Site icon savanaparadise.com

Program BRInita Sukses Jadikan Kelurahan Padjajaran Bandung Jadi Percontohan Urban Farming

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Bandung&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Rimbunnya pepohonan dengan beragam warna menghiasi wajah Kelurahan Padjajaran&comma; Kecamatan Cicendo&comma; Kota Bandung&period; Beragam tanaman bisa dijumpai di pemukiman padat penduduk tersebut&comma; seperti sayuran&comma; buah-buahan macam jeruk dan anggur&comma; kopi dan bermacam-macam bunga&period; Menariknya&comma; perkebunan tersebut membentang di atas aliran sungai Cilimus dengan panjang 250 meter&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rupanya&comma; gerakan bercocok tanam di kelurahan tersebut sudah berlangsung sejak lama&period; Masyarakat sekitar pun menyebut perkebunan itu sebagai Buruan Sae&comma; dua kata dari bahasa Sunda yang berarti halaman indah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Awalnya bangunan di atas sungai itu hanya pakai bambu dan tidak luas seperti sekarang&period; Tapi karena ada program Urban Farming bernama Buruan Sae dari walikota Bandung pada 2014&comma; jadi warga mulai serius&period; Bangunannya diganti pakai yang lebih kuat dan ditambah luasnya&comma;&&num;8221&semi; ungkap Wawasan Setiawan&comma; Ketua Buruan Sae Kelurahan Padjajaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keseriusan warga itu pun dibuktikan dengan mengganti dasar lahan perkebunan di atas sungai tersebut menggunakan baja ringan&period; Namun&comma; pagar dan atapnya masih pakai bambu&period; Beberapa bagian ada yang dilapisi plastik tebal untuk melindungi tanaman&period; Berkat pembenahan tersebut&comma; kini perkebunan di Padjajaran tersebut menjelma menjadi Agrowisata Urban Farming&period; Di samping mendapatkan bibit dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bandung&comma; tanaman yang dibudidayakan di sana berasal dari warga yang mencari bibit sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Daya tarik urban farming tersebut semakin besar&comma; setelah warga sekitar juga mulai memperbanyak kegiatan edukasi dan membudidayakan ikan lele dan nila di tujuh kolam berukuran 1&comma;5 meter&period; Urban farming tersebut semakin diperluas tempatnya setelah mengikuti program BRI Peduli Bertani di Kota atau BRInita&period; Konsep bertani tersebut memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman atau urban farming&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wawan mengaku jika hadirnya BRInita di Padjajaran tak lepas dari campur tangan sang lurah&comma; yaitu Paridin&period; Menurut Wawan&comma; lurah tersebut giat mencari berbagai bantuan dan dukungan&period; Paridin kemudian bekerja sama dengan BRI lewat BRInita untuk memperluas Buruan Sae Padjajaran agar urban farming tersebut terus berkembang dan dilestarikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program BRInita juga mengenalkan metode tanam vertical garden&comma; memberikan banyak pelatihan dan pendampingan&comma; sehingga warga bisa semakin inovatif dalam mengolah hasil panen di Buruan Sae Padjajaran&period; Dampaknya pun bisa dirasakan oleh warga sekitar&period; Warga di kelurahan Padjajaran tak lagi harus membeli bumbu dapur&comma; seperti cabai&comma; tomat dan bawang&comma; karena bisa dipanen langsung dari Buruan Sae&period; Selain itu&comma; warga juga dapat menikmati hasil panen dari sayuran dan buah-buahan segar setiap saat tanpa harus membeli&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak berhenti di situ&comma; warga juga aktif mengolah hasil panen di Buruan Sae Padjajaran menjadi beragam produk UMKM&comma; seperti produk Bunga Telang dan Kopi Pot&period; Dari bunga telang saja bisa dihasilkan empat jenis produk&comma; termasuk minuman segar&period; Begitu juga dengan produk kopinya&comma; bahan baku yang digunakan juga biji kopi yang dipanen dari urban farming di Padjajaran tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di samping&comma; Minuman Segar Bunga Telang dan Kopi Pot&comma; UMKM di Kelurahan Padjajaran kini punya produk andalan&comma; yakni Wedang Jahe Merah yang bahan bakunya juga dipanen dari kebun urban farming di sana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Minuman herbal tersebut amat laku di pasaran&comma; karena banyak peminatnya&period; Bahkan&comma; dengan berjualan Wedang Jahe Merah secara online&comma; pembelinya sudah cukup banyak dan konsisten&period; Dalam sekali produksi&comma; kami mampu membuat wedang jahe merah dalam kemasan 20-25 botol kemasan 250ml&period; Mengingat bahan bakunya terbatas&comma; kami menjualnya berdasarkan pesanan&comma;” ungkap anggota Kelompok Wanita Padjajaran Lestari&comma; Devi Setiawati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di kesempatan terpisah&comma; Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menambahkan bahwa BRI terus mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menyalurkan program-program yang secara nyata dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan&period; Program BRInita menjadi salah satu komitmen nyata BRI bagi pelestarian lingkungan di tengah kota&comma; dengan memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Program ini tidak hanya dilakukan di satu titik saja&comma; tetapi di 21 titik di seluruh Indonesia&period; Dengan bantuan infrastruktur yang kami berikan&comma; harapannya program ini dapat terus berjalan secara kontinyu sehingga menjadi wadah positif bagi masyarakat&comma;” tegas Catur&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version