Site icon savanaparadise.com

GMNI Ende Gelar Napak Tilas, Kenang Jejak Bung Karno di Ende

Aktivis GMNI Cabang Ende sedang berada di Situs Rumah Pengasingan Bung Karno (Foto: Chen Rasi/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia &lpar;GMNI&rpar; Cabang Ende menggelar kegiatan Napak Tilas untuk mengenang kembali jejak Bung Karno selama diasingkan di Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan Napak Tilas dilaksanakan&comma; pada Sabtu&comma; &lpar;14&sol;6&sol;25&rpar;&comma; bertepatan dengan bulan Bung Karno&period; Sebab&comma; bulan Juni kerap disebut bulan Bung Karno lantaran ada beberapa hari tertentu selalu berhubungan dengan Bung Karno&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diawali&comma; tanggal 1 Juni&comma; hari lahir Pancasila&comma; Tanggal 6 Juni&comma; hari lahirnya Bung Karno&comma; dan tanggal 21 Juni&comma; Bung Karno wafat&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Napak Tilas dimulai dari Pelabuhan Ende &lpar;Pelabuhan Bung Karno&rpar; tempat di mana Bung Karno m nginjakkan kakinya pertama kali ketika diasingkan&period; Dari Pelabuhan Bung Karno menuju Kantor Sub Detasemen Polisi Militer 1X&sol;1-1 &lpar;Jalan Kartini&rpar;&comma; tempat pengawasan terhadap Bung Karno selama pengasingan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; Situs Rumah Pengasingan Bung Karno&comma; rumah tempat tinggal Bung Karno selama di Ende&period; Setelahnya&comma; menuju Biara Santo Yosef&comma; tempat Bung Karno berdiskusi dengan Pater Huijtink&comma; SVD dan Pater Bouma&comma; SVD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari Biara St&period; Yosef&comma; dengan berjalan kaki&comma; aktivis GMNI ini menuju ke Gedung Imakulata&comma; gedung yang memiliki nilai sejarah terkait pentas Tonel Bung Karno&period; dari sana<&sol;p>&NewLine;<p>Napak Tilas Bung Karno berakhir di Taman Renungan&comma; tempat Bung Karno merenungkan butir-butir mutiara Pancasila&comma; setelah dari Makam Ibu Amsi&comma; mama mantu Bung Karno selama di Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua GMNI Cabang Ende&comma; Yohanes Lemba mengatakan&comma; kegiatan Napak Tilas yang sering dilakukan oleh GMNI Ende ini bertujuan untuk mengenang kembali sebuah peristiwa sejarah selama Bung Karno dibuang ke Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tempat-tempat yang dikunjungi selama Napak Tilas ini&comma; jelas Ketua GMNI&comma; merupakan tempat sejarah yang tidak boleh dilupakan dan perlu dihargai seperti yang diungkap oleh Bung Karno sendiri Jas Merah &lpar;Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah&rpar;&period;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karena sejak 1934 sampai 1938 selama Bung Karno diasingkan&comma; dari Ende&comma; kota kecil ini telah menyumbangkan hal terbesar bagi bangsa ini yaitu Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia&&num;8221&semi;&comma; ungkap Ketua GMNI Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karena itu pentingnya memahami nilai-nilai Pancasila yang direnungkan Bung Karno di bawah pohon sukun&&num;8221&semi;&comma; sambung pria yang akrab disapa Nyoman ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nyoman juga mengajak semua anggota GMNI untuk merawat tempat bersejarah serta mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dengan kegiatan Napak Tilas ini&comma; GMNI Ende berharap masyarakat dapat menghargai tempat bersejarah dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia&&num;8221&semi;&comma; tutupnya&period; &lpar;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version