Site icon savanaparadise.com

Seroja Hampir Berultah, Dana Bantuan Pempus 5,210 Milyard Masih Mengendap Di Rekening BPBD TTU

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong>&&num;8211&semi; Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar;&comma; hingga kini belum menyalurkan dana sebesar 5&comma;210 milyard rupiah yang digelontorkan Pemerintah pusat untuk membantu 200 Kepala keluarga yang terkena dampak badai seroja pada April 2021 silam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; walau dana ini sudah masuk ke rekening Badan Penanggulangan Bencana Daerah &lpar;BPBD&rpar; Kabupaten TTU sejak bulan Desember 2021 silam&comma; namun kendala yang menyebabkan dana tersebut belum dapat disalurkan adalah belum tersedianya dana pendamping dari pemerintah Kabupaten TTU&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala BPBD TTU&comma; Yosefina Lake&comma; saat dijumpai SP di ruang kerjanya Kamis &lpar;03&sol;02&sol;2022&rpar; menuturkan&comma; hingga kini pihaknya masih menunggu persetujuan Pemerintah daerah&comma; soal dana pendamping untuk memperlancar kegiatan penyaluran bantuan seroja ini&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Terkait dengan bantuan ini&comma; kami sementara mengusulkan dana pendamping&comma; karena kami mau berproses tapi masih menanti dana pendamping di maksud&&num;8221&semi; kata Yosefina&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ely&comma; sapaan akrab Yosefina menjelaskan bahwa&comma; dana pendamping yang diusulkan ini sudah disetujui oleh Bupati TTU Drs&period; Djuandi David&comma; tapi informasi tentang adanya dana pendamping tersebut baru disampaikan secara lisan melalui oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah &lpar;BKAD&rpar; kabupaten TTU&comma; Bonefasius Ola Kian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Memang kita sudah mendapatkan informasi bahwa usulan dana pendamping ini sudah disetujui oleh Bapak Bupati&comma; namun kita juga belum bisa memulai kegiatan&comma; karena kita baru mendapatkan informasi secara lisan&period; Kita masih menunggu kepastian dana tersebut betul-betul telah ada&comma; sehingga nanti bisa masuk dalam perubahan APBD induk BPBD TTU&&num;8221&semi; jelas Ely&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ely mengungkapkan pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari bagian Keuangan Setda kabupaten TTU&comma; dan jika sudah ada kejelasan maka pihaknya akan segera memproses penyaluran dana 5 milyard 210 juta ini&comma; untuk membantu 200 kepala keluarga yang terkena dampak badai seroja pada april 2021 lalu&comma; dan sambil menunggu kejelasan informasi dana pendamping dimaksud&comma; pihaknya sementara memproses petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnisnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ely menjelaskan bahwa&comma; dana pendamping yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan bantuan badai seroja sebesar Rp&period;789&period;000&period;000 yang akan digunakan untuk membiayai beberapa item kegiatan antara lain&comma; biaya fasilitator dan tim tekhnis&comma; biaya verifikasi dan validasi pendataan rumah&comma; biaya monitoring dan evaluasi&comma; serta biaya lain-lain yang berkaitan dengan urusan pembangunan rumah layak huni bagi korban badai seroja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut Ely menjelaskan&comma; saat ini badai seroja hampir genap berusia satu tahun&comma; dan pasca badai seroja tersebut&comma; diantara 200 KK yang terdata&comma; pasti sudah ada keluarga yang telah membangun rumahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkaitan dengan hal ini&comma; Ely menyampaikan&comma; apabila ditemukan kondisi demikian&comma; pihaknya akan meminta semua bukti pembelanjaan secara lengkap untuk kemudian diberikan pengganti biaya yang telah digunakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Untuk mereka yang sudah membangun&comma; tinggal saja kita meminta bukti biaya pengeluaran yang telah mereka keluarkan&comma; berupa nota dan kwitansi jelas&comma; untuk kita ganti dana yang telah mereka pakai &&num;8221&semi; tutur Ely<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jika tidak ada bukti&comma; minta maaf&period; Bukti itu juga bukan hanya kertas saja atau nota saja tapi kami juga harus lihat fisik di lapangan&comma; sehingga kita bisa pastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membangun&comma; benar-benar bahan bangunan baru yang dibeli dari toko dan bukan bahan-bahan bangunan bekas&&num;8221&semi; lanjut Ely&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Ely&comma; dalam juknis yang telah ditentukan&comma; dana 5 milyard lebih ini akan digunakan untuk membangun ataupun merenovasi 200 rumah warga yang terkena dampak seroja&comma; yang dibagi dalam 3 kategori yakni rusak berat&comma; rusak sedang&comma; dan rusak ringan&comma; dan ke 200 KK tersebut tersebar di 40 Desa yang ada di 20 Kecamatan di Kabupaten TTU&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan juga bahwa&comma; besaran dana yang akan diperuntukan bagi masing-masing pemanfaat juga berfariasi&comma; tergantung dari kerusakan yang dialami yakni rusak berat 50 juta&comma; rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis &colon; Yuven Abi<&sol;strong><br &sol;>&NewLine;<strong>Editor &colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version