Site icon savanaparadise.com

DPRD Ende Jelaskan Soal Dana Pokir Lonjak 34 M Dari Usulan Awal 25 M

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Abdul Kadir Mosa Basa (Foto: Chen Rasi/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Kabupaten Ende&comma; Abdul Kadir Mosa Basa menjelaskan mengapa dana Pokok Pikiran &lpar;Pokir&rpar; DPRD Ende dalam perjalanan melonjak naik hingga 34 M dari usulan awal 25 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut penjelasan Abdul Kadir Mosa Basa&comma; setelah dua kali berkomunikasi dengan pemerintah dari diskusi awal 25 M&comma; namun dalam perjalanan berkembang menjadi 34 lebih itu sudah disetujui pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Tanya penjabat Bupati&comma; 34 M dalam diskusi kami&comma; kemudian disetujui oleh pemerintah&period; Ketika disetejui maka teman-teman DPR Reses&&num;8221&semi;&comma; ungkap Kadir Mosa Basa yang juga adalah Ketua Komisi II DPRD Ende ini kepada media di Ruang Transit DPRD Ende&comma; Selasa&comma; &lpar;8&sol;4&sol;25&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Na&comma; setelah hasil Reses direkap semua dan diinput ke SIPD&period; Baca Permendagri Nomor 70 Tahun 2019&&num;8221&semi;&comma; tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kadir juga menambahkan&comma; seluruh perencanaan&comma; baik lewat Musrenbang dan Reses harus terinput di Sistem Informasi Pembangunan Daerah &lpar;SIPD&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Itu di setujui oleh pemerintah&period; Bukan jamannya Deo Do tahun 2024&period; Itukan jamannya Penjabat&period; Seharus mantan Penjabat komentar&&num;8221&semi;&comma; tegas Kadir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melonjaknya dana Pokir dari 25 M hingga 34 M lebih terungkap saat Rapat Paripurna penyampaian nota pengantar LKPJ Bupati Ende pada 24 Maret 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kesempatan tersebut&comma; Bupati menyinggung soal dana Pokir 34 M&comma; tapi berdasarkan hasil diskusi dengan sebagian anggota DPRD Ende&comma; dikatakan usulan awal yang disepakati adalah hanya 25 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Itulah yang menimbulkan polemik antar dua lembaga ini&period; Apalagi&comma; ditempat berbeda&comma; saat jumpa pers dengan sejumlah awak media&comma; Bupati Badeoda mengaku kaget atas selisi Pokir dimaksud&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pokir perlu diefesiensi&comma; ya&period; Ini saya juga kaget Pokir ada 35 M karena selisi tidak jauh mau mencapai 35 M&period; Padahal anggota DPRD tahu hanya 25 M&period; 34 sekian itu apa&quest;&&num;8221&semi;&comma; ungkap Bupati kala itu<&sol;p>&NewLine;<p>Dikesempatan sama&comma; Kadir juga membeberkan hasil temuan Pansus terjadinya loss cash 27 M&period; Menurutnya&comma; Loss Cash itu dilakukan setelah perubahan APBD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut Kadir menjelaskan&comma; setiap pergeseran Pokir belanja antar OPD&comma; antar SKPD harus mendapat persetujuan DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya tanya ke teman-teman DPRD&comma; ada persetujuan tidak&comma; jawab mereka&comma; katanya tidak ada persetujuan&&num;8221&semi;&comma; pungkas Kadir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kadir pun menyatakan sesungguhnya kejahatan anggaran seperti yang dikatakan Bupati itu&comma; dilakukan oleh pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau dia berani saya tantang dia &lpar;Bupati&rpar; di Paripurna&period; Debat terbuka&&num;8221&semi;&comma; ucap Kadir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kadir menuturkan&comma; berdasarkan perintah BPK perlu diterapkan manajemen kas atau control cas demi mengatur keluar masuknya keuangan daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Berapa hari ini yang masuk dan keluar&period; Setiap hari bila perlu&period; Supaya tidak terjadi loss cash&&num;8221&semi;&comma; kata Kadir&period; &lpar;CR&sol;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version