Site icon savanaparadise.com

Nasabah KUR BRI, Sate Klathak Pak Pong Jadi Primadona Wisata Kuliner Saat Mudik Lebaran ke Yogyakarta

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Bantul&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bagi yang belum pernah mencicipi sate klathak&comma; nama tersebut mungkin terdengar unik&period; Sebenarnya&comma; sate klathak dimasak dengan cara yang sama seperti sate pada umumnya&comma; namun tusuknya tidak terbuat dari bambu melainkan jeruji besi sepeda&period; Karena ditusuk dengan besi&comma; panas bara api bisa tersebar lebih cepat dan lebih merata&comma; sehingga dagingnya pun empuk sempurna hingga ke dalam&period; Alih-alih manis seperti sate biasanya&comma; sate klathak punya rasa yang gurih dan bikin ketagihan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sate Klathak Pak Pong termasuk salah satu yang melegenda di Yogyakarta&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya merintis usaha ini pertama kali pada tahun 1997 dengan mengontrak sebuah kios kecil pinggir jalan berukuran 6&&num;215&semi;6 meter di daerah Jejeran&comma; Bantul&comma; Yogyakarta&period; Kemudian&comma; untuk mengembangkan usaha kuliner ini&comma; pada tahun 2000 saya memberanikan diri pinjam modal usaha ke KUR BRI&comma;” ungkap Zakiron alias Pak Pong selaku pemilik Sate Klathak Pak Pong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nama Pak Pong sendiri ternyata berasal dari bahasa Jawa jempong&comma; yaitu sebutan untuk orang yang bangun tidurnya suka molor atau siang-siang&period; Saat kecil&comma; Zakiron suka jempong&comma; sehingga sama bapaknya dipanggil Pong&period; Gara-gara itu juga&comma; banyak masyarakat sekitar yang lebih mengenal Zakiron sebagai Pak Pong&comma; ketimbang nama aslinya&period; Dari situlah nama Sate Klathak Pak Pong kemudian lahir&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pasca gempa Yogyakarta pada 2006&comma; nasib baik justru dialami Sate Klathak Pak Pong&period; Masifnya pembeli membuat nama Sate Klathak Pak Pong melambung&period; Banyak media yang gencar memberitakannya&comma; sehingga makin banyak orang yang penasaran buat mencoba&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pada tahun 2010&comma; lewat fasilitas KUR BRI&comma; saya meminjam modal usaha lagi untuk membeli tanah dan mendirikan bangunan permanen untuk Sate Klathak Pak Pong pusat yang beroperasi sampai sekarang&comma;” jelasnya&period;<br &sol;>&NewLine;Pak Pong mengaku jika daging yang digunakan untuk pembuatan sate klathak ini berasal dari kambing yang disembelih sendiri setiap hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di hari-hari biasa&comma; kami bisa menyembelih 20-30 ekor kambing sehari&period; Sementara saat akhir pekan maupun momen libur panjang&comma; seperti lebaran&comma; kami bisa menyembelih hingga 40-50 ekor kambing sehari&period; Dengan jumlah tersebut&comma; kami bisa meraih omzet sekitar Rp35-50 juta per bulan&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tempat makan ini ternyata juga punya menu lain yang difavoritkan pelanggan&comma; yaitu Krenyos dan Tengkleng Kambing&period; Krenyos sendiri merupakan daging sandung lamur kambing yang digoreng dengan bumbu garam dan disantap dengan sambal bawang mentah atau sambal kecap&period; Banyak pelanggan yang memesannya&comma; terutama anak-anak muda&comma; sehingga kedua menu tersebut kerap habis duluan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pak Pong mengakui jika tempatnya ramai dijadikan tempat buka bersama saat Ramadan&comma; dan semakin membeludak pengunjungnya jelang lebaran&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Mungkin karena di akhir-akhir Ramadan sudah mulai banyak orang yang mudik ke Yogyakarta&comma; sehingga setiap H-5 lebaran Sate Klathak Pak Pong ini selalu ramai sampai H&plus;10 lebaran&period; Tak jarang&comma; omzetnya bisa mencapai Rp50 juta per bulan”&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saking melegendanya&comma; Sate Klathak Pak Pong ini bisa membuat pelanggannya rela mengantre hingga dua jam&period; Karena tempat duduk yang terbatas&comma; tidak jarang pengunjung harus berdiri sampai ada kursi yang kosong&period; Apalagi saat lebaran&comma; Sate Klathak Pak Pong juga menyediakan paket hemat untuk beberapa orang yang sudah berisikan Sate Klathak&comma; Tengkleng&comma; Kreyos&comma; Gulai dan menu andalan lainnya&comma; sehingga pelanggan tak perlu ribet lagi pesan menu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka dari itu&comma; jangan lupa ajak keluarga maupun orang terdekat lainnya saat mudik atau libur lebaran untuk mampir ke Sate Klathak Pak Pong Yogyakarta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan terpisah&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa sesuai dengan amanah pemerintah&comma; program KUR bertujuan meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif&comma; meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro&comma; kecil&comma; dan menengah &lpar;UMKM&rpar;&semi; dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR terbesar pada tahun 2024&comma; yakni sebesar Rp165 triliun&period; BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp27&comma;2 triliun sepanjang Januari-Februari 2024 kepada 561&period;000 debitur&period; Jika dihitung&comma; penyaluran tersebut sekitar 16&comma;5&percnt; dari total jatah KUR yang disalurkan BRI tahun ini&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan realisasi KUR awal tahun 2024 ini&comma; BRI optimistis bisa mencapai target dari penyaluran KUR tahun ini dengan menerapkan strategi bisnis berkelanjutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Strategi bisnis mikro BRI di tahun 2024 akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan&period; BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar&comma; integrasi&comma; hingga interkoneksi&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version