Site icon savanaparadise.com

Rapat Pemilihan Pimpinan Komisi II DPRD TTU 3 kali Deadlock, Arif Talan : Ini Pukulan Telak Yang Sangat memalukan bagi Fraksi Nasdem

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savana paradise&period;com&comma;&lowbar;<&sol;strong> Rapat pemilihan Pimpinan Komisi II DPRD TTU dalam lanjutan Sidang Paripurna rotasi Alat Kelengkapan Dewan &lpar;AKD&rpar; DPRD TTU periode 2019-2022 mengalami 2 kali deadlock&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Deadlock ini terjadi&comma; dikarenakan jumlah anggota komisi II terdiri dari 8 orang&comma; dan pada saat pemilihan pimpinan komisi terjadi draw &lpar;sama kuat&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagaimana pantauan media ini&comma; pada rapat pemilihan pimpinan komisi&comma; komisi I dan komisi III berjalan dengan aman dan lancar&comma; namun perdebatan sengit justru terjadi pada rapat pemilihan pimpinan komisi II&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pada komisi II yang terdiri dari 8 orang anggota DPRD&comma; setelah dilakukan pemilihan dengan sistem voting terbuka&comma; Dionisius Ulan &lpar;Golkar&rpar;&comma; Theodorus Tahoni &lpar;PKB&rpar;&comma; Hironimus Funan &lpar;Nasdem&rpar; dan Irenius Fredrik Taolin &lpar;Hanura&rpar; memilih Theodorus Tahoni sebagai pimpinan komisi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan Paulinus Efi dari fraksi Nasdem yang tidak didukung oleh fraksi Nasdem sendiri justru dipilih oleh Arifintus Talan &lpar;Fraksi Indonesia Sejahtera&rpar;&comma; Karolus B&period; Sonbay &lpar;Fraksi Ampera&rpar;&comma; Landelinus K&period; Meta &lpar;fraksi Gerindra&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Paulinus Efi kemudian turut memilih dirinya sendiri&comma; sehingga terjadi kesamaan perolehan suara menjadi 4 &&num;8211&semi; 4&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena kedua kubu tetap bertahan dengan komitmen masing-masing&comma; maka walau sidang diskors sebanyak 2 kali untuk dilakukan komunikasi politik&period; Hingga palu skors dicabut dan sidang kembali dilanjutkan&comma; hasilnya tetap nihil sehingga pimpinan DPRD akhirnya memutuskan untuk menskors sidang hingga selesai liburan idulfitri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Arifintus Talan&comma; salah satu anggota komisi II dari fraksi Indonesia Sejahtera saat dikonfirmasi wartawan mengungkapkan&comma; deadlock yang terjadi disebabkan oleh karena tidak adanya kesepakatan di dalam proses pemilihan terhadap pimpinan komisi II&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengungkapkan&comma; sebagai sekretaris Fraksi Indonesia Sejahtera dirinya sangat menyesalkan peristiwa deadlock yang terjadi karena semestinya hal ini tidak perlu terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya melihat bahwa&comma; ini adalah skenario-skenario yang dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu&comma; yang menjadikan kita deadlock dan kemudian kita yidak bersepakat&comma; padahal mestinya sudah diskorsing 2 kali&comma; dan kita berharap semestinya ada hasil yang harus kita peroleh&&num;8221&semi; jelas Arif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami memang dihubingi oleh pimpinan DPRD untuk terus berkomunikasi supaya terjadi pemilihan namun fraksi Gerindra&comma; fraksi Indonesia Sejahtera dan fraksi Ampera tetap bertahan untuk mendukung anggota fraksi Nasdem&comma; Paulinus Efi untuk menjadi pimpinan komisi dan bagi kami ini adalah hal yang sangat luar biasa&&num;8221&semi; sambungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengungkapkan&comma; hal seperti yang dilakukan oleh fraksi Gerindra&comma; fraksi Indonesia Sejahtera dan fraksi Ampera untuk memilih kader Nasdem yang justru terkesan dibuang oleh fraksinya sendiri adalah sejarah baru dalam DPRD TTU&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami melihat bahwa fraksi Nasdem sebagai fraksi terbesar di DPRD TTU&comma; yang tidak bersedia mengusung kadernya sendiri mencerminkan bahwa dalam tubuh fraksi Nasdem sedang terjadi perpecahan&comma; tidak solid dan tidak kompak&&num;8221&semi; ujar Talan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita berharap&comma; fraksi Nasdem lebih melakukan pembenahan internal agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik&comma; karena yang kita usung adalah kader fraksi Nasdem&comma; dan bagi saya ini adalah pukulan telak yang sangat memalukan bagi fraksi Nasdem&comma; karena ternyata sesuai pernyataan Pak Paulinus Efi&comma; dirinya memang tidak dipakai atau diandalkan di fraksi Nasdem tapi justru diusulkan oleh fraksi lain&&num;8221&semi; pungkas Arif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Ketua DPRD TTU&comma; Hendrik F&period; Bana&comma; SH saat dikonfirmasi terkait peristiwa deadlock yang terjadi menuturkan&comma; hal tersebut adalah adalah sebuah dinamika politik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita tidak bisa mengatakan bahwa&comma; atau menghindar dari proses-proses perbedaan yang sedang terjadi&&num;8221&semi; kata Hen&comma; sapaan akrab Hendrik F&period; Bana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hen menegaskan&comma; pimpinan DPRD akan memerintahkan staf Sekretariat DPRD untuk mengirim surat susulan kepada seluruh pimpinan fraksi&comma; agar setelah hari raya Idulfitri&comma; skorsing dicabut dan proses pemilihan pimpinan komisi II dan beberapa alat kelengkapan lain dapat dilanjutkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait tudingan bahwa fraksi Nasdem tidak mendukung kadernya sendiri untuk menduduki pimpinan komisi II&comma; Hen berujar&comma; itu adalaha asumsi dan dirinya tidak ingin menanggapi hal tersebut karena menurutnya itu tidak sesuai prosedur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Fraksi itu perpanjangan tangan dari Partai politik&comma; sehingga frakai harus mengamankan seluruh kepentingan partai politik yang ada di DPRD&period; Itu wajib hukumnya&&num;8221&semi; tegas Hen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menerangkan&comma; jika ada anggota fraksi yang merasa tidak nyaman di dalam fraksinya&comma; silahkan mengajukan permohonan pengunduran diri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hen berharap&comma; dalam masa skorsing ini&comma; proses komunikasi politik dapat dilakukan sehingga ketika sidang dimulai kembali&comma; prosesnya dapat berjalan dengan baik dan lancar&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis &colon; Yuven Abi<&sol;strong><br &sol;>&NewLine;<strong>Editor &colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version