Site icon savanaparadise.com

Tak Disangka, Dukungan Program Penghijauan Dengan Bambu Kerjasama Pemprov NTT dan YBL Sangat Tinggi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Gelombang dukungan terus mengalir dari berbagai pihak untuk Program Penghijauan dan Pengembangan Desa Wanatani Bambu yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Yayasan Bambu Lestari &lpar;YBL&rpar;&period; Dukungan formal berupa penandatanganan nota kesepahaman dan kerjasama dengan berbagai pihak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada 24 Mei 2021&comma; Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat &lpar;VBL&rpar; dan Presiden Direktur YBL&comma; Arief Rabik menandatangani MoU &lpar;Nota Kesepahaman&rpar; untuk bekerjasama dalam pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka mendukung Ekonomi Hijau &lpar;Green Economy&rpar; di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>MoU ini berlaku selama lima tahun&period;<br &sol;>&NewLine;Meski MoU ditandangi pada bulan Mei&comma; namun program di lapangan telah dilaksanakan sejak awal tahun di 7 Kabupaten yang ada di Pulau Flores&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kesepakatan serupa juga telah ditandatangi oleh YBL dengan organisasi perangkat daerah terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program yang disebut Program Penghijauan dengan Bambu Melalui Pemberdayaan Perempuan&sol;Ibu Penggerak PKK&sol;Kelompok Wanita Tani ini memiliki sejumlah tujuan&comma; yaitu memperbaiki kondisi lingkungan pasca Siklon Seroja&comma; memberdayakan masyarakat desa&comma; memperkuat peran perempuan dan ibu-ibu penggerak PKK serta kelompok Wanita Tani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; program ini juga dimaksudkan untuk mengurani dampak Pandemi COVID-19 dengan memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu peserta program pembibitan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan juga datang dari Universitas Nusa Cendana &lpar;Undana&rpar;&period; Pada 1 Juli 2021&comma; YBL dan Rektor Undana Prof&period; Dr&period; Fredrik Lukas Benu menandatangani MoU di bidang pengkajian&comma; penelitian&comma; dan pengembangan inovasi bambu&comma; yang membuka jalan bagi peningkatan nilai tambah bambu di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>YBL juga mendapatkan dukungan dari sejumlah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat&period; Kolaborasi dengan DuAnyam melahirkan program kerajinan rakyat berbasis bambu&comma; kerjasama dengan Sekolah Seniman Pangan melatih para petani melakukan pemetaan pangan lokal&comma; dan dengan Kanoppi di bidang pewarna alami lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan juga tampak dari makin bertambahnya jumlah kunjungan ke desa-desa yang menjadi daerah pembibitan bambu serta ke Kampus Bambu Agroforestri Turetogo&comma; Ngada&comma; yang dibangun dan dikelola YBL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tercatat kampus itu telah dikunjungi oleh anggota DPRD NTT&comma; sejumlah Bupati dan pejabat Kementerian Desa&comma; serta direksi dan komisaris Perhutani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mensinergikan dukungan dari berbagai pihak tersebut&comma; YBL pada Senin ini &lpar;23&sol;8&rpar; mengadakan presentasi dan diskusi Program Desa Wanatani Bambu yang melibatkan berbagai OPD terkait&comma; termasuk mengundang Gubernur dan Wakil gubernur NTT&period; Ketua Tim Penggerak PKK NTT&comma; Julie Sutrisno Lasikodat juga dijadwalkan hadir dan memberi sambutan dalam kegiatan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program ini merupakan kelanjutan dari program kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Tim Penggerak PKK Provinsi tahun 2020&period; Program tersebut melibatkan 208 ibu-ibu untuk mengelola pembibitan berbasis keluarga &lpar;family nursery&rpar; dan berhasil menghasilkan 126 ribu bibit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada 2021 program tersebut diperluas ke 7 kabupaten di Flores dan melibatkan 305 ibu-ibu dengan target 2&comma;8 juta bibit&period; Pemprov NTT mengalokasikan dana APBD Rp&period; 8&comma;8 milyar untuk mendanai program pada 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dari total dana Rp&period; 8&comma;8 milyar tersebut&comma; 97&comma;7&percnt; kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan program di lapangan serta insentif untuk ibu-ibu pembibit&period; Jadi ini memang program yang didesain untuk menguatkan masyarakat pedesaan baik melalui tambahan penghasilan maupun peningkatan pengetahuan tentang konservasi alam dan peningkatan keahlian dalam kerajinan berbasis bambu&comma;&&num;8221&semi; kata Direktur Eksekutif YBL&comma; Monica Tanuhandaru&comma; melalui pers release yang diterima redaksi&comma; Minggu &lpar;22&sol;8&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selama Januari hingga Juli 2021 program ini telah menunjukkan perkembangan yang membesarkan hati&period; Program ini telah diaktifkan di 20 Desa di tujuh kabupaten di daratan Flores yaitu di Kabupaten Manggarai Barat&comma; Manggarai&comma; Manggarai Timur&comma; Nagekeo&comma; Ngada&comma; Ende dan Sikka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebanyak 350 perempuan pelopor telah terlibat dalam program ini sebagai penerima manfaat&period; Perempuan-perempuan yang umumnya adalah ibu rumah tangga ini dgandeng untuk melakukan penanaman bibit yang selanjutnya bibit-bibit yang dihasilkan dibeli oleh YBL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Target 700&comma;000 untuk Fase Pertama akan tercapai pada awal September mendatang&period;<br &sol;>&NewLine;Program ini juga membuka lapangan kerja baru bagi para pemuda-pemudi NTT melalui perekrutan 7 orang koordinator kabupaten dan 20 orang fasilitator desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program Penghijauan dengan Bambu juga telah turut mengurangi dampak ekonomi Pandemi Covid-19 dengan memberikan tambahan penghasilan kepada 350 ibu-ibu yang terlibat dalam program ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihak YBL memberikan insentif pembelian atas bibit yang dihasilkan oleh para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pelopor&period; Dalam Fase Pertama yaitu bulan Mei-September&comma; setiap ibu yang menghasilkan 2000 bibit mendapatkan insentif sebesar Rp&period; 5 juta atau sebesar Rp&period; 2&period;500 per bibit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan dalam Fase Kedua yaitu Oktober-Desember&comma; setiap ibu yang menghasilkan 6000 bibit akan mendapatkan Rp&period; 6 Juta atau sebesar Rp&period; 1&period;000 per bibit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ibu-ibu ini bisa menerima 2 sampai 5 juta per fase&comma; hanya dengan menanam bibit di rumah masing-masing sehingga tidak perlu biaya mobilitas dan lain-lain&period; Per bulan mereka masing-masing menerima rata-rata Rp&period; 800-900 ribu&comma;&&num;8221&semi; kata Monica&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat ini YBL dan berbagai organisasi perangkat daerah &lpar;OPD&rpar; dan pihak terkait sedang menyusun perluasan program ini untuk tahun 2022 yang akan mencakup 60 Desa di 17 Kabupaten antara lain Alor&comma; Lembata&comma; Flores Timur&comma; TTS&comma; TTU&comma; Malaka&comma; Sumba Tengah&comma; Sumba Timur&comma; Rote-Ndao dan Kabupaten Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Tentang YBL<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Yayasan Bambu Lestari &lpar;YBL&rpar; didirikan oleh Ibu Linda Garland pada 1993 sebagai organisasi nirlabauntuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan ekologi bagimasyarakat pedesaan di Indonesia&period; Setelah Ibu Linda Garland berpulang&comma; kepemimpinan YBL<br &sol;>&NewLine;dilanjutkan oleh putra beliau&comma; Arief Rabik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bambu menjadi pilihan utama karena sejumlah keutamaan yang dimiliki tanaman tersebut&period; Dari sisi Ekologis keutamaan bambu adalah&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; Mampu memulihkan lahan kritis<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; Mampu menyimpan air&comma; satu rumpun bambu mampu menyimpan 5000 liter air per musim hujan&period; Air yang<br &sol;>&NewLine;kemudian dilepaskan kembali ke tanah pada musim kemarau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; Mampu menyerap karbon &lpar;CO2&rpar;&comma; satu hektar hutan bambu mampu menyerap dan menahan 50 ton CO2 per tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>4&period; Mampu tumbuh di lahan miring serta menstabilkan lahan rawan longsor&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian bambu adalah tanaman yang tepat untuk upaya restorasi lahan kritis&comma; perlindungan Daerah Aliran Sungai &lpar;DAS&rpar;&comma; mitigasi dan adaptasi perubahan iklim&comma; serta pencegahan bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi Ekonomis keutamaan bambu adalah&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; Dapat dibudidayakan secara lestari dan<br &sol;>&NewLine;berkelanjutan&period; Dengan metode Hutan Bambu Lestari &lpar;HBL&rpar; bambu dapat dipanen secara reguler tanpa mengurangi fungsi hutan bambu sebagai daerah tutupan hijau serta konservasi air&period;<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; Kemampuan bambu dalam menyimpan air menciptakan sebuah lingkungan kondusif bagi budidaya tanaman-tanaman pangan dan produktif lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; Bambu dapat diolah menjadi beraneka ragam produk&comma; termasuk produk-produk yang selama ini telah akrab dengan tradisi masyarakat lokal di Indonesia&period; Secara global&comma; telah diidentifikasi lebih dari 1500 produk berbasis bambu&comma; dari produk bangunan dan furnitur hingga tekstil dan makanan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>4&period; Permintaan akan bambu terus meningkat&period; Pasar global untuk bambu dan produk-produk olahan bambu nilainya kini ditaksir telah melebihi 100 Milyar Dollar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seluruh program YBL untuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan solusi ekologi bagi masyarakat pedesaan memiliki paling tidak lima tujuan utama&comma; yaitu&comma; Restorasi lahan kritis&comma; Konservasi air&comma; Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim&comma; Pencegahan bencana&comma; Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Masyarakat Adat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lima tujuan utama ini tercermin secara utuh pada model Desa Bambu yang diperkenalkan oleh YBL&period; Pada model ini Masyarakat Desa dan Masyarakat Adat menjadi mitra utama dalam pembibitan&comma; penanaman&comma; perawatan serta pemanenan bambu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bibit bambu kemudian ditanam pada tanah milik desa maupun tanah yang dikelola mitra utama lainnya &lpar;seperti KPH&comma; Perhutani&comma; Pemerintah Daerah&rpar;&comma; serta di lahan-lahan kritis&period; Pada daerah penanaman&comma; bambu kemudian disandingkan dengan tanaman pangan lokal maupun tanaman produktif lainnya sehingga masyarakat memiliki sumber pendapatan lainnya pada saat menunggu bambu mencapai usia panen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koperasi serta badan usaha milik desa diaktivasi untuk membangun dan mengelola pabrik pengolahan bambu di tingkat desa guna menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tambah&period; Model Desa Bambu ini memastikan bahwa industri bambu yang dibangun adalah industri yang berbasis rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur&comma; terutama Kabupaten Ngada&comma; telah menjadi titik utama upaya YBL dalam mewujudkan industri bambu yang berbasis rakyat&period; Berkat dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi NTT di bawah arahan Bapak Gubernur Victor B&period; Laiskodat&comma; upaya mewujudkan mimpi itu telah mengalami percepatan dan penguatan dalam beberapa tahun terakhir ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan ini menguatkan upaya YBL untuk mengeksplorasi model Desa Bambu sebagai wahana untuk memberdayakan perempuan serta generasi muda&period; Eksplorasi lainnya yang sedang dikerjakan adalah menggunakan model Desa Bambu untuk memberdayakan Masyarakat Adat yang tinggal di sekitar Kawasan Konservasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain di NTT&comma; YBL juga menjalankan program di Bali dan Jawa Timur&comma; yang berfokus pada rehabilitasi dan pelindungan Daerah Aliran Sungai&comma; serta di Kalimantan dan Sulawesi&period; &lpar;Red02&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version