Site icon savanaparadise.com

Kejari Ende Tetapkan Dua Tersangka Kasus Normalisasi Kali dan Bronjonisasi, Ini Pasal Yang Dikenakan

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Nanda Yoga Rohmana (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Publik Ende kembali di hebohkan dengan ditetapkan dua tersangka baru&comma; Yohanes Kaki dan Siprianus Lenggoyo oleh Kejaksaan Negeri Ende&period; Kejari Ende menetapkan keduanya sebagai tersangka pada&comma; 19 Februari 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keduanya di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pekerjaan proyek normalisasi kali dan bronjonisasi di kali Lowolulu Lokalande&comma; Desa Tou&comma; Kecamatan Kotabaru&comma; Kabupaten Ende pada tahun 2016 silam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; kasus ini telah menyeret sejumlah nama termasuk mantan kepala BPBD kabupaten Ende dan Pejabat Pembuat Komitmen &lpar;PPK&rpar; dan keduanya telah dijatuhi hukuman&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kasi Intel Kejaksanaan Negeri Ende&comma; Nanda Yoga Rohmana saat ditemui media ini diruang kerjanya&comma; Rabu&comma; &lpar;26&sol;02&sol;25&rpar; menjelaskan berdasarkan petikan putusan sebelumnya&comma; terdakwa Sariatus Serebritemu sebagai PPK dalam menjalankan kewenangan tidak mengendalikan kegiatan Paket pekerjaan itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dijelaskan pemilik CV&period; Bintang Pratama yang semestinya mengerjakan paket itu&comma; namun pada kenyataan pemilik CV&period; Bintang Pratama&comma; Yohanes Kaki mengadakan subkontrak dengan pihak lain atas nama Cornelis Syukur sebagai pelaksana dari pekerjaan proyek dimaksud&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Si tersangka Yohanes Kaki tidak melaksanakan tapi yang laksanakan itu si Cornelis Syukur alias Jesi tadi&period; Dia &lpar;Yohanes Kaki&rpar; cuman tanda tangan- tanda tangan saja&period; Pelaksananya Cornelis Syukur&&num;8221&semi;&comma; ungkap Nanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan putusan persidangan sebelumnya&comma; lanjut Kasi Intel&comma; kemudian saksi Albert Yani sebagai mantan Kepala BPBD Ende&comma; saksi Sprianus Lenggoyo selaku direktur CV&period; Maju Bersama&comma; saksi Yohanes Kaki selaku direktur CV&period; Bintang Pratama&comma; dan saksi Cornelis Syukur alias Jesi selaku pelaksana pekerjaan diputuskan harus mempertanggungjawabkan secara hukum pengelolaan anggaran dalam kegiatan Paket tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam putusan&comma; kata Nanda&comma; dinyatakan bahwa perbuatan terdakwa bersama-sama dengan saksi-saksi telah menimbulkan kerugian negara atau perekonomian negara sebesar Rp&period;638 juta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi jelas disebutkan di dalam amar putusan itu&period; Siprianus Lenggoyo dan Yohanes Kaki waktu itu sebagai saksi&&num;8221&semi;&comma; ungkap Nanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah nama keduanya disebutkan&comma; terang Nanda&comma; Kejari Ende kemudian mengumpulkan seluruh bahan dan keterangan &lpar;Pulbaket&rpar; dan lalu menetapkan tersangka pada tanggal 29 Februari 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pasal yang di kenakan&comma; Pasal 3 Jo pasal 18 dengan pidana penjara paling cepat 1 &lpar;satu&rpar; tahun dan paling lama 20 &lpar;dua puluh&rpar; tahun&&num;8221&semi;&comma; jelas Nanda&period; &lpar;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version