Site icon savanaparadise.com

Oknum DPRD Sumba Tengah Diduga Menganiaya Seorang Pendeta

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Waibakul&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Oknum Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah inisial YDP &lpar;45&rpar;&comma; diduga menganiaya korban Marthen G&period; W Nunu&comma; STh &lpar;51&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Korban merupakan salah seorang Tokoh Agama&comma; Pendeta di Gereja Kristen Sumba &lpar;GKS&rpar; Anamanu&comma; Desa Wairasa&comma; Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat&comma; Kabupaten Sumba Tengah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kekerasan ini dialami korban di rumah pelaku di Waimamongu&comma; Desa Wairasa&comma; Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat&comma; Kabupaten Sumba Tengah&comma; NTT&comma; Jumat &lpar;15&sol;10&sol;2021&rpar; di hari&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini&comma; kejadian bermula&comma; Jumat dini hari&comma; sekitar pukul 05&period;30 Wita&comma; saat korban menerima pesan melalui whatsApp dari istri pelaku Yelince&period; Sang istri hendak melaporkan kelakuan sang suami yang suka minum-minuman keras dan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga di istrinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yelince meminta bantuan korban datang ke rumahnya untuk menasehati suaminya&comma; yang juga adalah Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah dari partai NasDem&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selaku tokoh agama&comma; korban pun memenuhi permintaan istri pelaku dan mendatangi rumah pelaku&comma; apalagi pelaku adalah juga salah satu anggota jemaat di GKS Anamu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah tiba di rumah pelaku&comma; korban menjalan tugasnya sebagai seorang pendeta dan menasehati pelaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; siapa sangka&comma; niat baik korban ternyata tidak diterima oleh pelaku&period; Sementara menasehati korban&comma; tiba-tiba pelaku berdiri dan memukuli korban dengan menggunakan kepalan tangan mengenai dahi dan perut korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat dari kekerasan verbal yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban&comma; sehingga memyebabkan korban mengalami luka robek pada dahi dan merasa sakit di bagian perut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesudah kejadian tidak mengenakan itu&comma; korban pun langsung di bawah oleh Orkin &lpar;26&rpar;&comma; yang juga warga Waimamongu&comma; Desa Wairasa&comma; Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat&comma; Kabupaten Sumba Tengah menggunakan sepeda motor ke rumah sakit umum Waibakul&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atas kejadian tersebut&comma; korban kemudian melaporkan YDP ke pihak berwajib untuk di proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Kapolres Sumba Barat&comma; AKBP  FX Irwan Arianto&comma; saat dikonfirmasi menjelaskan atas Kejadian tersebut&comma; korban telah melaporkannya ke Pos Pelayanan Polsek Urban Katikutana dengan laporan polisi nomor LP&sol;B&sol;79 &sol;X&sol;RES 1&period;8&sol;2021&sol;NTT&sol;Res SB&sol;Sek&period; Ktn&comma; tanggal 15 Oktober 2021 dan dibuatkan VER Nomor B &sol; 57 &sol; X &sol; 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dijelaskan Kapolres&comma; peristiwa itu bermula  ketika korban diminta bantuan oleh istri pelaku melalui Whatsapp&comma; agar mendatangi rumah pelaku dan menasehati pelaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada kesalahpahaman antara pelaku dan korban&period; Korban sendiri merupakan salah satu tokoh agama dan pendeta di GKS Anamanu dan pelaku merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah dari Partai Nasdem&&num;8221&semi;&comma; ungkap Kapolres&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kapolres Irwan menambahkan pelaku sudah pernah melakukan KDRT kepada istri pelaku dan pernah diselesaikan di Polsek Katikutana&comma; Polres Sumba Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Irwan mengatakan Polisi sudah meminta keterangan dari korban pendeta Marthen Nunu dan sejumlah saksi seperti Elisabeth Rambu Emu &lpar;50&rpar; dan Salmon AK Mali &lpar;45&rpar; yang juga pendeta di GKS Anamanu&period; Polisi juga sudah menginterogasi pelaku dan memeriksanya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Penanganan kasus ini pun sudah diambil alih penyidik Satuan Reskrim Polres Sumba Barat&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kasusnya kita tarik ke Polres untuk ditangani&comma;” bebernya<&sol;p>&NewLine;<p>Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri sehingga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; jelas Irwan&comma; peristiwa diduga berlatar belakang masalah rumah tangga pelaku&period; Di mana istri pelaku meminta dilayani kunjungan pendeta&comma; guna didoakan dan diberikan bimbingan rohani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sayangnya&comma; kunjungan pendeta Marthen G&period;W S&period;Th tidak di terima dengan baik oleh pelaku&comma; yang kemudian berujung melskukan kekerasan terhadap korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait peristiwa itu&comma; tegas Irwan&comma; dirinya akan memproses siapapun sesuai hukum yang berlaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perilaku tidak terpuji oknum anggota DPRD itu&comma; kini juga mulai ramai menjadi bahasan warganet di media sosial WA&sol;FB&period; Selain itu juga mendapatkan reaksi dari rekan pendeta lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Reaksi itu salah satunya datang dari Pendeta Yuliana Ata Ambu&comma; dirinya sangat menyayangkan perilaku oknum wakil rakyat itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebagai anggota dewan mewakili rakyat&period; seharusnya menjaga rakyatnya dari kekerasan&period; Juga tentunya harus menjadi contoh&comma; tapi ini justru memangsa rakyat karena itu perlu diproses hukum&period; Anggota DPRD harus punya etika bukan tukang pukul&comma;&&num;8221&semi; tandas Pendeta di GKS Cabang Payeti&comma; Kecamatan Kambera&comma; Kabupaten Sumba Timur itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis &colon; Umbu Sorung<&sol;strong><br &sol;>&NewLine;<strong>Editor &colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version