Site icon savanaparadise.com

Riset Car Scam, Eduard Lukas : Saya Juga Korban dan Rugi Hingga Tutup Usaha

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Ribuan warga di Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; diduga menjadi korban investasi bodong yang beroperasi melalui aplikasi daring bernama Riser Car&period; Informasi ini terungkap dari wawancara dengan salah seorang leader bernama Eduard Lukas&comma; yang juga turut mengalami kerugian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Eduard&comma; jumlah anggota yang tergabung dalam skema tersebut mencapai sekitar 3&period;000 orang&period; Para anggota bergabung melalui sistem referral link dan diminta untuk menyetor dana secara mandiri ke berbagai nomor rekening yang ternyata berbeda-beda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Banyak anggota yang sudah menyetor saldo sendiri&period; Kami sedang kumpulkan bukti transfer dari para korban untuk dilaporkan&comma;” ujar Eduard ketika dihubungi SP&comma; Minggu&comma; 17&sol;08&sol;2025&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; sebagian besar dana anggota terus diputar kembali ke aplikasi dengan harapan mencapai level tertentu yang disebut SVIPIV&comma; agar bisa memperoleh pendapatan harian lebih tinggi&period; Namun&comma; sebelum target itu tercapai&comma; aplikasi mendadak ditutup dan tidak bisa diakses lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kerugian yang dialami para anggota bervariasi&comma; dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah&period; Eduard sendiri mengaku usahanya sampai harus tutup karena dana yang terlanjur ditanamkan di aplikasi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami semua korban&period; Kalau ada yang menuduh saya sebagai bandar&comma; itu tidak benar&period; Saya juga diajak masuk&comma; bukan pembuat aplikasi atau pemilik rekening&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai langkah hukum&comma; Eduard bersama sejumlah korban lain telah melapor ke Polres setempat dan berencana meneruskan kasus ini ke Direktorat Cyber Crime Polda&period; Mereka berharap pihak kepolisian dapat melacak pemilik rekening-rekening tujuan transfer dana tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami berharap cyber bisa telusuri semua nomor rekening itu&comma; karena pasti ada pemilik dan jaringannya&comma;” tambah Eduard&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kasus dugaan investasi bodong ini menambah panjang daftar penipuan digital yang memanfaatkan masyarakat dengan iming-iming keuntungan besar&period; Aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan korban agar kerugian tidak semakin meluas&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version