Site icon savanaparadise.com

Perkenalkan Kuliner Indonesia, BRI Bawa Ikan Asap Iwaku di Pasar Tong Tong Belanda

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanapradise&period;com&comma;– Usaha kuliner tradisional ikan asap asal Demak&comma; Jawa Tengah&comma; dengan sentuhan inovasi pengalengan makanan ternyata mampu meraih sukses&period; Brand tersebut bernama Iwaku&comma; kuliner ikan asap yang dikembangkan oleh Tejo Purwoto&comma; pelaku UMKM binaan dari PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk yang tampil di Festival Tong Tong di Belanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tejo Purwoto yang merupakan warga Desa Wono Sari&comma; Kecamatan Bonang&comma; Demak sebelumnya tak menyangka bisa ikut meramaikan festival budaya di Negeri Kincir Angin tersebut&period; Hal itu berawal dari keikutsertaannya dalam sebuah pameran UMKM di Demak&period; Saat itu&comma; dirinya bertemu dengan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami ikut pameran UMKM di Demak&period; Bertemu Pak Arya Sinulingga yang menyebut bahwa ternyata makanan tradisional bisa diproses seperti ini&period; Dengan pengalengan tanpa pengawet&comma; siap saji&comma; kami bisa ikut Festival Tong Tong&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tejo bercerita&comma; sekitar 11 tahun lalu ia bersama pelaku bisnis yang sama di desanya mulai menjalankan kelompok usaha&period; Langkah itu diiringi penguatan usaha melalui pembentukan Koperasi Serba Usaha &lpar;KSU&rpar; Asap Indah yang diketuai langsung oleh Tejo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kini&comma; KSU Asap Indah memiliki anggota 76 pelaku UMKM dengan mempekerjakan sekitar 350 tenaga kerja yang merupakan masyarakat di sekitar Desa Wono Sari&period; Usaha itu pun berhasil memutar roda ekonomi dengan omset sekitar Rp750 juta per hari dan bahan baku 25 ton ikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada tahun lalu&comma; ide pengalengan ikan asap muncul&period; Tejo ingin salah satu makanan khas tersebut tak hanya tahan 2-3 hari&period; Ternyata dengan proses pengalengan&comma; ikan asap buatan kelompok usaha yang dipimpin Tejo bisa tahan lebih dari 6 bulan tanpa perubahan rasa&period; Dari sana&comma; Tejo dan kelompok usahanya memberanikan diri melabeli dengan brand Iwaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kini&comma; ikan asap kalengan Iwaku diproduksi mencapai 2&period;500 kemasan untuk kebutuhan pasokan selama satu bulan&period; Dengan proses pengalengan seperti sarden&comma; Tejo menyebut permintaan dari pasar luar negeri mulai berdatangan&comma; seperti Amerika Serikat&comma; Jepang&comma; dan Belanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri&period; Hal ini tak terlepas dari akses permodalan BRI&period; Tejo bilang&comma; semua anggota koperasinya secara perorangan mendapatkan suntikan modal dari bank yang dikenal fokus dalam pemberdayaan UMKM tersebut&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Untuk akses permodalan kami masih sendiri-sendiri&period; Secara perorangan 100&percnt; anggota koperasi kami nasabah BRI&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam event pameran Pasar Tong Tong&comma; Iwaku telah memperbanyak varian ikan asap yang dikemas dengan pengalengan&period; Pihaknya pun akan berinovasi melalui berbagai rasa&comma; jenis bahan baku ikan yang lain&comma; dan memperbanyak variasi produk sehingga punya daya tarik lebih besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Peran Rumah BUMN BRI Demak<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Upaya Tejo untuk memperluas pasar pun tak terlepas dari peran Rumah BUMN BRI Demak&period; Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengatakan&comma; BRI senantiasa melakukan pendampingan kepada UMKM untuk meningkatkan transaksi penjualan&period; Menurutnya&comma; jika penjualannya naik&comma; pelaku usaha juga otomatis akan naik kelas sehingga peran BRI di sini juga menjembatani mereka ke pasar yang lebih luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Program pemberdayaan dan edukasi yang dilakukan oleh BRI berjalan secara berkesinambungan&period; Journey pemberdayaan bisnis UMKM yang kami lakukan&comma; yaitu go modern yang meliputi perbaikan kualitas produk&comma; story behind product&comma; packaging&comma; branding&comma; pengelolaan keuangan&comma; manajemen pemasaran dan pembukuan&comma;” jelas Amam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; go digital dengan digitalisasi dan automasi bisnis dan pemasaran&comma; go online melalui perluasan pasar menggunakan e-commerce&period; Terakhir&comma; go global dengan strategi menjangkau pasar internasional&period; Pada proses go global&comma; Pasar Tong Tong menjadi medium bagi BRI yang menyediakan fasilitas business matching dengan international buyer&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version