Site icon savanaparadise.com

SPK Hadiri Upacara Adat di Kampung Melki dan Ansy, Mosalaki: Kami Undang Khusus

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>ENDE&comma;<strong>Savanaparadise&period;com-<&sol;strong> Simon Petrus Kamlasi satu-satunya Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; yang dundang oleh Mosalaki Pu&&num;8217&semi;u &lpar;Tetua Adat&rpar; untuk mengikuti upacara adat Pire&comma; yang dilaksanakan di Nduaria&comma; Kecamatan Kelimutu&comma; Kabupaten Ende&comma; Senin 14 Oktober 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mosalaki Pu&&num;8217&semi;u Desa duaria&comma; Bonivesius Kaki Ndopo menjelaskan bahwa upacara adat Pire hanya dilakukan oleh masyarakat Desa Nduaria&comma; Kecamatan Kelimutu&comma; Kabupaten Ende&comma; sekali setahun&comma; dan hanya dilakukan khusus pada setiap bulan Oktober&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini satu-satunya Calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi&comma; yang kami undang dalam upacara adat PIRE yang hanya dilakukan khusus pada bulan Oktober&comma;&&num;8221&semi; ungkap Mosalaki Bonivesius Kaki Ndopo&comma; disambut tepuk tangan riuh masyarakat yang hadir&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia menegaskan&comma; upacara ini tidak bisa dilakukan sesuai dengan kemauan manusia&comma; namun berdasarkan adat istiadat Desa Nduaria&comma; Kecamatan Kelimutu&comma; Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Rumah adat Sao Ria&comma; Sao Benga&comma; Desa Nduaria&comma; Kecamatan Kelimutu&comma; Kabupaten Ende tanpa seijin dari Mosalaki&comma; maka siapapun tidak bisa masuk dan menari di dalamnya&period; Tapi Calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi kami ijinkan masuk karena diundang bersama calon Bupati Ende&comma; Erik Rede&comma;&&num;8221&semi; tegas Mosalaki Pu&&num;8217&semi;u Bomvesius Kaki Ndopo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; lanjut Mosalaki&comma; Calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi disuguhi Suja&comma; makanan khas yang khusus disediakan dalam upacara adat Pire&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mosalaki menjelaskan&comma; Suja merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang hanya bisa dimakan satu tahun sekali pada saat upacara Pire yang dilaksanakan di Desa Nduaria&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Suja itu makanan tradisional Desa Nduaria&comma; yang hanya bisa dimakan setahun sekali oleh warga Desa Nduaria&comma; itupun pada saat upacara Pire dilaksanakan&comma;&&num;8221&semi; tegas Mosalaki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; Suja tidak bisa lagi dikonsumsi oleh warga Desa Nduaria&comma; setelah upacara adat Pire selesai dilakukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di kabupaten asal dua pesaingnya&comma; Melki Laka Lena dan Ansy Lema itu&comma; calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi mengaku bahwa ketika dirinya tiba di lokasi&comma; ia merasa ada ikatan batin yang begitu kuat antara dirinya dengan Desa Nduaria&comma; tempat upacara adat Pire dilaksanakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; kata dia&comma; upacara adat Pire ini merupakan tradisi yang perlu dijaga dan dirawat oleh pemerintah&comma; baik itu pemerintah provinsi&comma; pemda kabupaten&comma; kecamatan&comma; bahkan desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; lanjut Simon Petrus Kamlasi&comma; rumah-rumah adat ini akan dijaga dan direvitalisasi sehingga tetap terjaga secara turun temurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Harus ada revitalisasi rumah-rumah adat di seluruh NTT sehingga budaya dan adat istiadat tetap terjaga secara turun temurun&period; Kita akan ibentuk dewan adat di wilayah masing-masing sehingga keputusan adat ditentukan oleh dewan adat&comma;&&num;8221&semi; kata Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>SPK juga menghaturkan ucapan terima kasih yang dalam atas undangan untuk menghadiri upacara adat tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya merasa sangat terhormat diundang dalam upacara adat Pire ini&period; Bagi saya&comma; ini adalah kesempatan istimewa&period; Tidak akan terlupakan oleh saya dan keluarga&comma;&&num;8221&semi; tutup SPK&period;&ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version