Site icon savanaparadise.com

Korban kekerasan oleh  Dua Anggota DPRD Kab.Kupang Roni Natonis Lapor Polisi,Polda NTT : Pastikan Proses Hukum Berjalan 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>KUPANG&comma;Savanaparadise&period;com<&sol;strong> – Dua anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Gerindra dan Golkar dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; atas dugaan tindak pidana penganiyaan terhadap Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Kupang&comma; Roni Natonis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis sore&comma; 19 Juni 2025&comma; di ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Kupang&comma; saat berlangsung rapat internal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Laporan polisi atas kasus ini telah diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum &lpar;Ditreskrimum&rpar; Polda NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kabid Humas Polda NTT&comma; Kombes Pol&period; Henry Novika Chandra&comma; saat dikonfirmasi pada Sabtu&comma; 21 Juni 2025&comma; membenarkan adanya laporan polisi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Iya benar&comma; ada laporan polisi terkait peristiwa tersebut&period; Polda NTT melalui Dirkrimum Kombes Patar Silalahi sedang melakukan proses lidik guna pengumpulan alat bukti dan barang bukti&comma; dan akan melanjutkan ke tahap penyelidikan dan penyidikan yang menjunjung tinggi keadilan dan kepastian hukum&comma;” ujar Kombes Henry&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Korban Roni Natonis mengungkapkan bahwa insiden bermula saat rapat berlangsung&period; Anggota DPRD dari Partai Gerindra&comma; Tome Da Costa&comma; tiba-tiba memaki dan melemparkan botol minuman ke arah dada korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dia bangun dari kursi&comma; langsung tarik saya&comma; memaki-maki&comma; tampar saya&comma; dan bilang&comma; &OpenCurlyQuote;saya kasi mati kamu’&comma;” ungkap Roni kepada wartawan&comma; Sabtu &lpar;21&sol;6&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak lama berselang&comma; seorang anggota DPRD lainnya dari Partai Golkar&comma; Oktovianus La’a&comma; juga diduga ikut melakukan kekerasan fisik dengan memukul bagian kepala korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat penganiayaan tersebut&comma; Roni mengalami luka memar dan pembengkakan di wajah dan sekitar mata&period; Ia juga mengaku mengalami trauma secara fisik dan psikis&comma; sehingga memilih untuk menempuh jalur hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya sudah beri keterangan ke penyidik Polda&comma; sudah visum&comma; dan keluarga saya juga tidak terima&period; Saya akan proses ini sampai tuntas secara hukum&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menanggapi laporan tersebut&comma; salah satu terlapor&comma; Tome Da Costa&comma; membantah telah melakukan pemukulan&period; Ia menyebut insiden itu hanyalah dinamika biasa dalam forum DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di DPRD itu biasa ada dinamika&period; Saya tidak pukul&comma; hanya ada selisih sedikit&period; Kemarin kami sudah damai di DPRD&period; Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa&comma;” ujarnya singkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; hingga berita ini diturunkan&comma; Oktovianus La’a dari Partai Golkar belum berhasil dikonfirmasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Polda NTT memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai prosedur&comma; dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalitas penyelidikan&period;&ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version