Site icon savanaparadise.com

Dua Tahun Dikerjakan, Kondisi Rumah Bantuan di Desa Nainaban TTU Memprihatinkan. Ada Apa?

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savana paradise&period;com&comma;&lowbar;<&sol;strong> Kondisi  13 unit rumah bantuan yang bersumber dari Dana Desa &lpar;DD&rpar;&comma; desa Nainaban&comma; kecamatan Bikomi Nilulat&comma; Kabupaten Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar;&comma; propinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; hingga saat ini sangat memprihatinkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; rumah bantuan untuk 13 Kepala Keluarga &lpar;KK&rpar; yang telah dianggarkan sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini tidak dilanjutkan dengan alasan yang tidak jelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fisik bangunan dari 13 unit rumah tersebut progresnya masih di bawah 30 &percnt;&comma; padahal anggarannya sudah dicairkan 100 &percnt;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Richardus Lake&comma; salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa &lpar;BPD&rpar; desa setempat mengaku sangat kecewa dengan ulah oknum penjabat kepala desa yang malas tahu dengan situasi ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Richardus&comma; 13 KK yang seharusnya sudah tinggal di rumah yang layak huni ini sangat kesulitan terutama di saat musim hujan&comma; sementara rumah-rumah yang dibangun terbengkalai dan sudah ditumbuh rumput dan semak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau kita perhatikan fisik bangunan yang ada&comma; hingga kini progresnya masih kurang dari 30 &percnt;&period; Sebagai BPD yang adalah perwakilan masyarakat kami sudah beberapa kali ingatkan pemerintah desa namun tidak digubris&period; Kita ini kasihan dengan masyarakat penerima bantuan rumah ini karena ada yang sudah bongkar rumah namun hingga kini kondisi bangunan masih seperti ini&period; Saat hujan turun mereka kewalahan mencari tempat untuk berlindung&&num;8221&semi; ucap Richardus kesal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Richardus menjelaskan bahwa pihak BPD sudah beberapa kali melayangkan panggilan kepada pemerintah desa untuk menjelaskan kondisi ini&comma; namun penjabat kepala desa selalu saja mencari alasan dan tidak mengindahkan panggilan dari BPD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sudah beberapa kali kami panggil tapi tidak mau datang&period; Bahkan&comma; kami juga sudah membawa masalah ini ke kecamatan dan pada saat dipanggil oleh camat pak penjabat kepala desa tidak hadir&&num;8221&semi; ujar Richard&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; persoalan ini juga sudah disampaikan ke pemerintah kabupaten TTU dan sudah ada pemeriksaan dari inspektorat tapi hingga hari ini hasil pemeriksaan belum diketahui&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami juga sudah menyampaikan persoalan ini ke Kejaksaan dan pihak kejaksaan negeri TTU sudah turun langsung ke lapangan&period; Kami berharap semoga kejaksaan dapat mengusut masalah ini dengan segera agar rumah- rumah ini bisa dilanjutkan pembangunannya&&num;8221&semi; harap Richardus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Richardus menduga bahwa ada aksi penilepan anggaran untuk pembangunan rumah bantuan rumah tersebut&comma; karena penjabat kepala desa pernah menjelaskan bahwa dana untuk rumah-rumah tersebut terbawa dalam bentuk silpa di tahun anggaran 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dia &lpar;penjabat desa&rpar; mengatakan&comma; dana untuk rumah bantuan terbawa ke silpa tahun 2021&comma; tapi faktanya pada saat diminta untuk print rekening koran&comma; dananya kosong&&num;8221&semi; jelas Richard&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Richard menguraikan bahwa&comma; anggaran untuk pembangunan 13 unit rumah ini direncanakan pada tahun 2019&comma; dan pekerjaan mulai dilaksanakan tahun 2020&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anggaran untuk tiap unit rumah tersebut&comma; menurut Richard&comma; sebesar 28 juta rupiah per unit sehingga total anggaran mencapai 364 juta rupiah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; pekerjaan awal dimulai pada bulan agustus 2020 dengan menggunakan jasa supliyer atas nama Pius Maryo Klau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Awalnya supliyer mendroping material pada bulan agustus 2020 dan setelah material itu habis digunakan&comma; material tidak lagi didroping hingga hari ini sehingga rumah-rumah tersebut tidak dilanjutkan pembangunannya&&num;8221&semi; kata Richard&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; supliyer Pius Maryo Klau&comma; hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi karena kesulitan menemukan nomor handphonenya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penjabat Kepala desa Nainaban&comma; Tadeus Kusi Eno juga belum dapat dikonfirmasi&period; Dihubungi lewat nomor 081353xxxpun tidak menjawab&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis &colon; Yuven Abi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Editor   &colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version