mengedukasi lebih dari 300 warga dan pelaku usaha mikro dan kecil tentang penerapan praktik produksi yang baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejak diluncurkan pada Mei 2024&comma; Bangun Karya telah menjadi wadah kolaborasi strategis antara sektor industri&comma; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur&comma; dan BPOM RI dalam mendorong pemberdayaan UMKM lokal&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dalam sambutannya&comma; Gubernur Nusa Tenggara Timur&comma; Emanuel Melkiades Laka Lena&comma; menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata dari sektor swasta dan regulator nasional dalam penguatan ekonomi daerah<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah&comma; swasta&comma; dan masyarakat mampu menjawab tantangan konkret di lapangan&period; Kita mulai dari desa&comma; dari pelaku UMKM kecil untuk membangun NTT yang berdaya saing dan siap menghadapi pasar global&period; Semangat ini juga sejalan dengan Program One Village&comma; One Product &lpar;OVOP&rpar; yang telah kami luncurkan beberapa hari lalu sebagai bagian transformasi ekonomi dari desa&period;&&num;8221&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Plh&period; Kepala Badan POM RI&comma; Irjen&period; Pol&period; Dr&period; Jayadi&comma; dalam sambutannya menegaskan komitmen lembaganya terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Badan POM sangat mendukung inisiatif yang mendorong UMKM untuk tidak hanya tumbuh secara ekonomi&comma; tetapi juga patuh terhadap regulasi keamanan produk Legalitas bukan hanya soal izin&comma; tapi jaminan mutu bagi masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bentoel Group sebagai mitra utama program Bangun Karya menyatakan bahwa keberhasilan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun masa depan UMKM indonesia yang inklusif dan berdaya saing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Melalui Bangun Karya&comma; kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM di daerah seperti Nusa Tenggara Timur memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan bersaing Program ini kami rancang bukan hanya untuk mendidik&comma; tetapi juga membekali secara praktis&comma; termasuk pendampingan fasilitas produksi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan POM RI&period; Kami percaya bahwa dampak sosial yang berkelanjutan hanya bisa tercapai jika dunia usaha turut aktif mengambil peran dalam pembangunan inklusif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Untuk terus dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat&comma; kami juga ingin merrminta dukungan dari pemerintah terhadap keberlanjutan industri tembakau&period; Bukan hanya bagian dari warisan budaya&comma; industri ini telah banyak memberikan kontribusi positif bagi penerimaan negara&comma; penyerapan tenaga kerja&comma; serta pengembangan ekonomi kerakyatan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penutupan program ini ditandai dengan penayangan dokumentasi capaian&comma; penyerahan apresiasi kepada 10 UMKM terbaik&comma; serta ramah tamah bersama seluruh pemangku kepentingan&period; Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan UMKM berbasis regulasi dan inovasi di Indonesia&period;&ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version