Site icon savanaparadise.com

Simon Petrus Kamlasi Pastikan Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Kabupaten Kupang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong> – Tenaga Ahli Pengawasan Program Makanan Bergizi &lpar;MBG&rpar;&comma; Brigjen TNI &lpar;Purn&rpar; Simon Petrus Kamlasi&comma; melakukan kunjungan kerja dan pengawasan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi &lpar;SPPG&rpar; di wilayah 3T &lpar;tertinggal&comma; terdepan&comma; dan terluar&rpar; Kabupaten Kupang&comma; Senin &lpar;1&sol;6&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kunjungan diawali di Desa Toobaun&comma; Kecamatan Amarasi Barat&period; Simon Petrus Kamlasi bersama istrinya&comma; Esther Meylani Siregar&comma; dan rombongan tiba sekitar pukul 10&period;00 WITA dan disambut secara adat oleh masyarakat setempat melalui tradisi Natoni yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Timor&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kunjungan tersebut&comma; Simon menegaskan komitmennya untuk memastikan Program Makanan Bergizi hadir dan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Kupang&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Selain meninjau SPPG Toobaun&comma; rombongan juga mengunjungi sejumlah dapur SPPG lainnya&comma; yakni di Desa Oelbiteno&comma; Kecamatan Fatuleu Tengah&semi; Desa Muke&comma; Kecamatan Amabi Oefeto Timur&semi; serta Desa Kairane&comma; Kecamatan Amabi Oefeto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Simon Petrus Kamlasi&comma; terdapat sembilan dapur SPPG di Kabupaten Kupang yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026&period; Setiap dapur nantinya akan merekrut sekitar 47 tenaga kerja lokal guna mendukung operasional program tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PAN&comma; Reldy Amtiran&comma; yang ikut memantau pelaksanaan program di SPPG Toobaun dan Oelbiteno sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap program pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Masyarakat menyambut positif kehadiran dapur MBG di wilayah mereka&period; Salah seorang warga Desa Toobaun&comma; Amoz Teuf&comma; menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat&comma; khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak dan upaya pencegahan stunting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat berdialog dengan masyarakat di Desa Muke&comma; Simon Petrus Kamlasi menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk memastikan program MBG berjalan&comma; tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal dan menjalin kemitraan dengan SPPG yang ada&comma; sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi&comma; tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi warga setempat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Melalui sembilan dapur MBG yang sedang dibangun ini&comma; kami berharap dapat membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih baik sekaligus membuka kesempatan kerja bagi generasi muda di wilayah masing-masing&comma;” ujar Simon&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Muke&comma; Jefri Kause&comma; yang mewakili tokoh masyarakat&comma; tokoh adat&comma; dan tokoh pendidikan&period; Ia menyampaikan apresiasi atas hadirnya dapur MBG di wilayahnya karena dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan yang sama&comma; sejumlah pemuda Desa Muke menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan menara telekomunikasi untuk meningkatkan akses komunikasi di wilayah tersebut&period; Mereka mengungkapkan bahwa keterbatasan jaringan masih menjadi kendala utama bagi masyarakat di daerah 3T&comma; khususnya di Desa Muke&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kunjungan terakhir di Desa Kairane&comma; Simon kembali mengajak masyarakat untuk menjadi mitra pemasok kebutuhan MBG melalui hasil pertanian lokal dengan tetap memperhatikan standar kualitas dan ketentuan nasional yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menanggapi pertanyaan mengenai sikap politiknya ke depan&comma; Simon Petrus Kamlasi menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bagi saya&comma; kerja dan pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama&period; Jabatan politik hanyalah bonus dari kerja keras yang dilakukan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selama rangkaian kunjungan di setiap lokasi SPPG&comma; Simon Petrus Kamlasi dan rombongan selalu disambut secara adat melalui lantunan syair Natoni&comma; sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan masyarakat Timor terhadap tamu yang berkunjung ke wilayah mereka&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version