Site icon savanaparadise.com

Nyaris Bangkrut, Pengusaha Anyaman Rotan Ini Pulih dan Semakin Tangguh Berkat BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Malang&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Jalan hidup seseorang memang tidak ada yang bisa menduga seperti yang terjadi pada pada Misriwati Agustina&period; Perempuan berusia 57 tahun asal Malang ini banting setir dari karyawan kantoran menjadi pengusaha industri anyaman rotan &lpar;broker&rpar; sukses&period; Usaha yang dibangun olehnya dikenal dengan nama CV Dona Doni Rattan Gallery dan menjadi industry rotan asal Malang yang diperhitungkan di Indonesia&period; Misriwati memproduksi kerajinannya di JL&period; Bulutangkis&comma; RT&sol;RW&colon; 005&sol;002&period; Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru&comma; Kota Malang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelum terjun ke dalam bisnis&comma; Misriwati bekerja sebagai perantara bisnis industri anyaman rotan &lpar;broker&rpar; pada tahun 1992 di perusahaan asal Amerika&period; Dukungan dari suami dan keluarganya serta pengalaman dan keterampilannya membuatnya bertekad dan termotivasi untuk mendirikan industri anyaman rotan sendiri&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dona Doni ini sebenarnya berdiri tahun 1998 setelah suami diberhentikan dari perusahaannya waktu krisis moneter&period; Lalu&comma; saya terinspirasi untuk usaha sendiri&period; Saya belajar dari perusahaan Amerika karena saya menjadi broker selama 5 tahun&comma; setelah itu saya memulai usaha sendiri&comma;” kata Misriwati&period; Nama CV&period; Dona Doni Rattan Gallery berasal dari nama anak bungsunya yang bernama Dona Romadhoni yang kemudian disingkat menjadi Dona dan Doni&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Awal merintis usaha&comma; Misriwati mengeluarkan modal Rp 15 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku eceng gondok dan rotan&comma; serta beberapa alat yang dibutuhkan memproduksi anyaman&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Modalnya sendiri karena berhenti dari perusahaan dan uang simpanan juga masih banyak Rp 15 juta&comma; untuk transportasinya saya kebetulan sudah punya mobil sendiri&period; Bahan bakunya 1 kuintal&comma; rotannya 1 kuintal&comma;” tutur dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Misriwati menunjukkan ketekunan untuk terus berkreasi dan melihat potensi pasar&period; Dibantu dengan 15 karyawan&comma; industrinya mampu memproduksi berbagai kerajinan anyaman&period; Keunggulan dari produk Dona Doni yaitu selalu melayani kebutuhan pelanggan dengan aneka desain produk yang variatif sesuai dengan keinginan pelanggan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; setiap usaha tentunya memiliki tantangannya masing-masing&comma; seperti yang dialami oleh Misriwati&period; Pada tahun 1997&comma; industri usaha anyaman Misriwati sempat mengalami kesulitan dan diambang kebangkrutan akibat kelangkaan dan mahalnya bahan baku rotan alami&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya kesulitan modal&comma; namun ada BRI yang memberikan pinjaman waktu itu sebesar Rp 150 juta karena usaha kita sudah ekspor&period; Pinjaman saya terselesaikan&comma; dan saya minta pindah ke KUR BRI dengan pinjaman Rp 180 juta&comma; tujuannya untuk mempertahankan perusahaan dimana gaji karyawan naik&comma; dan bahan baku juga naik&comma;” ujarnya&period; Berkat bantuan dari BRI dengan kemudahan pinjaman&comma; perempuan asal Malang ini bisa terus berusaha melangkah dan yakin bahwa usahanya bisa bangkit kembali&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Produk-produk yang dihasilkan oleh CV&period; Dona Doni Rattan Gallery&comma; meliputi kerajinan anyaman rotan mulai dari souvenir&comma; furniture&comma; peralatan kebutuhan rumah tangga&comma; desain hiasan cinderamata dari bahan baku seperti serat rotan&comma; mendong&comma; pelepah pisang&comma; eceng gondok&comma; dan rotan sintetis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemasaran produk terus aktif dilakukan melalui workshop dan pameran kerajinan tangan atau craft&comma; baik dilakukan di daerah Malang ataupun di luar kota&comma; seperti Surabaya&comma; Jogja&comma; Solo ataupun Jakarta&period; CV Dona Doni Rattan Gallery juga berhasil mengepakkan penjualannya ke pasar ekspor Singapura&comma; Malaysia&comma; Jepang&comma; Amerika hingga Abu Dhabi&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version