Site icon savanaparadise.com

Gagal Ditempat Rantau, Cemos Pilih Buka Usaha Pangkas Rambut Di Desa Aeramo Nagekeo

Bernadus Nggolu, pemilik usaha Barber Shop di Desa Aeramo Nagekeo (Foto: Fardin Bay/Savanaparadise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Mbay&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Bernadus Nggolu demikian nama lengkap pemilik pangkas rambut asal Desa Aeramo Mbay ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meskipun tak sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi namun bukan berarti Bernadus tak memiliki mimpi dalam berwirausaha&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maklum Bernadus hanya mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas &lpar;SMA&rpar; yang ada di Kecamatan Keotengah&comma; Kabupaten Nagekeo&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Saat di temui media ini dikediamannya yang bertempat di Desa Aeramo&comma; Kecamatan Aesesa&comma; Kabupaten Nagekeo&comma; Kamis &lpar;02&sol;06&sol;22&rpar;&comma; Bernadus Nggolu &lpar;20&rpar; menceritakan kisahnya demikian&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat kondisi perekonomian keluarga yang carut marut&comma; pria yang akrab Cemos itu mencoba untuk merantau ke Kabupaten Malang&comma; Provinsi Jawa timur bersama sang kakak untuk mencari perkerjaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kakaknya mengajurkan dia untuk mengikuti pelatihan pangkas rambut selama satu Minggu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebenarnya Cemos sudah memiliki bakat pangkas rambut sejak dirinya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama &lpar;SMP&rpar; dikampungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat itu dirinya seringkali diminta jasanya oleh teman-teman sebayanya ataupun beberapa warga disekitar tempat dirinya tinggal untuk pangkas rambut mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari bakat yang Tuhan anugerakan kepada dirinya dikala itu&comma; saat orang meminta jasanya untuk pangkas rambut hasilnya terkadang ia sisipkan untuk membeli buku dan pulpen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Saya sejak SMP sudah mulai gunting rambut&comma; Kadang di bayar kadang juga tidak ungkapnya sambil tersenyum&period; Uang dari hasil gunting rambut saya sisipkan untuk beli buku&comma; balpoint&comma; Fotocopy&period; Dan juga kalau gula atau kopi tidak ada dirumah saya juga beli pake uang dari hasil pangkas rambut&period; &&num;8220&semi;terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Cemos lalu melanjutkan ceritanya&period; Selesai pelatihan dia sempat menganggur dikarenakan susah untuk mendapatkan pekerjaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena belum mendapat pekerjaan&comma; akhirnya Cemos memutuskan untuk pulang kampung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesampainya di kampung ia mecoba untuk membuka tempat Pangkas Rambut &lpar;Barber Shop&rpar; di wilayah pinggiran kota Mbay&comma; tepatnya di Desa Aeramo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Alhasil&comma; dari modal yang di bantu sang kakak ia mampu membuka tempat usaha&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dirinya tak menyangka selama 12 hari menjalani usahanya&comma; ia sudah mengumpulkan uang sebesar Rp&period; 600 ribu dari keterampilannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia pun berharap agar kelak dia bisa memperkerjakan lagi teman-temannya yang menganggur dikampung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Kalau usaha saya ini berjalan dengan baik dan lancar saya akan buka lagi tempat-tempat baru sehingga adik-adik atau teman-teman saya dari kampung yang menganggur saya bisa ajak untuk kerja di tempat saya dan juga bagi teman-teman yang ingin melatih keterampilannya di pangkas rambut saya juga siap membantu&&num;8221&semi; ujar Cemos&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Fardin Bay<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Editor&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version