Site icon savanaparadise.com

Kisah Petani Pepaya Raup Omzet Rp36 Juta Per Bulan Berkat Pinjaman Ultra Mikro BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jember&comma; Savanaparadise&period;com &&num;8211&semi; Hidup di desa menuntut setiap orang untuk memiliki kepekaan atas setiap peluang usaha yang ada di daerahnya&period; Memaksimalkan potensi daerah menjadi satu hal yang tidak bisa ditinggalkan oleh mereka yang tinggal di kawasan ini&period; Hal inilah yang dilakukan oleh Partini&comma; pelaku usaha petani pepaya yang tinggal di Desa Pace&comma; Kecamatan Silo&comma; Jember&comma; Jawa Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tengah kesibukannya mengurus suami dan anak&comma; Partini rupayanya punya mimpi besar yakni menjadi pengusaha tani yang sukses&period; Diakuinya&comma; memulai usaha di bidang pertanian adalah jalan yang sunyi dan sering dikaitkan dengan citra negatif seperti kotor&comma; tradisional dan tidak menghasilkan banyak cuan&period; Padahal&comma; bisnis pertanian saat ini cukup menjanjikan karena kebutuhan akan pangan akan selalu meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terlebih lagi&comma; jika kita mengetahui bagaimana karakteristik dari wilayah yang ditempatinya&period; Contohnya di Desa Pace yang ditinggalinya saat ini&period; Kata dia&comma; desa tersebut memiliki karakteristik tanah yang subur dan sedikit berpasir&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; tanaman yang cocok untuk ditanam adalah pepaya karena pepaya dapat tumbuh subur pada dataran rendah sampai medium dengan pengairan yang relatif minim&period; Satu pohon pepaya bisa menghasilkan puluhan buah&period; Selain itu&comma; pepaya juga mempunyai waktu panen yang singkat yakni 10-15 hari dibandingkan dengan tumbuhan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Partini pun mengaku sudah memetik hasil dari usaha berkebun pepaya california&period; Dalam satu hektare lahannya&comma; dia bisa menghasilkan pepaya 2-3 ton&period; Untuk masa tanam pertama&comma; memang membutuhkan waktu 7-8 bulan hinga bisa berbuah&period; Setelah itu&comma; buah pepaya bisa dipanen setiap 10-15 hari sekali&period; &&num;8220&semi;Artinya bisa panen dua kali dalam satu bulan&comma;&&num;8221&semi; tutur Partini<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan untuk omsetnya&comma; kata Partini&comma; itu tergantung jenis pepayanya&period; Misalnya saja&comma; jenis pepaya California yang saat ini berada di harga Rp6&period;000&sol;kg&period; Artinya&comma; jika sekali panen dia menghasilkan 3 ton&comma; Partini bisa mendapatkan omset hingga Rp18 juta dan Rp36 juta untuk 2 kali panen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; di satu hektare lahan yang dimilikinya&comma; dia tidak hanya bisa menanam pepaya&comma; melainkan juga tanaman lainnya seperti cabe&comma; pepaya&comma; dan terong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi bukan hanya pepaya yang bisa saya hasilkan&comma; tapi di bawahnya itu bisa saya tanami sayur-sayuran&period; Meskipun sedikit&comma; tanaman tersebut bisa dijual ke warung-warung sekitar untuk tambah-tambah uang dapur&comma;&&num;8221&semi; imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati demikian&comma; memiliki usaha tak selalu berjalan mulur&comma; ada yang namanya jatuh bangun&period; Partini mengaku sempat kehabisan modal karena tanamannya diserang hama&period; Sementara di satu sisi&comma; dia tetap harus menjalankan usahanya demi bertahan hidup&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Beruntung PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk hadir untuk memberikan pinjaman ultra mikro bernama KECE &lpar;Kredit Cepat&rpar;&period; &&num;8220&semi;Waktu itu saya dikasih tahu oleh tetangga ada produk pinjaman KECE&period; Saya cari tahu ke sana kemari&comma; ternyata produk ini sesuai dengan yang saya butuhkan karena tidak perlu pakai agunan&period; Yang penting sudah punya usaha dan omset buat bayar angsuran&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Makin Produktif Berkat Kredit Cepat &lpar;KECE&rpar; BRI<&sol;p>&NewLine;<p>Partini mengaku merasakan manfaat dukungan pendanaan dari BRI&comma; sehingga bisa memiliki usaha yang lebih besar seperti sekarang ini&period; Partini mendapatkan pendanaan dari program KECE BRI sebesar Rp5 juta yang semuanya dimanfaatkan untuk menambah modal memajukan usaha perkebunan pepayanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Awal dapat pinjaman itu hanya Rp5 juta&comma; tapi kemarin saya baru ambil lagi sudah bisa dapat Rp7 juta&comma;&&num;8221&semi; tutur Partini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; lanjut Partini program KECE dari BRI bukan hanya sebatas pada penyaluran dana&comma; melainkan ada pelatihan yang diberikan oleh mantri BRI sehingga bisa lebih produktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebelumnya&comma; saya hanya jual pepaya saja&comma; barangnya ambil dari petani&period; Sekarang saya punya perkebunannya di beberapa lokasi&period; Bahkan saya juga jual bibit&comma; jadi para petani yang beli bibit ke saya sekarang&comma;&&num;8221&semi; urai Partini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mengaku bukan hanya diberikan pemahaman tentang bagaimana mengelola bisnis yang inovatif&comma; tapi juga diberikan edukasi tentang pembayaran lewat digital&period; Menurut Partini&comma; hal-hal seperti itu sangat membantu di era digitalisasi seperti sekarang ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dulu itu saya tidak tahu bagaimana cara mengecek transferan yang sudah masuk&comma; tapi semenjak dapat pinjaman dari KECE ini&comma; saya bisa lihat langsung kalau transferan sudah masuk&period; Saya cukup lihat dari hape saja&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan perseroan akan terus mendorong pemberdayaan segmen Ultra Mikro sebagai upaya mengakselerasi ekonomi Indonesia secara optimal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Terbukanya akses pembiayaan bagi usaha UMi akan memberikan fleksibilitas dan daya adaptasi yang baik bagi pengembangan usaha&period; Di samping itu&comma; mendekatkan jangkauan inklusi keuangan pada kelompok ini dapat membuka ruang tumbuh usaha menjadi lebih luas sehingga saving capacity pun ikut meningkat&comma;” imbuh Supari&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version