Site icon savanaparadise.com

Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Ende Masih Mendominasi

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p style&equals;"text-align&colon; center&semi;"><em><strong>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende&comma; Marmi Kusuma &lpar;Foto&colon; Chen Rasi&rpar; <&sol;strong><&sol;em><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-<&sol;strong> Peringatan Hari Anak Nasional &lpar;HAN&rpar; yang biasanya diperingati pada tanggal 23 Juli dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Upaya perlindungan terhadap anak dilakukan agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal&period; Karenanya keluarga sebagai lembaga pertama dan utama perlu di dorong dalam memberikan perlindungan kepada anak&comma; sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat&comma; cerdas&comma; ceria&comma; berakhlak mulia dan cinta tanah air&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini yang melibatkan anak-anak menjadi salah satu perhatian utama&period; Berbagai kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak di bawah umur seperti&comma; kekerasan verbal dan non verbal terhadap anak masih saja terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kasus kekerasan terhadap anak bukan saja terjadi di wilayah lain&comma; di Kabupaten Ende sendiri kasus kekerasan terhadap anak marak terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Demikian pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende&comma; Marmi Kusuma ketika di konfirmasi wartawan SP&comma; Jumat &lpar;23&sol;7&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya ditahun 2021 ada 20 kasus kekerasan terhadap anak terjadi dan dari sekian kasus kekerasan terhadap anak tersebut didominasi oleh kekerasan seksual&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada kekerasan seksual&comma; ada ketelantaran anak&comma; ada juga kekerasan fisik tapi yang mendominasi adalah kekerasan seksual&&num;8221&semi;&comma; sebutnya Kadis Marmi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Marmi upaya yang dilakukan oleh pihak Dinsos sejauh ini adalah terus melakukan pendampingan terhadap anak&comma; baik itu dalam bentuk pendampingan hukum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Tahun 2021 ini ada 2 Orang Anak yang mengalami kekerasan seksual&comma; lalu kita antar ke Kupang untuk melanjutkan pendidikan&&num;8221&semi;&comma; beber Kadis Marmi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kadis Marmi mengatakan tindakan itu dilakukan sebagai bentuk rehabiltasi terhadap anak demi menghilangkan stigma dan tekanan psikis terhadap yang bersangkutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Yang menjadi kesulitan kita hari ini karena belum memiliki rumah AMAN untuk memberikan perlindungan terhadap anak&&num;8221&semi;&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain upaya-upaya yang sudah dilakukan di atas&comma; terangnya demi mencegah dan mengurangi kasus kekerasan terhadap anak&comma; kita bekerjasama dengan berbagai pihak&comma; seperti dengan GSI dan membentuk Forum Lingkungan Ramah Terhadap Anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita juga sudah membentuk Forum Anak di tujuh Desa yang ada di Kabupaten Ende&&num;8221&semi;&comma; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun Kadis Marmi mengatakan banyak tantangan yang dihadapi&comma; seperti tidak adanya keterbukaan dari pihak keluarga ataupun lingkungan disekitarnya dalam menyuplai informasi kepada pihak Dinsos bahwa telah terjadi kekerasan terhadap anak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Disisi lain&comma; kata dia ada juga yang kita temukan&comma; apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak&comma; itu ditempuh dengan jalan damai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Harapan kita bahwa perlu ada kerjasama dari pihak keluarga dan lingkungan disekitarnya untuk terbuka dan harus lebih berani untuk dilakukan proses hukum terhadap pelaku&comma; biar ada efek jera&&num;8221&semi;&comma; tutup Kadis Marmi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk diketahui&comma; Peringatan HAN telah diselenggarakan sejak tahun 1986 silam&comma; berdasarkan Keputusan Presiden No&period; 44 tahun 1984&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version