Site icon savanaparadise.com

Pelajar di NTT Terindikasi Paham Terorisme, Kini Jadi Perhatian serius Pemprov.NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;"><strong>Kupang&comma;Savanaparadise&period;com&comma;-<&sol;strong> Ancaman terorisme terhadap anak-anak di Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; kini menunjukkan pola yang berbeda dari masa lalu&period; Jika sebelumnya radikalisme dan terorisme sering dikaitkan dengan fanatisme keagamaan&comma; kini penyebarannya lebih banyak dipengaruhi faktor sosial dan pemanfaatan platform digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak&comma; Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana &lpar;P3AP2KB&rpar; Provinsi NTT&comma; drg&period; Iien Adriany&comma; M&period;Kes&comma; mengungkapkan bahwa sejumlah anak di NTT telah terindikasi&comma; bahkan ada yang terkonfirmasi terpapar paham intoleransi&comma; radikalisme&comma; ekstremisme&comma; dan terorisme &lpar;IREP&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Menurut Iien&comma; persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah setelah berbagai pembahasan dan koordinasi nasional bersama sejumlah lembaga terkait&comma; termasuk Densus 88&period; Ia menegaskan bahwa pola penyebaran paham ekstrem saat ini tidak lagi sama seperti yang terjadi pada masa lalu&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&&num;8221&semi; Kalau dulu IREP biasanya masuk melalui kelompok-kelompok keagamaan tertentu dengan ajaran yang ekstrem&period; Tapi sekarang tidak seperti itu&period; Penyebabnya bermacam-macam&comma;” kata lien kepada sejumlah media di Kupang&comma; Rabu&comma; 03&sol;06&sol;2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor sosial dapat menjadi pintu masuk bagi seseorang untuk terpapar paham ekstrem&period; Korban perundungan &lpar;bullying&rpar;&comma; tekanan dalam keluarga&comma; persoalan psikologis&comma; hingga akumulasi rasa kecewa dan dendam menjadi faktor yang dinilai rentan dimanfaatkan oleh kelompok penyebar paham radikal&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&OpenCurlyDoubleQuote;Anak yang dibully saja bisa terpengaruh&period; Anak yang mengalami tekanan berat dalam keluarga juga bisa&period; Banyak faktor yang bisa membuat seseorang terlibat dalam persoalan yang berkaitan dengan ekstremisme dan terorisme&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Selain itu&comma; perkembangan teknologi digital menjadi tantangan baru yang semakin sulit dikendalikan&period; Menurut Iien&comma; berbagai platform digital kini dimanfaatkan untuk menyebarkan paham intoleransi&comma; radikalisme&comma; ekstremisme&comma; dan terorisme kepada anak-anak dan remaja&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Ia mengungkapkan bahwa di NTT telah ditemukan anak-anak yang terindikasi terpapar paham tersebut&period; Menariknya&comma; mereka bukan berasal dari kelompok yang selama ini dianggap bermasalah&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&&num;8221&semi; Di NTT sudah ada beberapa yang diindikasi&comma; bahkan sudah ada yang positif terkena itu&period; Anaknya bukan anak yang nakal&period; Ini anak yang manis-manis&comma; pulang sekolah&comma; ada di kamar&comma; tidak pernah nakal&comma; dia main game&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Iien menjelaskan bahwa game online menjadi salah satu media yang dimanfaatkan untuk memengaruhi anak secara perlahan&period; Anak-anak masuk ke dalam permainan yang tampak biasa&comma; namun kemudian diperkenalkan pada berbagai peran dan situasi yang mengandung unsur kekerasan hingga ekstremisme&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&&num;8221&semi; Nah game itu yang dimanfaatkan&period; Awalnya anak hanya bermain&period; Tetapi kemudian bisa masuk ke komunitas tertentu yang memiliki pola pikir yang sama&period; Itu yang sekarang dimanfaatkan&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Karena itu&comma; ia meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak&period; Menurutnya&comma; dunia digital dapat menjadi sarana pendidikan dan pengembangan diri&comma; tetapi juga dapat menjadi medium penyebaran paham berbahaya apabila tidak disertai pendampingan yang memadai&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&&num;8221&semi; Kadang-kadang orang tua sekarang sudah kalah soal teknologi dengan anak&period; Karena itu pengawasan harus diperkuat&period; Jangan sampai anak terlihat baik-baik saja&comma; tetapi ternyata sedang terpapar konten yang berbahaya&comma;” tegas Iien&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Ia menambahkan&comma; upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan peran keluarga&comma; sekolah&comma; dan masyarakat agar anak-anak NTT tidak menjadi sasaran penyebaran paham ekstrem yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version