Site icon savanaparadise.com

Polisi Tangani Dugaan KDRT Di Ende

Polisi Terima Laporan Warga atas dugaaan KDRT (Foto: Chen Rasi/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga &lpar;KDRT&rpar; di Ende sedang ditangani oleh Aparat Penegak Hukum &lpar;APH&rpar; dari kepolisian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kasus tersebut dialami oleh seorang warga bernama Theresia Baki &lpar;29&rpar; Dusun Paupanda II&comma; Desa Wewaria&comma; Kecamatan Wewaria&comma; Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia diduga dianiaya oleh seorang pria berinisial YJ &lpar;23&rpar; yang diduga adalah suami dari korban&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Wewaria&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari penuturan korban kepada petugas Piket&comma; peristiwa itu bermula pada hari Sabtu tanggal 5 Juli 2025 sekitar pukul 06&period;30 Wita&comma; saat terjadi pertengkaran antara dirinya dan terlapor&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada saat itu&comma; korban meminta izin kepada terlapor untuk pulang ke kampung halamannya di Lembata guna menjenguk ibu dan saudara kandungnya dengan membawa serta kedua anaknya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terlapor &lpar;suami&rpar; menolak permintaan korban dengan alasan tidak memiliki uang dan tidak mengizinkan kedua anaknya dibawa oleh korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>buntut penolakan tersebut memicu emosi terlapor hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh terlapor dengan cara mencekik leher korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejatinya&comma; korban dan terlapor belum menikah secara sah secara agama &lpar;nikah gereja&rpar;&comma; namun keduanya telah tinggal serumah dan sudah dikaruniai dua orang anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kapolres Ende melalui Kapolsek Wewaria&comma; Iptu Dantje Dima menjelaskan&comma; pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan memanggil terlapor beserta saksi-saksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Korban dan terlapor&comma; jelas Kapolsek&comma; sempat dipertemukan di Polsek Wewaria dan saat itu&comma; keduanya bersepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kapolsek juga memberikan klarifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial dan pemberitaan bahwa Anggota Polsek Wewaria diam tidak menanggapi laporan korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar&period; Hari ini&comma; Senin &lpar;7&sol;7&sol;2025&rpar;&comma; korban resmi membuat laporan polisi&period; Kami juga sudah membawa korban untuk divisum di Puskesmas Welamosa serta melakukan pemeriksaan awal terhadap korban&comma; terlapor&comma; dan saksi-saksi&comma;” ujar Kapolsek&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; kasus ini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak &lpar;PPA&rpar; Satreskrim Polres Ende&period; Hal ini dilakukan mengingat korban adalah seorang perempuan&comma; sementara di Polsek Wewaria belum tersedia penyidik khusus PPA&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat&comma; khususnya dalam kasus yang melibatkan perempuan dan anak&&num;8221&semi;&comma; tegas Kapolsek Wewaria&period; &lpar;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version