Site icon savanaparadise.com

KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yani Kota (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kapal Motor &lpar;KM&rpar; Lawit mengalami insiden ketika hendak bersandar di pelabuhan Ippi Ende pada Kamis&comma; 29 Oktober 2026&period; Diduga tak terkendali&comma; KM Lawit menabrak dermaga&period; Kejadian ini sekitar pukul 16&period;20&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat insiden tersebut KM Lawit mengalami kerusakan dilinggi bagian depan Kapal dan berdasarkan berita acara Kapal juga sedikit mengalami kebocoran bagian bawah Bulbous Bow&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peristiwa tabraknya KM Lawit ini menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi NasDem&comma; Yani Kota&period; Ia memberikan catatakan kritis kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan &lpar;KSOP&rpar; dan Pelayaran Nasional Indonesia &lpar;PELNI&rpar; Ende&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; insiden yang dialami KM Lawit jangan dianggap persoalan biasa melainkan ini seharusnya menjadi tanggung jawab moril Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Ende&comma; termasuk KSOP dan PELNI Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Politisi Partai NasDem ini merasa bahwa kejadian berturut-turut semacam ini bukan merupakan suatu kebetulan dan perlu di telesuri secara detail&period; Ia menuturkan&comma; sebelumnya peristiwa Kapal tabrak juga pernah dialami KM Roro Dharma Rucitra VIII di pelabuhan Ende tahun 2024 silam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada waktu itu&comma; insiden yang dialami KM Roro Dharma Rucitra VIII&comma; tambah Yani Kota&comma; mengakibatkan dermaga pelabuhan Ende mengalami rusak berat dan tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Terus kita juga pernah mengalami tragedi tenggelamnya KM Nusa Damai di Pelabuhan Ippi Ende dan sampai hari ini bangkainya belum diangkat sehingga dermaga lama tidak dapat digunakan kembali&period; Terus hari ini terjadi kembali insiden Kapal&period; Ada apa ini&quest; &&num;8220&semi;&comma; ungkap Yani kepada media&comma; Sabtu&comma; &lpar;31&sol;10&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari pernyataan yang disampaikan KSOP dan PELNI Ende&comma; kata Yani Kota&comma; terkesan menganggap ini sesuatu peristiwa biasa&period; Yani mendorong agar KSOP dan PELNI harus lebih agresif membuka tabir dibalik insiden tersebut kepada publik&comma; apa penyebab sehingga Kapal tersebut hilang kendali dan menabrak dermaga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Apakah karena Kaptennya yang diduga lalai&comma; atau mungkin mesin Kapalnya error&comma; mungkin juga ada di ABKnya&quest;&period; Dan mungkin juga dari saya maintenance Kapal itu yang perlu di telesuri juga&&num;8221&semi;&comma; tekan Yani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Ende mendorong Dirjen ataupun Kementrian Perhubungan Laut harus berani melakukan investigasi Jangan terkesan membiarkan peristiwa yang sama selalu berulang tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Bagi saya langkah-langkah yang dilakukan KSOP dan PELNI berkaitan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan kapal itu wajar-wajar saja karena memang SOPnya seperti itu&period; Namun saya tidak melihat ada upaya lain seperti soal disiplin Kapten&comma; terus ABK itu sendiri&comma; dan kondisi Kapal juga perlu kita pertanyakan&&num;8221&semi;&comma; ujar dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Yani&comma; berdasarkan pengamatannya melalui Video yang beredar viral di media sosial saat terjadinya tabrak&comma; Ia menduga itu bukan olah gerak melainkan terjadi human error&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya minta PELNI dan KSOP harus bertanggung jawab ini&period; Jangan sampai semacam ini terjadi kembali&&num;8221&semi;&comma; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; diberitakan Kapal Motor &lpar;KM&rpar; Lawit mengalami insiden yakni menabrak pinggir dermaga Ippi Ende pada saat Kapal berlayar dari pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende&period; Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16&period;20 Wita&comma; Kamis&comma; &lpar;29&sol;10&sol;26&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan &lpar;KSOP&rpar; kelas IV Ende&comma; melalui Penata Layanan Operasional&comma; Muhamad Ramadhan&comma; pada Jumat&comma; &lpar;30&sol;10&sol;26&rpar; menerangkan bahwa saat kapal dari pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende&comma; cuaca pada saat itu dalam kondisi nyaman dan arus sedikt kencang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meski arus sedikit kencang&comma; Ramadhan mengungkap bahwa tidak hal luar biasa terjadi pada saat itu&period; Namun&comma; pada saat nahkoda melakukan olah gerak kapal&comma; terang Ramdhan&comma; terjadilah benturan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah kejadian tersebut&comma; kata Ramadhan langkah-langkah yang dilakukan pihaknya adalah berkolaborasi dengan beberapa instansi terkait termasuk PELNI Ende untuk mengambil langkah mengamankan kondisi penumpang lewat kolaborasi teman-teman PELNI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Yang paling pertama kita lakukan adalah melihat kondisi kapal&period; Kondisi kapal yang seperti teman-teman lihat&comma; akibat benturan ada kerusakan dilinggi bagian depan&period; Dan berdasarkan berita acara teman-teman&comma; ada sedikit kebocoran bagian bawah bulbous bow&period; Kita berkolaborasi dengan teman-teman PELNI terkait dengan keselamatan pelayaran termasuk petugas khusus merine inspector&&num;8221&semi;&comma; ungkap Ramadhan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi kita berkolaborasi dengan teman-teman KSOP Kupang&period;untuk bagaimana menindaklanjuti kondisi kapal setelah dilakukan pemeriksaan untuk melakukan perbaikan setelah hasil inevestigasi&comma; rekomendasi yang disampaikan oleh teman merine inspector agar dijadikan acuan untuk melakukan tindakan lanjutan&&num;8221&semi;&comma; tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Plt&period; Kepala Cabang PELNI Ende&period; Haikal M Djibran menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman akibat insiden benturan yang dialami KM Lawit di dermaga saat melakukan olah gerak di pelabuhan Ipi Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Haikal menguraikan saat kejadian tersebut KM Lawit sedang mengangkut penumpang sebanyak&period;1146 Orang&period; Dari jumlah tersebut&comma; tambah Haikal&comma; penumpang yang turun di pelabuhan Ende sebanyak 317 Orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain penumpang yang turun di Pelabuhan Ende&comma; akibat dari insiden tersebut&comma; kata Haikal&comma; 379 penumpang yang akan melakukan perjalanan dari pelabuhan Ende bersama KM Lawit telah di batalkan dan dilakukan pengembalian dana 100 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Untuk penumpang lanjutan kami menyiapkan kapal pengganti yang deviasi masuk ke Ende itu Kapal KM Igon&period; KM igon melakukan deviasi dan terjadwal akan tiba di pelabuhan Ende sebentar malam jam 22&period;20 dan berangkatnya tanggal 31 Oktober 2026 jam 01&period;20 dini hari&&num;8221&semi;&comma; terang Haikal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Haikal mengatakan bahwa terjadi perubahan rute yang semula semula dari Waingapu&comma; Lembar&comma; Surabaya&comma; kemudian dideviasikan atau di ubah rutenya menjadi Waingapu&comma; Ende&comma; Kupang &comma; Lembar&comma; Surabaya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebagai informasi bahwa KM Lawit ini melayani rute&comma; Kumai&comma; Surabaya&comma; Benoa&comma; Bima&comma; Waingapu&comma; Ende&comma; Lewoleba&comma; Kupang&comma; Rote&comma; pulang pergi &lpar;PP&rpar;&period; Kami di sini dari Pelni kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait terutama KSOP serta melakukan pemantuan terhadap perkembangan penanganan insiden tersebut&period; Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami&&num;8221&semi;&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan Informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait&period; Ia juga mengatakan sejauh ini yang mengalami kerusakan hanya bagian kapal dan dermaga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sementara ini masih di investigasi juga sama KSOP&period; Kalau sudah keluar hasilnya dari KSOP baru kita bisa mengetahuinya&period; Karena yang berwenang adalah dari pihak KSOP&period; Secara regulator kami menjalamkan saja&period; Nantinya kapal tetap bersandar di situ sambil menunggu penanganan lebih lanjut&period; Penumpangnya akan kita mobilasi sebentar malam&&num;8221&semi;&comma; kata Haikal&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version