Site icon savanaparadise.com

Melki Laka Lena Gagal Paham Soal Penanganan Masalah Air Bersih yang Dikerjakan SPK

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>KUPANG&comma;<strong>Savanaparadise&period;com &&num;8211&semi;<&sol;strong> Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; Simon Petrus Kamlasi sukses melakukan inovasi berupa pompa hidram untuk mengatasi masalah air bersih di Indonesia&comma; termasuk Provinsi NTTT&comma; selama masih berdinas di Tentara Nasional Indoensia &lpar;TNI&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keberhasilan sosok yang kerap disapa SPK ini dalam penanganan masalah air bersih di Indonesia lewat pemasangan Pompa Hidram hasil inovasinya itu di seluruh Indonesia&comma; membuat dirinya mendapatkan rekor MURI&period; Tercatat&comma; mencapai hampir 4&period;000-an titik di Indonesia&comma; sementara di NTT mencapai 400 titik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski demikian&comma; dalam debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang diselenggarakan KPU NTT pada Rabu &lpar;23&sol;10&sol;2024&rpar; belum lama ini&comma; penanganan air bersih yang dilakukan SPK menjadi bahan diskusi menarik&period; Di panggung debat itu rupanya cagub NTT Melki Laka Lena masih gagal paham soal itu&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Hal itu terjadi pada sesi tanya jawab antara pasangan calon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi &lpar;SPK&rpar; – Adreas Garu bertanya ke Pasangan calon nomor urrut 2 Melki Laka Lena-Johny Asadoma&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jika menjadi Gubernur &&num;8211&semi; Wakil Gubernur NTT&comma; salah satu masalah yang menjadi persoalan utama masyarakat adalah kesediaan air bersih dan air untuk pertanian&period; Bagaimana model inovasi pelayanan publik untuk meningkatkan akses masyarakat dalam memperoleh air bersih dan air pertanian secara berkualitas dan merata&comma;” demikian Simon Petrus Kamlasi ketika bertanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; bagi Paket Siaga&comma; jawaban yang disampaikan Paket Melky-Johny tidak menyentuh substansi yang ia tanyakan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saya kan tanya soal pelayanan publik&period; Pertanyaan saya dalam reformasi birokrasi ini pelayanan publik seperti apa yang kita lakukan untuk merespon krisis air bersih di masyarakat&period; Jawabannya malah menceritakan kedekatannya dengan Presiden Prabowo&comma; pemerintah pusat untuk menggiring anggaran&period; Pelayanan publiknya yang mana&quest;&comma;” kata SPK&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut kata Putra TTS ini&comma; pernyataan paket Nomor 2 terkait inovasi pompa hidram yang telah dinikmati warga NTT bahwa itu adalah program pemerintah pusat adalah tidak benar&period; Ia menegaskan bahwa program itu merupakan bantuannya secara pribadi hingga mencapai 320 titik pompa hidram di seluruh NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sebanyak 400 titik itu ada&comma; anggarannya beda&period; Saya sampai dapat Rekor MURI itu karena ada 320 titik yang saya kerjakan dari dana pribadi&period; Setelah itu ada tambah 80 titik&comma; itu dari PUPR sehingga totalnya menjadi 400 titik&comma;” tegasnya yang diamini Andreas Garu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi maksud saya&comma; yang pelayanan publik yang menyentuh pertanyaan&comma; pelayanan publiknya dimana&comma; respon cepat terhadap krisis&comma; kekurangan airnya bagaimana&comma; bukan kita bercerita tentang kedekatan dengan presiden&comma;” ujarnya lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Secara umum Paket Melki-Johny menjelaskan bahwa ia dan pasangannya akan membawa program dari pusat karena ia merupakan gubernur yang didukung oleh koalisi pemerintah pusat&period; Terkait inovasi pompa hidram&comma; Melki menyampaikan bahwa program tersebut merupakan program pemerintah pusat yang dibawa ke NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Terkait bagamana mengambil sumber-sumber air&comma; itu kami berterima kasih kepada SPK dan teman-teman karena ini program dari pemerintah pusat yang dibuat di NTT dan saya sudah cek di pemerintah pusat&period; Sekali lagi ini bisa terjadi karena ini program pemerintah pusat&period; Hanya karena kita bagian dari koalisi nasional&comma; program itu bisa dibawa ke NTT&comma; bukan soal pertemanan&comma;” kata Melki&period; &lpar;&ast;&ast;&ast;&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version