Site icon savanaparadise.com

Menkes Budi Gunadi Dorong Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Sambutan Mentri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin Dalam Rapat Koordinasi Bersama Bupati dan Walikota Se-NTT (Foto; Humas Pemprov NTT)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat&period; Menurutnya menjaga kesehatan sebelum sakit lebih efektif daripada mengobati setelah terlanjur sakit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menkes Budi Gunadi mengatakan itu dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi bersama Gubernur NTT&comma; Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur&comma; Johanis Asadoma serta seluruh Bupati&sol;Walikota se-Provinsi NTT di Aula Fernandez Lt&period; 4&comma; Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT&comma; Sabtu &lpar;15&sol;3&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rapat Koordinasi digelar untuk membahas berbagai program strategis di bidang kesehatan termasuk di dalamnya upaya penanggulangan stunting di NTT dan program nasional cek kesehatan gratis&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Selain itu&comma; Rapat ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Kerja Sama &lpar;MoU&rpar; antara Yayasan Cita Bangsa &lpar;Yayasan 1000 Days Fund&rpar; dan Pemerintah Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bagi saya sebagai Menteri Kesehatan&comma; ini adalah pekerjaan yang sangat menantang agar masyarakat Indonesia dapat lebih sehat dan cerdas&period; Itulah mengapa&comma; sebagai bagian dari pembangunan&comma; jika kita berinvestasi di sektor kesehatan dan pendidikan&comma; kita tidak akan pernah salah&&num;8221&semi;&comma; ujar Budi Gunadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menkes Budi Gunadi menerangkan tugas pemerintah adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar berperilaku hidup sehat&period; Jikalau masyarakat sehat&comma; kata Gunadi&comma; masyarakat akan jarang berobat ke rumah sakit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berharap agar masyarakat selalu menjaga kesehatan karena menurutnya menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada mengobati dan ia mengharapkan agar rumah sakit itu sepi pasein&comma; itu menandakan upaya dan kerja keras dari pemerintah menuai keberhasilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Budi Gunadi juga menegaskan bahwa investasi di sektor kesehatan dan pendidikan merupakan langkah utama dalam mewujudkan masyarakat sehat dan cerdas untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; Jelas Budi Gunadi&comma; pemerintah akan terus berupaya memprioritas kesehatan masyarakat dan salah upaya adalah dengan melahirkan program cek kesehatan gratis sebagai program terbesar dalam sejarah Kemenkes di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program ini dijelaskannya merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mudah untuk diakses oleh masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kebijakan terbaru dari Kementerian Kesehatan memungkinkan masyarakat untuk mengikuti program cek kesehatan gratis ini kapan saja sepanjang tahun&period; Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyakit tidak menular yang kerap menjadi penyebab utama kematian di Indonesia&comma;” ujar Menkes&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menkes Budi Gunadi menambahkan program Cek Kesehatan Gratis ini berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas yang target sasarannya yakni seluruh golongan baik balita hingga lanjut usia &lpar;lansia&rpar;&period; Program ini Ia terangkan menargetkan 280 juta orang dari berbagai kelompok usia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menyebutkan&comma; di tahun pertama ini targetnya adalah sekitar 50-100 juta orang telah telah melakukan cek kesehatan gratis&period; Sat ini&comma; tambahnya&comma; sudah mencapai 640 ribu lebih orang yang mengikuti program ini dengan rata-rata 55 ribu pemeriksaan perhari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Target akhirnya adalah 300 ribu pemeriksaan per hari hingga mencapai 280 juta orang dalam tiga tahun ke depan&period; Program ini juga telah berjalan di 9&period;200 dari 10&period;000 puskesmas di Indonesia&comma; termasuk di NTT&comma;” terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menkes Budi Gunadi meminta kepada para Bupati dan Walikota yang hadir agar masifkan sosialisasi ke semua puskesmas di provinsi NTT supaya program ini berjalan maksimal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pendidikan spesialisasi bagi dokter di seluruh Indonesia&comma; khususnya di NTT&period; Oelh karena itu&comma; peran Pemda setempat menjadi penting dalam mempersiapkan dan mendukung calon dokter spesialis&&num;8221&semi;&comma; Ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita punya seribu kuota beasiswa yang disiapkan untuk kuliah dokter spesialis&comma; baik di dalam negeri maupun di luar negeri&period; Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini baik-baik&period; Siapkan putra-putri terbaik daerah agar bisa ikuti program ini&comma; terlebih untuk dokter spesialis&comma;” Sambungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menkes Budi Gunadi membeberkan bahwa seluruh Rumah Sakit Umum Daerah di kabupaten dan kota akan memiliki alat kesehatan &lpar;Alkes&rpar; lengkap untuk penanganan empat penyakit katastropik pada 2027 mendatang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Empat penyakit tersebut&comma; sebut Gunadi&comma; yakni Jantung&comma; Stroke&comma; Kanker dan Ginjal yang merupakan penyebab tertinggi kematian di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Gubernur NTT&comma; Melki Laka Lena mengatakan rapat koordinasi ini menjadi momentum istimewa bagi NTT karena menunjukkan komitmen besar dan kepedulian Kementerian Kesehatan RI dalam menghadirkan program-program nasional di bidang kesehatan di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita semua dipertemukan pada forum ini dalam keadaan sehat walafiat dan mempunyai tekad yang sama untuk menangani stunting di NTT&period; Selamat datang kembali kepada Bapak Menteri Kesehatan beserta pejabat Kementerian kesehatan di Provinsi NTT yang kita cintai ini&&num;8221&semi;&comma; kata Gubernur Melki<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur juga mengatakan kunjungan Bapak Menteri yang intensif ke NTT menunjukkan bahwa NTT selalu mendapat tempat yang istimewa di hati Bapak Menteri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Komitmen Bapak Menteri Kesehatan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat NTT telah diwujudkan dalam banyak cara dan bantuan yang sangat besar&comma; baik itu melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan maupun peningkatan sumber daya manusia kesehatan NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan stunting hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan serius yang menjadi perhatian utama dan harus segera ditangani di Provinsi NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia &lpar;SKI&rpar; tahun 2023&comma; Jelas Gubernur&comma; prevalensi stunting di NTT masih mencapai 37&comma;9 persen&comma; menjadikannya NTT sebagai provinsi dengan angka stunting tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua Tengah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Artinya&comma; dari setiap 10 balita di NTT&comma; 4 di antaranya mengalami stunting&period; Kondisi ini sangat mengkhawatirkan&comma; bukan hanya sebagai masalah kesehatan&comma; tetapi juga sebagai ancaman bagi masa depan sumber daya manusia &lpar;SDM&rpar; di NTT&comma; yang berpotensi menghambat lahirnya generasi yang berkualitas&comma; sehat&comma; cerdas&comma; dan produktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; Gubernur Melki menyebutkan dalam masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur&comma; Johni Asadoma selama lima tahun ke depan&comma; penurunan angka stunting di NTT menjadi salah satu program prioritas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur berkomitmen untuk mengupayakan solusi yang efektif dan berkelanjutan melalui berbagai program yang terukur dan berdampak nyata&period; dalam pilar kesehatan&comma; yang merupakan bagian dari tujuh pilar utama visi dan misi mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Melki juga berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai inisiatif strategis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Komitmen ini&comma; kata dia&comma; kami turunkan menjadi salah satu program unggulan Dasa Cita kami yakni Posyandu Tangguh&comma; yang juga menjadi salah satu dari Quick Win dalam seratus hari kerja pertama kami&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Melalui program ini&comma; kami akan memperkuat kelembagaan posyandu serta peran kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini risiko stunting&comma; edukasi gizi&comma; dan kampanye hidup sehat&comma;” Jelas Gubernur NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi komitmen nyata Kemenkes RI dalam menghadirkan fasilitas kesehatan di NTT yakni pembangunan rumah sakit di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sumba Barat Daya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami juga mengucapkan terima kasih yang besar kepada Kemenkes&comma; karena NTT mendapat hadiah istimewa dari Kemenkes RI&period; Ini luar biasa&period; Kita di NTT mendapatkan dukungan pembangunan dua rumah sakit yakni di Manggarai Timur dan di Sumba Barat Daya&period; Sudah disetujui dan akan mulai dibangun karena ini kita dapatkan sebelum kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan&comma;” ujar Melki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI&comma; Ia beserta jajarannya juga sedang menyiapkan program pelatihan bagi para kader bersama dengan lembaga non-profit untuk bisa mengakselerasi pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mencegah&comma; melakukan deteksi dini&comma; serta mengintervensi stunting di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita patut bersyukur karena pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terkait telah menetapkan NTT sebagai satu dari dua Provinsi yang dijadikan Pilot Project Nasional untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem&&num;8221&semi;&comma; ungkap Gubernur<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Gubernur Pemerintah Pusat melalui kementerian-kementerian yang ada juga sudah berkomitmen untuk membantu NTT&comma; saling bahu-membahu&comma; agar masalah stunting ini bisa segera ditangani dengan baik dan benar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; dirinya berharap agar semangat yang sama bisa turun sampai ke daerah-daerah&period; Ia juga berharap para Bupati dan Walikota serta perangkat daerah dapat memiliki komitmen yang sama dalam menurunkan jumlah anak penderita stunting ini dan mencegah munculnya kasus-kasus stunting baru&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita harus berkoordinasi secara baik dan membangun kolaborasi yang kuat untuk membangun generasi emas NTT yang sehat&comma; tangguh dan berkualitas pada tahun 2045&comma;” terang Melki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur NTT juga memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen bersama yang dituangkan melalui penandatangan MoU antara Yayasan Cita Bangsa bersama Provinsi NTT dalam upaya keterlibatan penurunan Stunting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berharap langkah Yayasan Cita Bangsa ini akan diikuti oleh berbagai lembaga swasta lainnya karena dengan kolaborasi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan akan mempercepat penurunan angka stunting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Hari ini&comma; kita menyaksikan salah satu bentuk nyata dari kolaborasi kerja melalui penandatanganan kerja sama &lpar;MoU&rpar; antara Yayasan Cita Bangsa &lpar;Yayasan 1000 Days Fund&rpar; dan Pemerintah Provinsi NTT&&num;8221&semi;&comma; pungkas Gubernur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan adanya kemitraan ini&comma;  kata Melki&comma; Yayasan Cita Bangsa akan berperan lebih aktif dalam penanganan stunting di NTT&comma; khususnya melalui penguatan Posyandu serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas tenaga Kesehatan dalam menangani stunting&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jika sebelumnya Yayasan Cita Bangsa masih menjalankan programnya secara terbatas di empat kabupaten&comma; maka dengan adanya MoU ini&comma; jangkauan program akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sekali lagi kami memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadirian Bapak Menteri Kesehatan di NTT dan kepada Yayasan Cita Bangsa yang mempunyai komitmen kuat untuk menurunkan angka stunting di daerah ini&period; Mari kita terus berkolaborasi dan bekerja bersama untuk mewujudkan NTT yang maju&comma; sehat&comma; cerdas&comma; sejahtera&comma; dan berkelanjutan&period;” kata orang nomor NTT ini&period; &lpar;AR&sol;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version