Site icon savanaparadise.com

Program Quik Win Melki-Johni Buka Jalan Bagi Anak NTT ke Institusi Negara

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Program Quik Win di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT&comma; Melki Laka Lena dan Johanis Asadoma membuka jalan bagi anak-anak NTT ke Institusi Negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program stretegis ini&comma; yang lebih menyasar secara khusus dibidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia telah mencatatkan capaian yang begitu signifikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah Pendampingan masuk Perguruan Tinggi&comma; TNI&comma; Polri&comma; dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025&comma; yang telah berhasil mengantar ratusan siswa NTT menembus ketatnya seleksi nasional&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Program ini merupakan bentuk intervensi aktif Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjawab rendahnya partisipasi lulusan SMA&sol;SMK terhadap jalur pendidikan dan penugasan negara&comma; seperti perguruan tinggi kedinasan&comma; akademi militer dan kepolisian&comma; serta PTN terkemuka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>kendati mendapat berbagai kendala klasik seperti minimnya informasi&comma; kurangnya persiapan akademik dan fisik&comma; hingga keterbatasan ekonomi menjadi hambatan utama yang selalu berulang setiap tahunnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meskipun demikian&comma; pada tahun ini&comma; pola kerja terstruktur yang dirancang dalam kerangka Quik Win terbukti memberikan hasil signifikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebanyak 124 siswa dari seluruh NTT dinyatakan lolos dan diterima secara resmi di institusi TNI&comma; Polri&comma; dan sekolah-sekolah kedinasan milik negara&period; Ini merupakan lonjakan progresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya&comma; di mana angka kelulusan masih di bawah 100 siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Capaian ini tidak datang tiba-tiba&period; Sejak Maret 2025&comma; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT melaksanakan rangkaian kegiatan sistematis yang mencakup pemetaan minat siswa di 22 kabupaten&sol;kota&comma; peluncuran program oleh Gubernur NTT&comma; pelaksanaan try out akbar serentak bekerja sama dengan Ruang Guru&comma; pendampingan fisik bersama TNI&sol;Polri&comma; hingga sosialisasi daring yang menjangkau satuan pendidikan di pelosok&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebanyak 2&period;137 siswa mengikuti program ini secara penuh&comma; dan lebih dari 1&period;000 siswa berhasil menembus tahap seleksi akademik dan psikotes&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak hanya itu&comma; angka penerimaan mahasiswa baru dari NTT melalui jalur SNBP dan SNBT tahun 2025 juga melonjak signifikan&period; Total 4&period;642 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi nasional&comma; dari program studi vokasi hingga bidang-bidang strategis seperti kedokteran&comma; pertanian&comma; hukum&comma; dan teknik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kota Kupang dan Kabupaten Kupang masih menjadi dua wilayah dengan capaian tertinggi&comma; namun sejumlah kabupaten di Flores&comma; Alor&comma; dan Sumba mulai menunjukkan tren peningkatan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT&comma; Ambros Kodo&comma; menyampaikan bahwa program ini didesain sebagai upaya untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan&comma; bukan hanya di kota-kota besar&comma; tetapi juga di wilayah 3T &lpar;terdepan&comma; terluar&comma; dan tertinggal&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami tidak ingin ada satu pun anak NTT yang memiliki potensi tetapi gagal meraih masa depannya hanya karena kurang informasi atau tidak ada pembinaan&period; Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan itu&comma;” ujar Ambros kepada media&comma; Jumat &lpar;11&sol;7&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; pendampingan ini bukan semata bimbingan teknis&comma; melainkan juga transformasi karakter generasi muda agar siap menghadapi persaingan nasional secara tangguh&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami membangun pola pendampingan yang terintegrasi dari pemetaan minat&comma; pelatihan fisik dan akademik&comma; hingga simulasi tes berbasis CAT&period; Semua dirancang untuk memastikan siswa-siswi NTT benar-benar siap bersaing&comma;” tambah Ambros&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ambros mengatakan keberhasilan tahun ini bukan akhir&comma; melainkan pijakan awal menuju sistem pendampingan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dirinya mengungkapkan dinas akan mendorong program ini sebagai agenda tahunan prioritas&comma; termasuk mengusulkan dukungan anggaran APBD secara khusus untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa di masa mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keberhasilan Program Quik Win&comma; kata Ambros&comma; tidak lepas dari sinergi berbagai pemangku kepentingan&colon; TNI&comma; Polri&comma; institusi pendidikan tinggi&comma; alumni sekolah kedinasan&comma; komunitas psikolog&comma; dan lembaga pelatihan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; rapat-rapat koordinasi yang digelar sejak awal tahun menghasilkan pembentukan satuan tugas lintas instansi dan di masing-masing lembaga diberi tanggung jawab sesuai fungsinya&comma; termasuk dalam pembinaan fisik&comma; simulasi psikotes&comma; penyediaan materi bimbingan&comma; dan fasilitasi pendaftaran online&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai contoh&comma; jelas Ambros&comma; pelaksanaan try out UTBK dan seleksi sekolah kedinasan dilakukan secara massal dan serentak di seluruh kabupaten&sol;kota&comma; dengan keterlibatan langsung kepala sekolah&comma; koordinator pengawas&comma; hingga orang tua siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; tambah dia&comma; sekolah juga diwajibkan menggelar sosialisasi tentang jalur PTN&comma; TNI&sol;Polri&comma; dan kedinasan sejak kelas X agar siswa dapat mempersiapkan diri lebih awal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan&comma; meski capaian tahun ini cukup membanggakan&comma; program ini masih menghadapi tantangan serius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; tantangan serius yang sering dihadapi diantaranya adalah keterbatasan fasilitas latihan fisik di banyak sekolah&comma; masalah jaringan internet saat proses pendaftaran online di daerah terpencil&comma; hingga kekurangan pelatih profesional di bidang kesamaptaan dan psikotes&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mengatasi hal itu&comma; jelas dia&comma; beberapa rekomendasi strategis tengah disusun&comma; antara lain&colon;<&sol;p>&NewLine;<ol>&NewLine;<li>Menetapkan program ini sebagai bagian dari RPJMD pendidikan NTT&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Mengembangkan platform digital pendampingan yang terintegrasi&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Membangun kerja sama formal dengan institusi pendidikan dan keamanan sebagai mitra tetap&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Meningkatkan kapasitas guru BK dan wali kelas dalam mendampingi siswa&period;<&sol;li>&NewLine;<li>Menyediakan paket pendampingan berbasis wilayah dan kebutuhan lokal&period;<&sol;li>&NewLine;<&sol;ol>&NewLine;<p>Lebih lanjut Ambros menguraikan&comma; angka-angka yang ditorehkan Program Quik Win tahun ini tidak hanya menjadi statistik keberhasilan&comma; tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi ribuan anak muda NTT yang selama ini merasa terhalang oleh keterbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Para siswa yang berhasil lolos seleksi kini bersiap menjalani pendidikan di institusi negara&comma; dari Akademi Militer&comma; Sekolah Tinggi Ilmu Statistik&comma; hingga Politeknik Keuangan Negara&period; Mereka tidak hanya membawa nama baik pribadi dan keluarga&comma; tetapi juga membawa mimpi dan harga diri masyarakat NTT ke panggung nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur NTT dalam peluncuran program di SMAN 3 Kupang sempat menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan kenaikan partisipasi pendidikan tinggi berbasis penugasan negara setiap tahun sebagai bagian dari visi besar pembangunan manusia NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan demikian&comma; kata Ambros&comma; program Quik Win tidak hanya layak dipertahankan&comma; tetapi perlu diperkuat dan direplikasi&period; Karena di balik keberhasilan setiap anak NTT yang lolos TNI&comma; Polri&comma; dan sekolah kedinasan&comma; tersimpan kerja kolektif yang terstruktur&comma; kolaboratif&comma; dan berpihak pada masa depan&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Relevan dan Berdampak<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Program Quick Win atau Program Percepatan yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;Pemprov NTT&rpar; dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial dan pembangunan nasional saat ini&comma; khususnya dalam sektor pendidikan&period; Melalui pendekatan reformasi birokrasi yang lebih dinamis dan berorientasi pada pelayanan publik&comma; Quick Win menjadi salah satu instrumen penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu akademisi NTT&comma; Dr&period; Patrisius Kami&comma; S&period;Pd&period;&comma; M&period;Hum&period;&comma; menyampaikan pandangannya bahwa Quick Win bukan sekadar agenda periodik&comma; tetapi merupakan bentuk nyata dari proses rebirokratisasi&comma; pendauran ulang pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab negara terhadap warganya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Program Quick Win ini bukan hanya soal percepatan&comma; tapi juga penyadaran bahwa negara punya kewajiban mendasar dalam melayani rakyatnya secara adil dan bermartabat&comma;” ungkap Rektor Universitas Aryasatia Deo Muri &lpar;UNADRI&rpar; Kupang ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menilai&comma; semangat dasar reformasi birokrasi sudah mulai digagas sejak era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono &lpar;SBY&rpar; tahun 2004&comma; khususnya dengan lahirnya Grand Design Reformasi Birokrasi 2010–2025 melalui Perpres Nomor 81 Tahun 2010&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Quick Win di bidang pendidikan&comma; menurutnya&comma; merupakan pengejawantahan dari prinsip birokrasi yang bersih&comma; profesional&comma; dan akuntabel&period; Ia mengapresiasi Pemprov NTT karena telah menempatkan persoalan pendidikan sebagai sektor utama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tahun ini&comma; tercatat lebih dari 4&period;000 siswa asal NTT diterima di berbagai perguruan tinggi nasional&comma; dan ratusan lainnya lolos ke sekolah kedinasan&comma; TNI&comma; dan Polri melalui program pendampingan terstruktur yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi&period; Ini menjadi capaian konkret dari semangat Quick Win yang berpihak pada peningkatan sumber daya manusia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski begitu&comma; ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan evaluasi serius dari program-program tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita tidak ingin Quick Win hanya jadi program rutinitas yang habis masa jabatan ikut habis pula gaungnya&period; Program ini harus berdampak langsung pada fondasi kehidupan bangsa&comma; terutama pendidikan karakter keindonesiaan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menyoroti pentingnya orientasi pembangunan SDM yang tidak sekadar diarahkan untuk menjadi tenaga kerja industri semata&comma; tetapi juga tumbuh sebagai manusia Indonesia seutuhnya yakni ber-Tuhan&comma; adil&comma; beradab&comma; bersatu&comma; penuh kebijaksanaan dan berkeadilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Anak-anak NTT yang kuliah di luar daerah atau di kampus-kampus lokal&comma; semua harus punya semangat yang sama yakni menjadi agen perubahan yang berpihak pada rakyat&comma; bukan sekadar menjadi lulusan yang membanggakan almamater&comma; tetapi membawa makna dan perubahan&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia pun berharap agar program Quick Win bisa terus dikawal dan diperkuat sebagai bagian dari gerakan reformasi birokrasi yang mengakar pada nilai-nilai kearifan lokal&comma; karakter Pancasila&comma; dan semangat Bhinneka Tunggal Ika&comma; serta menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan NTT dari desa hingga ke pusat kota&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Suatu saat nanti&comma; mereka akan kembali ke tengah masyarakat dan berkata dengan lantang&colon; Ayo Bangun NTT&excl;&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Bukti Nyata Komitmen Pemerintah<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Remalya Eklesiawati Bajoanita Latupeirissa&comma; lulusan SMAN 1 Kupang yang berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia &lpar;UI&rpar;&comma; menyampaikan apresiasi mendalam atas Program Quick Win Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur&period; Menurutnya&comma; program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda NTT untuk menembus perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Program Quick Win ini sangat bagus dan memiliki dampak yang baik karena banyak peserta didik kelas 12 yang didampingi secara akademik maupun non-akademik untuk menggapai cita-cita mereka&comma;” kata Remalya saat dihubungi media ini&period; Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi bentuk perhatian nyata Pemerintah Provinsi NTT terhadap masa depan putra-putri daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Remalya mengikuti salah satu bentuk program Quick Win berupa pembimbingan UTBK yang dilaksanakan langsung di sekolahnya&period; SMAN 1 Kupang&comma; menurutnya&comma; telah melakukan pemetaan minat siswa terhadap perguruan tinggi negeri maupun swasta&comma; yang kemudian dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dalam pembimbingan UTBK itu&comma; dinas sempat memfasilitasi sekolah dengan memberikan buku yang digunakan untuk belajar UTBK&period; Setelah pengumuman SNBP&comma; juga diadakan simulasi tes UTBK di SMA Negeri 3 Kupang&comma;” jelasnya&period; Tidak hanya itu&comma; ia juga menyebut adanya sosialisasi dari dosen Universitas Nusa Cendana &lpar;Undana&rpar; yang memberikan tips-tips mengerjakan soal UTBK kepada para siswa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pendampingan akademik inilah yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh Remalya&period; Namun ia juga menggarisbawahi bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi&comma; tetapi juga mereka yang mengikuti seleksi sekolah kedinasan dan TNI&sol;Polri&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Ada juga pendampingan untuk teman-teman yang ingin mengikuti Tes Kedinasan&comma; seperti persiapan fisik&comma; mental&comma; dan karakter&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui pernyataannya&comma; Remalya menyampaikan harapan agar program Quick Win tetap dilanjutkan dan diperluas cakupannya ke seluruh wilayah NTT&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya berharap agar program ini terus berjalan sehingga banyak putra-putri daerah yang dapat menempuh pendidikan entah itu di dalam NTT maupun di luar NTT&comma;” tutupnya&period; &lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version