Site icon savanaparadise.com

Samakan Persepsi Aparat Penegak Hukum di KUHP Baru

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Denpasar&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Setelah disahkan menjadi Undang-Undang &lpar;UU&rpar;&comma; upaya pemerintah untuk melakukan reformasi hukum pidana nasional belum selesai&period; Pemerintah perlu mempersiapkan keberlakuan UU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana &lpar;KUHP&rpar; yang akan berlaku pada 2 Januari 2026 ini&comma; utamanya dalam menyamakan persepsi aparat penegak hukum &lpar;APH&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia &lpar;Menkumham&rpar;&comma; Yasonna H&period; Laoly menyebut peran APH sangat penting didalam praktik penegakan hukum&comma; karena mereka yang akan menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan KUHP&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Penyamaan pandangan dan pemahaman APH menjadi penting artinya&comma; karena mereka yang akan menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan KUHP dalam praktik penegakan hukum&comma;” kata Yasonna dalam Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP&comma; Rabu &lpar;09&sol;08&sol;2023&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sosialisasi UU KUHP yang dilakukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia &lpar;Kemenkumham&rpar; bagi APH di seluruh Indonesia ini sangat penting artinya didalam menyikapi perbedaan pemahaman dan pendapat dalam pengaturan UU KUHP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Tentunya &lpar;ini&rpar; merupakan kontribusi yang positif&comma; yang perlu disikapi dengan melakukan diskusi yang komprehensif dan menyeluruh dari seluruh komponen anak bangsa&comma; khususnya akademisi&comma; praktisi&comma; dan pakar di bidang hukum pidana&comma;” kata Laoly di The Trans Resort Bali&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Yasonna mengatakan upaya ini bukan tanpa alasan&comma; yaitu agar dalam implementasi dan aplikasi dari pelaksanaan UU KUHP dapat dilaksanakan sesuai dengan kaidah hukum&comma; asas hukum pidana&comma; prinsip&comma; dan tujuan pembaharuan hukum pidana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Perbedaan pandangan&comma; pendapat&comma; dan pemahaman tidak hanya terjadi kepada APH&period; Jauh sebelum UU KUHP disahkan&comma; perbedaan ini bahkan sudah dimulai&comma; yaitu antara pihak yang mendukung dengan pihak yang menentang disahkannya UU KUHP&period; Perbedaan ini antara lain meliputi pengaturan mengenai hukum yang hidup dalam masyarakat &lpar;living law&rpar;&comma; pidana mati&comma; dan tindak pidana khusus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Perjalanan pembentukan UU KUHP tidak selalu berjalan lancar&period; Pro dan kontra diserukan oleh berbagai kalangan masyarakat&comma; mulai dari mahasiswa&comma; organisasi masyarakat&comma; instansi pemerintah&comma; dan organisasi internasional&comma;” kata Yasonna&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelum dilakukan sosialisasi ini&comma; Kemenkumham telah sukses menyelenggarakan diskusi dan dialog publik pada tahun 2021 dan 2022 untuk menjaring masukan dari seluruh lapisan masyarakat yang menaruh perhatian besar pada reformasi hukum pidana nasional&period; Upaya tersebut dilakukan dengan diselenggarakannya Kumham Goes to Campus dan dilanjutkan dengan Seminar Nasional<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sejak Indonesia merdeka telah banyak dilakukan usaha untuk menyesuaikan KUHP warisan kolonial dengan perkembangan kehidupan sosial masyarakat&period; Ia menyebut UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP adalah produk hukum yang sangat kompleks karena mengandung karakteristik pembaharuan&comma; cita hukum&comma; nilai&comma; asas&comma; dan semangat yang pada banyak hal berbeda dengan KUHP warisan kolonial&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya mengucapkan selamat kepada Pak Menteri Hukum dan HAM atas keteguhannya&comma; kesabarannya&comma; serta dinamika yang luar biasa ketika proses pembentukan UU &lpar;KUHP ini&rpar;&period; Dengan diundangkannya UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP&comma; diharapkan menjadi pondasi bangunan sistem hukum pidana nasional di Indonesia&comma;&&num;8221&semi; ucap Koster&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham&comma; Asep Mulyana menyampaikan UU KUHP merupakan kulminasi dari perjuangan keras masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun dan telah melibatkan ahli-ahli hukum pidana dalam perjalanannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pemerintah wajib menjamin bahwa seluruh APH dapat memahami&comma; mengimplementasikan&comma; serta menyebarluaskan materi muatan UU KUHP sesuai dengan kaidah hukum&comma; asas hukum pidana&comma; prinsip&comma; dan tujuan pembaharuan hukum pidana yang terkandung dalam UU KUHP&period; Untuk itu Kemenkumham menyelenggarakan sosialisasi UU No&period; 1 Tahun 2023 ini&comma;&&num;8221&semi; ucap Asep&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan Kemenkumham&comma; Kepolisian Daerah&comma; Kejaksaan&comma; advokat&comma; hakim&comma; Organisasi Bantuan Hukum &lpar;OBH&rpar; Terakreditasi&comma; baik secara luring maupun daring&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version