Site icon savanaparadise.com

Membangun Kembali Ende sebagai Kota Pelajar dan Kebudayaan 

Keterangan Foto: Penulis Agustinus Tetiro bersama Gubernur NTT, Bupati Ende, Wabup Ende dan seorang ASN Pemkab NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;"><em><strong>Oleh&colon; Agustinus Tetiro &lpar;Ketua Kelompok Studi &OpenCurlyDoubleQuote;Ende Bergerak”&rpar;<&sol;strong><&sol;em><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Tatap muka gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; Emanuel Melkiades Laka Lena bersama para pengawas sekolah&comma; para kepala sekolah &lpar;kepsek&rpar;&comma; dan para ketua organisasi siswa intra sekolah &lpar;OSIS&rpar; se-kabupaten Ende di SMA Negeri I &lpar;Satu&rpar; Ende melahirkan sejumlah catatan tentang berbagai urgensi di dunia pendidikan dalam konteks NTT&comma; khususnya kabupaten Ende&period; Salah satu yang mencolok adalah&colon; kembalikan Ende sebagai kota pelajar dan kebudayaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Melki Laka Lena langsung mengakui dari awal bahwa dirinya telah menerima banyak laporan tentang kondisi terkini dunia pendidikan NTT&period; Secara nasional&comma; NTT berada pada posisi 35 dari 38 provinsi se-Indonesia&period; Kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi turun drastis dibandingkan generasi sebelumnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bayangkan saja bahwa ditemukan di Kupang kalau ada mahasiswa tingkat skripsi belum bias lancer membaca dan menulis&period; Duh&excl; Sungguh&comma; dengan contoh ini&colon; dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja&comma;” kata Gubernur Laka Lena&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Melki tidak ingin terkesan top-down&period; Beliau mempersilakan para ketua OSIS berbicara tentang kondisi para guru di sekolah masing-masing&period; Hal ini beralasan&comma; karena dari laporan yang masuk disinyalir bahwa penyebab utama kondisi negatif tersebut datang dari rendahnya kualitas guru dan masih jauhnya kondisi kesejahteraan dari mereka yang berprofesi sebagai guru&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seorang Ketua OSIS perempuan dari salah satu sekolah swasta di kota Ende berani bersuara bahwa masih banyak guru yang tidak menarik perhatian peserta didik selama proses belajar-mengajar&period; Para guru kurang terlihat membaca buku&comma; tetapi sibuk mengirimkan sejumlah bahan yang diperoleh melalui kecerdasan buatan &lpar;artificial intelligence&sol;AC&rpar;&comma; Chat-GPT dan lain-lain&period; Menurut dia&comma; gampang sekali untuk membedakan guru yang benar-benar pintar dan guru yang menyerahkan banyak hal pada Chat GPT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal senada dengan redaksi kalimat berbeda diungkapkan ketua OSIS SMK Negeri 2 Ende yang menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada guru yang tidak pintar dan tidak ada murid yang bodoh&period; Yang ada adalah guru yang malas dan murid yang tidak mau tahu banyak hal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedua hal ini kemudian diapresiasi Gubernur Melki Laka Lena dengan mengatakan&comma; inilah saatnya menata ulang pendidikan menengah kita di NTT&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Dulu orang mengenal Ende mencolok dalam pendidikan menengah seperti SMP dan SMA&sol;SMK&period; Kinilah saatnya&comma; kita sama-sama menata&comma;” ujar Gubernur Melki&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Belajar dari Sejarah<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda&comma; kembali mengingatkan bahwa dalam lintasan sejarah&comma; Ende terkenal dengan pendidikan menengahnya yang berkualitas&period; Akan tetapi&comma; saat ini kualitas itu sedang menurun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pemerintah kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Ende akan membuka banyak ruang kompetisi bagi para murid SMP dan SMA ke depannya&period; Hal ini penting untuk menciptakan suasana persaingan yang sehat antar-peserta didik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada gilirannya&comma; hal ini juga akan bermuara pada salah satu program utama pemerintah provinsi &lpar;Pemprov&rpar; NTT&colon; memperbanyak anak-anak NTT masuk sekolah-sekolah kedinasan&comma; perguruan tinggi negeri &lpar;PTN&rpar;&comma; dan sekolah-sekolah sejenis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Melki langsung merespons dengan menyatakan bahwa modal historis-kultural Ende sebagai kota pelajar dan kebudayaan perlu dihidupkan lagi&period; Dinas terkait di Pemprov NTT dan Pemkab NTT perlu duduk bersama untuk mengeksekusi sejumlah hal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu hal paling konkret bahwa&comma; tahun depan&comma; Pemprov NTT akan membangun 11 SMK berasrama di sejumlah kabupaten se-NTT sesuai dengan kebutuhan daerah setempat&period; Sebuah SMK Energi Baru Terbarukan akan dibangun di salah satu desa di wilayah kecamatan Ndona Timur atau di wilayah barat kecamatan Detusoko&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda tentang energi yang berkelanjutan&comma; terutama bagi mereka yang ingin berprofesi di bidang terkait&period; Lulusan SMK Energi Baru Terbarukan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah lokasi kerja pemberdayaan energi bersih&period; Bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi&comma; Universitas Nusa Cendana &lpar;Undana&rpar; sedang mempersiapkan diri untuk membuka program studi khusus untuk energi baru terbarukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa di tengah keterbatasan zaman dulu&comma; orang-orang tua kita yang sekolah di kota Ende ini bisa berprestasi&period; Kita juga tidak boleh banyak mengeluh&period; Mari semua pihak memberikan yang terbaik untuk membangun komunitas pendidikan yang baik dan relevan&period; Sejarah kota ini mengajarkan banyak hal&comma;” harap Gubernur Melki&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Membangun Lingkungan&comma; Membaca Zaman  <&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Harapan Gubernur NTT dan Bupati Ende untuk kembali membangun Ende sebagai kota pelajar dan kebudayaan adalah hal yang tetap relevan&period; Terutama&comma; di saat catatan data-data memperlihatkan kemerosotan kualitas pendidikan menengah kita di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mencapai harapan itu&comma; pada kesempatan ini&comma; saya ingin merekomendasikan dua hal&period; Pertama&comma; bangun komunitas belajar dan lingkungan moral yang kondusif&period; Untuk membangun kembali Ende sebagai kota pelajar dan kebudayaan&comma; Pemprov NTT dan Pemkab Ende perlu memastikan adanya komunitas-komunitas belajar dan lingkungan moral yang kondusif untuk menciptakan suasana sebagai kota pelajar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu contoh adalah dengan memperbanyak jumlah peserta didik yang sebisa mungkin diasramakan secara baik&period; Asrama yang baik misalnya berbasis kelompok keagamaan tetapi yang bersifat inklusif-pluralis&period; Seorang anak non-Katolik boleh tinggal di asrama bruderan atau susteran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; jam belajar provinsi atau kota perlu juga dipertimbangkan lagi secara serius&period; Tujuannya agar masyarakat luas mengerti bahwa ada waktu-waktu tertentu setiap hari di kota Ende tensi keramaian bisa sedikit direm untuk melayani &OpenCurlyQuote;kewajiban’ peserta didik dan masyarakat terdidik untuk belajar dan melakukan refleksi akademis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kita bisa menyebutkan sejumlah contoh dan saran lain untuk rekomendasi pertama ini&excl;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedua&comma; membaca tanda-tanda zaman di era digital&period; Kita tidak bisa lagi mengerem atau menolak perkembangan zaman di era digital ini&period; Masalah yang diangkat ketua OSIS perempuan di atas adalah masalah kita semua&period; Kita telah melemahkan daya ingat kita dengan menaruh dan percaya semua informasi dan pengetahuan ke dalam kuasa Chat GPT&period; Hasilnya&comma; kita tidak pernah melatih dan mengoptimalkan fungsi otak untuk merekam dan menghafal sesuatu yang mungkin pada zaman dulu adalah latihan yang amat baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perkembangan era digital perlu disikapi dengan bijak&period; Dalam hal ini&comma; Pemprov NTT dan Pemkab Ende bisa mendorong sejumlah kegiatan dan kompetisi yang memungkinkan peserta didik dan generasi muda diajak untuk selalu merefleksikan perkembangan era digital secara seimbang&period; Misalnya&comma; peserta didik perlu tahu bahwa AI dan Chat GPT banyak membantu untuk keperluan pembelajaran&comma; akan tetapi membaca buku fisik atau e-book yang berkualitas juga merupakan sebuah kenikmatan akademik yang bisa membuat pembelajar lebih bisa menyiasati realitas hidup&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Membaca tanda-tanda zaman di era digital mungkin tidak selalu gampang&comma; tetapi membiarkan anak-anak didik untuk tidak kritis terhadap perkembangan dunia digital adalah membiarkan masa depan kita pada kerumitan yang jauh lebih kompleks&excl;<&sol;p>&NewLine;<p>Mari kita bersama-sama bergandengan tangan membangun kembali Ende sebagai kota pelajar dan kebudayaan&period; Semoga<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version