Site icon savanaparadise.com

Pj. Walikota Kupang Hadiri Rapat Kerja Bersama PJ. Gubernur NTT dan Para Bupati/Wali Kota se-NTT*

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma;<strong>Savanaparadise&period;com-<&sol;strong>Penjabat &lpar;PJ&rpar; Wali Kota Kupang&comma; Linus Lusi&comma; S&period;Pd&period;&comma; M&period;Pd&period;&comma; menghadiri Rapat Kerja yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur NTT&comma; Dr&period; Andriko Noto Susanto&comma; S&period;P&period;&comma; M&period;P&period;&comma; bersama para PJ&period; Bupati dan Wali Kota se-NTT&comma; Selasa &lpar;15&sol;10&rpar;&period; Rapat kerja tersebut dilaksanakan di Aula Fernandez&comma; Kantor Gubernur NTT&comma; dan dihadiri oleh PJ&period; Bupati&comma; Wakil Bupati&comma; serta pejabat daerah yang mewakili&comma; termasuk kepala perangkat daerah lingkup Provinsi NTT&period; Dengan tema &OpenCurlyDoubleQuote;Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT&comma;” rapat kerja ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten&sol;kota dalam menyelesaikan berbagai isu strategis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pj&period; Walikota Kupang&comma; Linus Lusi&comma; turut didampingi oleh sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Kupang&comma; antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan&comma; Alfred A&period; Lakabela&comma; S&period;Pd&period;&comma; M&period;Pd&period;&semi; Kepala Dinas Ketahanan Pangan&comma; Drs&period; Iskandar Kapitan&semi; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB&comma; drg&period; Fransisca Johana H&period; Ikasasi&semi; Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah&comma; Ernest S&period; Ludji&comma; S&period;STP&period;&comma; M&period;Si&period;&semi; Kepala Dinas Kesehatan&comma; drg&period; Retnowati&comma; M&period;Si&period;&semi; Kepala Bagian Tata Pemerintahan&comma; Hengky C&period; Malelak&comma; S&period;STP&period;&comma; M&period;Si&period;&semi; dan Sekretaris BKPPD&comma; Eirene Margareta Jusuf&comma; S&period;Pt&period;&comma; M&period;Sc&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rapat ini&comma; ada enam isu penting yang menjadi prioritas pembahasan&comma; yaitu&colon;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>1&period; Realisasi APBD Kabupaten&sol;Kota hingga 4 Oktober 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; Pencairan anggaran Pilkada 2024 serta progres perekaman E-KTP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; Profil kemiskinan ekstrem dan stunting di NTT serta upaya penanganannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>4&period; Penanganan dan pengendalian inflasi Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>5&period; Analisa perubahan cuaca dan implementasi Perpres No&period; 81 Tahun 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>6&period; Data CPNS dan PPPK di Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penjabat Gubernur NTT&comma; Dr&period; Andriko Noto Susanto&comma; menekankan pentingnya percepatan implementasi Perpres No&period; 81 Tahun 2024 mengenai pengembangan Kawasan Pangan Lokal Terpadu&period; Ia juga mengarahkan agar setiap kabupaten&sol;kota segera menindaklanjuti Perpres tersebut dengan menyusun peraturan daerah yang mengatur penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal melalui teknologi dan inovasi agroindustri&period; Selain itu&comma; beliau mengimbau agar pemerintah desa memanfaatkan dana desa&comma; setidaknya 20&percnt;&comma; untuk mendukung percepatan penganekaragaman pangan lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rapat ini&comma; PJ&period; WaliKota Kupang diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan Kota Kupang terkait enam isu prioritas&period; Beliau menjelaskan bahwa realisasi anggaran Pemerintah Kota Kupang untuk periode pertama tahun anggaran mencapai Rp 2&period;632&period;700&period;000 dengan realisasi sebesar 67&comma;4&percnt; hingga 10 Oktober 2024&comma; sedangkan realisasi belanja mencapai 62&comma;5&percnt;&period; Pemerintah Kota Kupang juga telah menyalurkan dana kepada KPUD sebesar Rp 32&period;321&period;000&period;000 untuk penyelenggaraan Pilkada 2024&comma; yang melibatkan 550 TPS dan 275&period;491 pemilih&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengenai kemiskinan ekstrem&comma; PJ&period; Wali Kota Kupang mengungkapkan bahwa Kota Kupang berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 8&comma;61&percnt; menjadi 3&comma;20&percnt;&comma; berkat kerja keras 11 organisasi perangkat daerah dan validasi data dari BPS serta Dinas Sosial Kota Kupang&period; Upaya ini juga sejalan dengan gerakan kemanusiaan untuk mengatasi stunting&comma; yang dicanangkan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia &lpar;IDAI&rpar; dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia &lpar;POGI&rpar; NTT&comma; dengan target penurunan angka stunting hingga 2&period;000 anak dalam enam bulan ke depan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk inflasi&comma; Kota Kupang berada dalam kondisi terkendali dengan tingkat inflasi sebesar 2&comma;17&percnt;&period; Dalam mengatasi permasalahan inflasi&comma; Pemerintah Kota Kupang bersama perangkat daerah telah melakukan operasi pasar&period; Terkait dengan kelangkaan minyak tanah&comma; Pemkot telah mengirimkan surat resmi kepada TPB Gas sebagai upaya penanganan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>PJ&period; WaliKota Kupang juga menjelaskan langkah-langkah penanganan perubahan cuaca dan kekeringan yang melanda Kota Kupang&comma; termasuk rencana penanaman pohon asam&comma; yang diharapkan mampu membantu mengatasi masalah polusi udara dan memperkuat ketahanan lingkungan&period; Biji pohon asam telah dikirim dari Kota Bogor untuk mendukung inisiatif ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terakhir&comma; mengenai formasi CPNS dan PPPK&comma; PJ&period; WaliKota Kupang menyampaikan bahwa Kota Kupang mendapat 135 formasi CPNS&comma; dengan 931 pelamar yang memenuhi syarat dari total 1&period;033 pendaftar&period; Namun&comma; terdapat kendala dalam formasi PPPK&comma; terutama terkait tenaga honorer K2 yang belum sepenuhnya terakomodasi&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version