Site icon savanaparadise.com

Tokoh Lintas Agama Di Ende Dukung Rangkaian Kegiatan Sambut Harlah Pancasila

Konferensi pers Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan para Tokoh Lintas Agama (Foto: Chen Rasi/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Para Tokoh lintas Agama di Ende mendukung seluruh rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Lahir &lpar;Harlah&rpar; Pancasila 1 Juni 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ende&comma; Haji Abdul Syukur&comma; dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Bupati&comma; Kamis&comma; &lpar;22&sol;5&sol;25&rpar;&comma; malam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hadir dalam jumpa pers itu&comma; Ketua MUI Ende&comma; Ketua PHDI Ende&comma; I Wayan Arnama&comma; Pendeta GMIT Syalom&comma; Pdt&period; G Soan&comma; Ketua Pengadilan Negeri Ende&comma; Pasi OPS Pam Dandim 1602&sol;Ende&comma; Kasi Intel Kejari Ende&comma; KA Pos BIN Ende&comma; Waka Polres Ende&comma; Pimpinan DPRD Ende&comma; Sekda Ende&comma; Kepala Kesbangpol Ende&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Lebih lanjut&comma; Ketua MUI Ende menjelaskan&comma; berdasarkan hasil pertemuan lintas Tokoh Agama bersama Bupati telah diterangkan bahwa berkaitan dengan polemik yang muncul di tengah masyarakat soal agenda kegiatan menyongsong Harlah Pancasila telah di klarifikasi oleh Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Ketua MUI&comma; polemik itu muncul karena terjadi disinformasi atau kurang lengkapnya informasi yang merebak luas di tengah masyarakat terhadap beberapa agenda kegiatan menyambut Harlah Pancasila sehingga menimbulkan gejolak di tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dan tadi Bupati sudah sampaikan permohonan maaf terkait polemik itu&period; Dan yang paling utama adalah saya dan juga tokoh-tokoh agama lain&comma; dari Protestan dan Hindu&comma; kami mendukung seikhlas dan setulus hati terhadap seluruh rangkaian kegiatan hari lahir Pancasila tahun 2025 ini&&num;8221&semi;&comma; ujar Ketua MUI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua MUI berharap kiranya polemik yang terjadi perlu diambil langkah-langkah proteksi untuk diperbaiki sehingga semua umat hidup dalam nuansa damai dan sejuk&comma; tidak adanya gejolak yang muncul di kemudian hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menyoroti soal kegiatan Festival Ine Maria Guadalupe&comma; Ketua MUI menjelaskan&comma; menurut ajaran umat Islam&comma; ada sebuah istilah &&num;8216&semi;Lakum Diinukum Wa Liyadiin yang artinya &&num;8216&semi;untukMu AgamaMu&comma; dan untukKu AgamaKu&&num;8217&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sehingga ada semacam pesan bahwa kita ini walaupun masing-masing tapi kita tetap satu&&num;8221&semi;&comma; terang Ketua MUI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda menjelaskan&comma; seluruh rangkaian kegiatan dalam menyongsong Harlah Pancasila 1 Juni yang di gagas dari tanggal 21 hingga 29 Mei 2025 dilakukan untuk menghidupkan kota Ende biar lebih hidup&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun menurut Bupati&comma; selain kegiatan Pekan Ende Street Festival &lpar;PESTA&rpar;&comma; di tanggal 30 akan di isi dengan seminar kebangsaan dengan tema &&num;8221&semi; Pancasila Dalam Perubahan dan Dinamika Politik Dunia Dalam Era Digital&&num;8221&semi;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati pun menegaskan&comma; seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di tanggal 31 Mei akan dilaksanakan agenda kegiatan doa kebangsaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh masing-masing Agama sesuai keyakinannya&comma; Agama Katolik dengan Festival Ine Maria Guadalupe&comma; Agama Islam dengan Dzikir dan Tahlilan&comma; demikian pun dengan Agama Protestan dengan Kebaktian di Gereja Syalom&comma; begitu pun Hindu dan Budha akan melaksanakan Ibadat di rumah Ibadat masing-masing<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Intinya agenda ini adalah agenda dari doa kebangsaan&period; Jadi semua agama diberi ruang pada tanggal 31&&num;8221&semi;&comma; tukas Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Badeoda lalu memberikan klarifikasi atas merebaknya informasi bahwa pemerintah di erah kepemimpinannya mendesain kegiatan dalam menyongsong Harlah Pancasila dengan mengkultuskan salah satu Agama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; berkaitan dengan doa kebangsaan tidak hanya diikuti oleh umat Katolik namun ruang sama diberikan kepada semua agama<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Perlu saya luruskan&comma; Pemerintah tidak mengutamakan salah satu Agama&period; Pada saat jumpa pers kemarin saya sudah sampaikan bahwa tanggal 31 itu akan di isi dengan doa kebangsaan&period; Katolik menggunakan Festival Ine Maria Guadalupe&comma; sebagai simbol Agama Katolik&comma; perarakan dari Gereja Mautapaga Ke Gereja Katedral&comma; sedangkan Agama Islam dengan Dzikir dan Tahlilan&&num;8221&semi;&comma; ungkapnya<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Intinya bahwa pada saat tanggal 31 ini&comma; di beri ruang kepada semua agama untuk memberikan yang terbaik buat bangsa ini dengan doa kebangsaan di tempat ibadat masing-masing Agama&period;&&num;8221&semi;&comma; tambah Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati juga meluruskan soal undangan launching&comma; di mana hanya mencantumkan agenda kegiatan salah satu Agama dan juga flyer yang menonjolkan simbol agama tertentu &period; Menurutnya&comma; itu sebuah kekeliruan dan perlu diperbaiki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Baliho itu sudah diperbaiki untuk Lima hari ke depan&period; Jadi malam ini pasang baliho yang baru&&num;8221&semi;&comma; terang Bupati&period; &lpar;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version