Site icon savanaparadise.com

Program Klasterku Hidupku BRI Berhasil Berdayakan Petani Alpukat di Probolinggo, Intip Kisahnya!

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Desa Maron yang terletak di tengah perbukitan Probolinggo&comma; Prov&period; Jawa Timur menyimpan sebuah cerita tentang keberhasilan buah dari kerja keras&period; Di desa yang memiliki tanah subur ini adalah rumah bagi rimbunnya pohon-pohon alpukat dari tangan-tangan para petani di sana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu cerita yang datang dari Desa Maron adalah perjalanan Dodik Handoko yang merupakan Ketua Klaster Alpukat Probolinggo&period; Klaster Alupkat Probolinggo juga menjadi bagian dari Klasterku Hidupku yang menjadi program pemberdayaan BRI dalam mendukung pelaku Usaha Mikro&comma; Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; untuk terus berkembang<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui Klaster Alpukat Probolinggo&comma; Dodik pun sukses memberdayakan diri sendiri dan lingkungan melalui alpukat&period; Ia bercerita&comma; awalnya memulai dari menjual 100 kilogram alpukat lokal Probolinggo ke pasar-pasar kecil&period; Namun seiring waktu&comma; jumlahnya terus meningkat&comma; dari hanya mampu membeli 1 ton&comma; kini Dodik mampu memasok hingga 30-40 ton alpukat ke berbagai pasar di Indonesia&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Nama Alpukat Probolinggo pun telah dikenal hingga di Pasar Induk Jakarta&comma; Cikopo&comma; Cibitung&comma; Kramat Jati dan beberapa wilayah lainnya&period; Bahkan&comma; saat ini&comma; Alpukat Probolinggo telah menjadi salah satu ikon buah unggulan daerah&period; Tidak hanya dikenal di Jawa&comma; Dodik juga memasok alpukat ke Medan&comma; terutama ketika stok alpukat lokal di Sumatra sedang habis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau Medan kekurangan&comma; kami kirim dari Probolinggo&period; Sebaliknya&comma; kalau Jawa yang habis&comma; kadang suplai datang dari Medan&period; Jadi&comma; saling melengkapi&comma;&&num;8221&semi; ujar Dodik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dirinya mengatakan&comma; harga alpukat yang dijual pun bervariasi&comma; tergantung pasarnya&period; &&num;8220&semi;Kalau untuk supermarket&comma; harganya bisa Rp30 ribu per kilogram&period; Kalau untuk pasar tradisional&comma; mulai dari Rp10 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai primadona dari Daerah Maron&comma; alpukat dari Klaster Alpukat Probolinggo pun hadir di Bazar UMKM BRIliaN yang digelar di Area Taman BRI&comma; Jakarta&comma; &lpar;16&sol;12&sol;2024&rpar;&period; Alpukat yang dibawa Dodik pun ludes dalam satu hari gelaran bazzar tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dodik pun mengungkapkan bahwa bazzar yang dihadirkan oleh BRI itu sangat membantu klasternya untuk bisa memperkenalkan alpukat Probolinggo ke pangsa pasar yang lebih luas agar bisa memberikan pendapatan lebih&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Bazar UMKM BRILiaN sangat membantu kami&comma; semoga ini bisa menginspirasi pelaku UMKM lainnya&comma; bukan hanya daerah sekitar kami&comma; tapi menyebar ke seluruh Indonesia&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Berdaya Lewat KlusterkuHidupku BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Dodik menuturkan&comma; sekitar sembilan tahun lalu atau pada 2015&comma; dirinya berkenalan dengan BRI&period; ia pertama kali mengajukan Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; sebesar Rp50 juta dari BRI&period; Modal tersebut menjadi titik awal perkembangan usaha Dodik yang kini mampu memasarkan alpukat hingga puluhan ton setiap musimnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Alhamdulillah&comma; kita kembangkan dari modal pertama itu&period; Sampai sekarang sudah banyak untung&comma;&&num;8221&semi; tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dodik pun meningkatkan pinjaman KUR-nya hingga Rp150 juta seiring dengan ekspansi usaha&period; Menariknya&comma; pembayaran pinjaman selalu lancar tanpa kendala&period; Ia menyebut kemitraannya dengan BRI sebagai salah satu faktor utama yang membuat usahanya tetap stabil hingga sekarang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dengan BRI&comma; kami tak bingung cari pinjaman ke mana&period; Alhamdulillah&comma; pembayaran juga lancar&period; Kami sangat terbantu&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<br &sol;>&NewLine;Dodik pun berharap kemitraan dengan BRI akan terus berjalan&comma; terutama dalam mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah seperti miliknya&period; &&num;8220&semi;Semoga ke depan usaha kami tambah sukses&comma; tambah maju&comma; dan semakin jaya&comma;&&num;8221&semi; ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan terpisah&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa Klasterku Hidupku merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha dalam satu wilayah&comma; sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Supari menambahkan bahwa program Klasterku Hidupku menjadi salah satu bentuk strategi yang mengutamakan pada pemberdayaan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Secara umum&comma; strategi bisnis mikro BRI akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan&period; BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada pelaku UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar&comma; integrasi&comma; hingga interkoneksi&comma;” ujar Supari&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version