Site icon savanaparadise.com

Nando Suares  sesalkan Kadernya atas dugaan penganiayaan Kabag umum Sekwan Kab.Kupang , Gerindra minta Tome Da Costa Segera ambil langkah Mediasi dengan korban dan hormati proses hukum 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>KUPANG&comma;Savanaparadise&period;com –<&sol;strong> Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT&comma; Nando Suares&comma; menyayangkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang melibatkan salah satu kadernya&comma; Anggota DPRD Kabupaten Kupang&comma; Tome Da Costa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kasus tersebut menimpa Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Kupang&comma; Roni Natonis&comma; dan kini sedang diproses oleh Kepolisian Daerah NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami menyayangkan peristiwa ini&period; Namun kami percaya pada proses hukum yang sedang berjalan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pokoknya hukum adalah yang tertinggi&comma; jadi kami menghormati dan mengikuti seluruh proses hukum&comma;” ujar Nando Suares kepada wartawan&comma; senin &lpar;23&sol;6&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Nando&comma; pihaknya juga telah meminta Tome Da Costa untuk segera melakukan langkah mediasi dengan korban sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski demikian&comma; Partai Gerindra tetap menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Untuk bantuan hukum&comma; kami serahkan kepada yang bersangkutan&period; Partai saat ini hanya melakukan monitoring terhadap perkembangan kasus&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Kamis sore&comma; 19 Juni 2025&comma; di ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Kupang saat berlangsung rapat internal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam insiden tersebut&comma; Roni Natonis mengaku dipukul dan diancam oleh Tome Da Costa&period; Bahkan&comma; seorang anggota DPRD lain dari Partai Golkar&comma; Oktovianus La’a&comma; juga diduga ikut melakukan kekerasan fisik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dia bangun dari kursi&comma; langsung tarik saya&comma; maki-maki&comma; tampar saya&comma; dan bilang&comma; &OpenCurlyQuote;saya kasih mati kamu’&comma;” ungkap Roni Natonis saat ditemui wartawan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat kejadian itu&comma; Roni mengalami memar dan pembengkakan di wajah serta mata&period; Ia juga mengaku mengalami trauma fisik dan psikis sehingga memilih untuk melapor ke polisi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya sudah beri keterangan ke penyidik&comma; sudah visum&comma; dan keluarga saya juga tidak terima&period; Saya akan proses ini sampai tuntas secara hukum&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kabid Humas Polda NTT&comma; Kombes Pol&period; Henry Novika Chandra&comma; membenarkan adanya laporan polisi atas kasus ini&period; Ia menyebut saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum &lpar;Ditreskrimum&rpar; Polda NTT tengah mengumpulkan alat bukti sebelum melanjutkan ke tahap penyidikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Iya benar&comma; ada laporan polisi&period; Dirkrimum Kombes Patar Silalahi sedang melakukan proses lidik dan akan lanjut ke penyelidikan dan penyidikan yang menjunjung tinggi keadilan dan kepastian hukum&comma;” jelas Kombes Henry&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Tome Da Costa membantah telah melakukan pemukulan terhadap korban&period; Menurutnya&comma; kejadian tersebut hanyalah dinamika biasa dalam forum DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di DPRD itu biasa ada dinamika&period; Saya tidak pukul&comma; hanya ada selisih sedikit&period; Kemarin kami sudah damai di DPRD&period; Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa&comma;” katanya singkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Proses hukum masih terus berjalan dan pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut guna memastikan kejelasan peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut&ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version