Site icon savanaparadise.com

Kelompok Usaha Ini Sulap Daun Pandan Jadi Kerajinan, Pemberdayaan UMKM Binaan BRI Semakin Berkembang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI kini semakin berkembang&period; Salah satunya usaha dari Bali yang dimotori oleh Ketua Kelompok Pandan Wangi&comma; I Made Pasek&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;Lewat kelompok usaha Pandan Wangi tersebut&comma; ia mengumpulkan lebih ada 70 perempuan di Desa Tumbu&comma; Kecamatan Karangasem untuk membuat kerajinan tangan atau yang lebih dikenal dengan produk handcraft&period; Di tangan mereka&comma; daun pandan diolah menjadi berbagai kerajinan&comma; mulai dari anyaman tikar&comma; tas berbagai ukuran&comma; hingga tatakan alas meja&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;I Made Pasek mengungkapkan&comma; awalnya usaha tersebut hanya fokus pada anyaman tikar&period; Namun&comma; mulai tahun 1996 ia pun merambah ke produk lain&comma; seperti tas dan peralatan home décor lainnya&period; Dalam pembuatannya&comma; bahan baku yang diolah sampai menjadi produk jadi semuanya dilakukan dengan cara tradisional&period; Bahan baku pandan sendiri diperoleh dari pekarangan rumah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;Kebetulan untuk bahan baku&comma; diambil di masing-masing rumah&period; Setelah itu dikerjakan untuk menjadi sebuah produk kerajinan&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Pada tahapan awal&comma; kelompok usaha ini mencari bahan baku pandan dari pekarangan rumah&period; Kemudian dibelah menjadi dua bagian&comma; dan selanjutnya dijangka atau dibuat bagian-bagian kecil&period; Proses selanjutnya&comma; yakni dihaluskan dan kemudian dijemur hingga daun pandan yang sebelumnya hijau menjadi kering sehingga dapat dianyam sesuai kebutuhan&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">I Made Pasek mengatakan&comma; semua proses dilakukan secara manual&period; Bahkan&comma; untuk satu produk biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari&period; Adapun pemasaran art shop didistribusikan di sekitar Denpasar&comma; Kuta&comma; Sukawati dan Bona di Gianyar&comma; serta pasar lokal di Karangasem&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Berkembangnya kelompok usaha Pandan Wangi tersebut tak terlepas dari peran BRI yang membantu menyediakan akses pasar hingga permodalan&period; Dengan demikian&comma; usaha yang dimotori oleh I Made Pasek itu bisa terus berinovasi dan naik kelas&period; Ia menyebut&comma; pendampingan dan pembinaan oleh BRI didapatnya sejak 2010&period; Semua akses permodalan dibantu secara total&comma; termasuk fasilitas mesin jahit dan beberapa sarana penunjang lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan&comma; BRI terus berupaya memberdayakan UMKM dan membantu usahanya agar naik kelas&period; Permodalan yang diberikan bermacam-macam&comma; mulai dari Kupedes&comma; Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar;&comma; hingga pinjaman kemitraan&period; Tentunya hal ini disesuaikan dengan assessment dan kelayakan usaha&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;Pelaku usaha segmen ultra mikro pun dapat mengajukan kredit Ultra Mikro &lpar;UMi&rpar; lebih dekat&comma; aman&comma; dan cepat melalui AgenBRILink&period; Kredit Ultra Mikro merupakan fasilitas pembiayaan dengan nilai pinjaman sampai dengan Rp10 juta&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;Seperti diketahui&comma; hal ini merupakan bagian dari sinergi holding Ultra Mikro antara BRI&comma; Pegadaian&comma; dan PNM&period; Akses pembiayaan untuk pelaku usaha ultra mikro yang disalurkan tersebut merupakan upaya BRI untuk mendukung para pelaku usaha go global&period; Peran ini terus didorong BRI&comma; sebagaimana tampak dari komitmen perseroan yang menjadi induk Holding BUMN Ultra Mikro&period;<&sol;p>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; left&semi;">&NewLine;Upaya-upaya BRI dalam melakukan program pemberdayaan pelaku usaha agar dapat resilience di situasi pandemi dan dapat terus tumbuh berkembang ini nyatanya selaras dengan presidensi G20 dengan tema Recover Together&comma; Recover Stronger pada tahun ini&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version