Site icon savanaparadise.com

SPK Pastikan Lahan Percontohan di Naekesa Terurus Jika Ia Terpilih Jadi Gubernur NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Atambua &&num;8211&semi; <strong>Savanaparadise&period;com-<&sol;strong>Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; Simon Petrus Kamlasi&comma; dalam perjalanannya menuju Kota Atambua&comma; menyempatkan diri bertemu dengan para petani pengelola lahan percontohan atau &&num;8220&semi;Smart Farming&&num;8221&semi; di Dusun Oetfo&comma; Desa Naekesa&comma; Kecamatan Tasifeto Barat&comma; Kabupaten Belu pada Kamis malam&comma; 14 November 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kunjungan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Simon ke lahan percontohan tersebut&period; Sebelumnya&comma; ia juga pernah mengunjungi tempat ini saat masih menjabat sebagai Kepala Staf Korem Wirasakti Kupang&period; Kehadirannya kali ini untuk memastikan apakah lahan percontohan yang pernah ia kunjungi masih berjalan sebab SPK ingin membuat banyak lahan percontohan di wilayah NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Didampingi oleh Ketua Tim Pemenangan&comma; Kristo Blasin&comma; Ketua PKS NTT Anwar Hajral&comma; serta istri tercinta Esther Meilany Kamlasi Siregar&comma; Simon tiba di rumah warga&comma; Maria Lotu&comma; pada pukul 20&colon;25 WITA&period; Maria Lotu adalah salah satu petani yang terlibat dalam pengelolaan lahan percontohan di Desa Naekesa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pada kesempatan itu&comma; seorang warga eks-Timor Timur yang kini tinggal di Kabupaten Belu&comma; Fernando Ameriko&comma; menitipkan pesan kepada Simon apabila terpilih sebagai Gubernur NTT periode 2024-2029&period; Fernando menyampaikan bahwa Desa Naekesa masih terisolasi dan menghadapi banyak kekurangan&comma; termasuk kurangnya akses air bersih karena minimnya jaringan perpipaan dari tiga embung yang ada di desa tersebut&period; Selain itu&comma; akses jalan yang kurang memadai dan keinginan untuk pemekaran Desa Naekesa menjadi empat desa definitif juga menjadi aspirasi warga&period; Fernando menyebutkan bahwa desa ini terdiri dari 16 dusun&comma; sehingga pemekaran akan mempermudah pengelolaan wilayah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Simon Petrus Kamlasi merespons keluhan warga dengan menyatakan bahwa langkah pertama untuk menyelesaikan masalah ini adalah memastikan dirinya terpilih sebagai gubernur&period; Dengan begitu&comma; ia dapat merealisasikan janji-janji untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga&comma; termasuk penyediaan perpipaan air bersih yang cukup dan awet agar program lahan percontohan atau smart farming dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan&period;<br &sol;>&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;Kebun-kebun percontohan seperti di Naekesa ini akan kita bangun banyak di NTT untuk mendorong peningkatan hasil produksi dari petani kita&period; Kita akan bantu dengan penyuluh pertanian yang akan mendampingi para petani&period; Semakin banyak kebun percontohan maka akan semakin banyak tempat petani belajar bagaimana cara meningkatkan hasil produksi atau bagaimana melakukan langkah-langkah inovatif dalam rangka peningkatan produksi&period; Supaya mimpi kita itu terwujud&comma; maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memenagkan Paket SIAGA supaya kitab isa eksekusi apa yang menjadi keinginan dan harapan para petani&comma;” ujar Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan bahasa sederhana&comma; Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apa yang hendak dia lakukan ketika nanti jadi gubernur NTT&period; Dia mau petani harus panen dua kali dalam setahun&period; Dia mau&comma; masa produksi petani bertambah&period; Bagaimana petani bisa memperoleh penghasilan yang membuat hidupnya sejahtera lewat pertanian maupun peternakan&period; Itu semua bisa terwujud jika persoalan air bisa diselesaikan&period; Dia juga ingin agar di setiap 60 hektar lahan pertanian akan ada satu industri olahan untuk pakan ternak sehingga hasil pertanian dari masyarakat telah memiliki pasar tetap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pesoalan utama kita sebenarnya adalah air&period; Kita punya sumber air tapi itu ada di bawah lembah dan di bawah tanah&period; Bagaimana air itu sampai ke kebun masyarakat&comma; saya ahlinya&period; Kita kuasai teknologi itu&period; Kalau petani hanya menunggu musim hujan maka tahun depan saat saya sudah jadi gubernur&comma; kita mulai tanam dua kali&period; Musim panas kita tanam dengan sistem irigasi tetes&period; Nanti kita upayakan agar air hujan tidak semua masuk laut&period; Kita buat banyak embung untuk menahan air supaya tidak langsung masuk ke laut dan tidak banjir&period; Saya pikir&comma; ikan di laut juga tidak butuh air tawar&period; Kita bicara banyak tentang pertanian dengan peralatan yang meoderen tapi kalau tidak ada air maka kita tidak bisa menanam&period; Demikian juga&comma; kita bicara banyak tentang kesehatan&comma; kalau ibu dan anak saja masih sulit mengakses air bersih maka stunting akan tetap menghantui generasi masa depan&comma;” ujar Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Ketua Tim Pemenangan Paket SIAGA&comma; Kristo Blasin&comma; pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Simon Petrus Kamlasi adalah sosok sederhana yang lahir di desa dari keluarga sederhana pula&period; Karena itu dia belajar dengan sungguh untuk bisa mengubah hidupnya supaya bisa menjadi berkat bagi banyak orang&period; Untuk itu&comma; Kristo Blasin mengajak para relawan dan simpatisan&comma; termasuk warga eks-Timor Timur yang kini menjadi warga Desa Naekesa&comma; untuk mendukung dan memenangkan Simon Petrus Kamlasi sebagai Gubernur NTT 2024-2029&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;SPK itu bukan lahir dari orang berada&period; Dia adalah anak kecil dari pedalaman TTS yang telah merasakan sulitnya pikul air dari lembah menuju rumah&period; Kesulitan- kesulitan hidup yang dia hadapi tidak membatasi mampinya untuk mengubah diri lalu mengubah hidup orang lain&period; Dia anak yang cerdas dan itu ditunjukkan dengan bisa masuk ke SMA Taruna Nusantara&period; Penderitaannya saat pikul air itu membuat dia bagaimana menolong orang lain supaya tidak sulit lagi mengakses air&comma; dengan cara menemukan metode pompa hidram itu&period; Orang yang memiliki hati untuk menolong kesulitan orang lain&comma; sejatinya adalah pemimpin&period; Karena itu&comma; kita tidak boleh membiarkan dia berjalan sendiri&period; Kita harus berada di sisinya untuk mewujudkan impian dia menolong banyak orang&comma;” pungkas Kristo Blasin&period; &ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version