Site icon savanaparadise.com

RUPS Bank NTT 2026, Para Pemegang Saham Sepakati AD/ART  Sesuai Rekomendasi OJK

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma;Savanaparadise&period;com<&sol;strong> – Bank NTT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham &lpar;RUPS&rpar; Tahunan dan RUPS Luar Biasa di Aula Fernandes Lantai 4 Gedung Sasando&comma; Kantor Gubernur NTT&comma; Minggu &lpar;24&sol;5&sol;2026&rpar;&period; Agenda tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali bersama para bupati dan wali kota se-NTT sebagai pemegang saham&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam keterangan pers usai RUPS&comma; Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT&period; Selain itu&comma; RUPS juga memutuskan pembagian dividen tetap sama seperti tahun sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Melki&comma; forum RUPS berlangsung konstruktif dengan pembahasan mendalam terkait kinerja dan arah bisnis Bank NTT&period; Para kepala daerah disebut mengevaluasi secara rinci parameter penting bank&comma; mulai dari aset&comma; pengembangan bisnis hingga strategi peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Diskusi tadi membuat seluruh kepala daerah semakin memahami bagaimana isi perut perbankan ini&period; Sebagai pemegang saham&comma; kami juga semakin siap menjelaskan perkembangan Bank NTT di daerah masing-masing&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam RUPS tersebut&comma; direksi dan komisaris Bank NTT juga diminta mendukung program prioritas pemerintah daerah&period; Pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten&sol;kota minimal akan memiliki satu program prioritas yang didukung langsung oleh Bank NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada RUPS Luar Biasa&comma; pemegang saham menyepakati penyesuaian anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan &lpar;OJK&rpar;&period; Struktur pengurus Bank NTT juga mengalami perubahan dari sebelumnya tujuh direksi dan lima komisaris menjadi lima direksi dan tiga komisaris&period;<&sol;p>&NewLine;<p>RUPS turut memutuskan pemberhentian dengan hormat Direktur Kepatuhan sebelumnya&comma; Kris Adu&period; Posisi tersebut selanjutnya diisi Revi dari Bank Jatim setelah dinyatakan lolos proses OJK&period; Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; pemegang saham juga menyepakati pengusulan Rita Wuisan sebagai calon komisaris independen Bank NTT setelah calon sebelumnya tidak mendapat persetujuan OJK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keputusan penting lainnya adalah perubahan status perusahaan dari PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda&period; Perubahan tersebut disebut telah sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri serta hasil konsultasi Pemerintah Provinsi NTT bersama DPRD Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sektor permodalan&comma; sejumlah pemegang saham daerah menyetujui tambahan penyertaan modal&period; Pemerintah Provinsi NTT menambah modal sebesar Rp30 miliar&comma; Kabupaten Malaka Rp5 miliar&comma; dan Kabupaten Alor Rp3 miliar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>RUPS juga membuka peluang penyertaan modal non tunai seperti aset tanah untuk mendukung kebutuhan pengembangan Bank NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam aspek bisnis&comma; Melki menegaskan Bank NTT akan memperkuat pembiayaan produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar;&period; Saat ini Bank NTT telah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp350 miliar&comma; terdiri atas Rp50 miliar khusus pekerja migran Indonesia &lpar;PMI&rpar; asal NTT dan Rp300 miliar untuk sektor usaha mikro&comma; kecil&comma; dan menengah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemerintah daerah pun mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut&comma; khususnya pelaku usaha produktif yang selama ini mengalami kesulitan mengakses layanan perbankan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami semua kepala daerah berkomitmen bersama membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi memberikan pelayanan bagi masyarakat di berbagai bidang&period;AP&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version