Site icon savanaparadise.com

Siswa Jadi Target Kejahatan Digital, UPTD Tekomdik Dinas Pendidikan NTT Dorong Sekolah Lindungi Data Pribadi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma;Savanaparadise&period;com-<&sol;strong> Siswa kini bukan lagi sekadar pengguna internet&comma; tetapi juga menjadi target empuk berbagai kejahatan digital&period; Mulai dari cyberbullying&comma; penipuan online &lpar;phishing&rpar;&comma; hingga penyalahgunaan data pribadi menjadi ancaman nyata yang mengintai dunia pendidikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Merespons kondisi tersebut&comma; Komunitas Power Hub Girl menggelar roadshow keamanan digital bagi anak muda yang dirangkaikan dengan deklarasi sekolah peduli privasi data&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan ini dibuka oleh Kepala UPTD Telekomunikasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT&comma; Martina Hartini Bere&comma; yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Dua sekolah di Kota Kupang&comma; yakni SMAN 5 Kupang dan SMKN 6 Kupang&comma; menjadi sampel dalam pelaksanaan kegiatan ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kegiatan tersebut&comma; Dinas Pendidikan tidak hanya menekankan pentingnya literasi digital&comma; tetapi juga mendorong langkah konkret&period; Salah satunya&comma; meminta sekolah mulai menyusun Standar Operasional Prosedur &lpar;SOP&rpar; perlindungan data siswa sebagai bentuk tanggung jawab institusi pendidikan di era digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Deklarasi sekolah peduli privasi data pun menjadi penegasan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya aman secara fisik&comma; tetapi juga aman di ruang digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam sambutannya&comma; Martina Hartini Bere mengingatkan bahwa generasi muda harus menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Gunakan internet untuk belajar&comma; berkarya&comma; dan berinovasi&period; Jangan sampai teknologi justru merugikan diri sendiri&period; Pikirkan sebelum membagikan sesuatu&period; Think before you post&comma;” kata Martina&comma; Kamis&comma; 23&sol;04&sol;2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menekankan&comma; tanpa kesadaran dan kontrol diri&comma; ruang digital bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda&comma; termasuk generasi emas NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Martina mengatakan didorong siswa tidak hanya memahami bahaya yang mengintai di dunia digital&comma; tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melindungi data pribadinya sejak dini&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version