Site icon savanaparadise.com

Pemkab Ende Alokasikan Anggaran Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores 35 M

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pemerintah Kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Ende mengalokasikan anggaran penanganan bencana gempa bumi Flores di Kabupaten Ende sebesar 35 M&period; Anggaran penanganan bencana sebesar 35 M ini diperoleh dari APBD induk 5 M&comma; Perubahan 10 M&comma; dan transfer pusat sebesar Rp&period; 20 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi mengenai anggaran penangan bencana alam sebesar 35 M disampaikan Wakil Bupati Ende&comma; Dominikus Minggu Mere dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ende dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Atas Rancangan Peraturan Daerah &lpar;Ranperda&rpar; Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026&comma; Rabu&comma; &lpar;26&sol;8&sol;26&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Ende&comma; Fransiskus Taso dihadiri oleh&comma; Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda&comma; Wakil Bupati Ende&comma; Dominikus Minggu Mere&comma; Anggota DPRD Ende&comma; Sekda Ende&comma; Asisten II Setda Ende&comma; Staf Ahli Bupati&comma; dan pimpinan OPD&period;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Wakil Bupati mengatakan&comma;&comma; dalam rancangan Perda perubahan APBD tahun anggaran 2026&comma; Pemerintah Kabupaten Ende mengalokasikan anggaran berkaitan dengan kebutuhan penanganan bencana melalui penguatan belanja tidak terduga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Alokasi anggaran tersebut&comma; kata dia sebagai bentuk respons cepat Pemerintah daerah atas musibah bencana alam yang terjadi di luar perencanaan&period; Disampaikan&comma; belanja tidak terudga ini di anggarkan sebesar Rp 35 M yang terdiri dari perencanaan awal 5 M&comma; Perubahan 10 M&comma; dan transfer pusat 20 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; dari anggaran tersebut&comma; kata Wabup&comma; untuk mendukung penanganan bencana darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar sesuai ketentuan&comma; baik tanggap darurat&comma; penanganan dampak bencana&comma; pemulihan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masyarakat&period;yang di timbulkan akibat bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam pelaksanaannya&comma; tambah dia&comma; pemerintah daerah tetap mengedepankan prinsip tepat saaran&comma; transparan&comma; akuntabel&comma; dan dapat dipertanggung jawabkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dari sisi pembiayaan pemerintah kabupaten Ende tetap menyesuaikan dengan struktur pembiayaan dengan menjaga keseimbangan APBD&period; penerimaan pembiayaan terutama berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran &lpar;Silpa&rpar;&comma; pada tahun sebelumnya yang telah diperhitungkan berdasarkan audit BPK RI Provinsi NTT&&num;8221&semi;&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Usai Rapat Paripurna&comma; Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa anggaran yang dialokasikan tersebut bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga &lpar;BTT&rpar; yang terdiri dari APBD awal sebesar Rp&period; 5 M&comma; perubahan 10 M&comma; di tambah bantuan dari pemerintah pusat sebesar 20 M sehingga total keseluruhan menjadi 35 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;APBD awalkan kita 5 M&comma; di perubahan kita nambah 10 M karena ada bencana ini kan&period; Jadi 15 M&period; Kemudian kita dapat tambahan lagi dari Bapak Presiden 20 M kan&comma; jadi 35 M&&num;8221&semi;&comma; ungkap Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Total dari anggaran tersebut&comma; menurut Bupati&comma; untuk peruntukannya nanti akan di bahas secara bersama berdasarkan petunjuk teknis dari Kementrian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Nanti kita lihat&period; Saya belum tahu&comma; tapi yang jelas untuk operasional tanggap darurat ini kita siapkan anggaran&period; Tidak sampai 35 tapi ada anggarannya&&num;8221&semi;&comma; ungkapnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version