Site icon savanaparadise.com

DPD GMNI NTT Desak Kapolda Segera Usut Aksi Premanisme Yang Menimpa Erik B. Hawula di Sumba Timur

Sekretaris DPD GMNI NTT, Yakobus Madya Sui (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong>&&num;8211&semi; Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;DPD GMNI NTT&rpar; mendesak Kepala Kepolisian Daerah &lpar;Kapolda&rpar; NTT segera mengusut tuntas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Desakan tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPD GMNI NTT&comma; Yakobus Madya Sui kepada media Savanaparadise&period;com di Ende&comma; pada Rabu &lpar;11&sol;05&sol;22&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Yakob &lpar;sapaan akrabnya&rpar;&comma; belakangan ini aksi premanisme marak terjadi di NTT sehingga telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan itu tidak boleh dibiarkan<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Oleh karena itu&comma; dirinya menyayangkan sikap lamban Polisi dalam menangani kasus pengancaman terhadap keselamatan manusia  dan merusak keharmonisan hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Polisi harus lebih cepat menangani persoalan semacam ini&period; Jangan lamban seperti kasus yang menimpa saudara Erik B&period; Hawula di Sumba Timur”&comma; tegas Yakob<&sol;p>&NewLine;<p>Yakob juga menjelaskan duduk persoalan sehingga terjadi aksi premanisme terhadap Erik B&period; Hawula yang merupakan kader GMNI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; pada akhir bulan April lalu terjadi peristiwa pemfitnahan&comma; penganiayaan&comma; pengeroyokan&comma; perampasan kemerdekaan terhadap salah satu Wakil ketua DPD GMNI NTT&comma; Erik B&period; Hawula  di Sumba Timur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; adapun kronologinya pada tanggal 28 April 2022 diduga sepeda motor salah satu anak kos hilang&period; Setelah tahu kejadian tersebut&comma; bung Erik &lpar;Erik B&period; Hawula&comma; red&rpar; sebagai penjaga kos membantu mencarikan speda motor yang hilang itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; pemilik kendaraan motor yang hilang itu meminta salah satu dukun untuk menerawang siapa sesungguhnya pelaku pencurian itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan hasil terawang sang dukung&comma; jelas Yakob&comma; maka disebutlah ciri-ciri pelakunya mirip seperti saudara Erik yang pada akhirnya pemilik kendaraan lalu mengundang beberapa kawan untuk menahan dan memaksa saudara Erik untuk mengakui perbuatannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi saudara Erik&comma; kata Yakob&comma; pemilik kendaraan beserta beberapa kawannya lalu mengancam pembunuhan&comma; mengainiaya&comma; dan mengeroyok  saudara Erik hingga babak belur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejauh ini&comma; urai Yakob&comma; kasus sudah dilaporkan ke Polsek Sumba Timur dan masih dalam pengejaran pelaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;DPD GMNI NTT akan melaporkan lagi kasus ini ke Polda NTT agar segera diusut secara lebih serius oleh pihak kepolisian&&num;8221&semi;&comma; tegas dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mahasiswa Hukum ini juga menegaskan agar tidak terjadi pembiaran kepada pelaku&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini menjadi tolak ukur bagi Kepolisian NTT khususnya di Polres Sumba Timur agar menunjukkan kemampuan dan profesioanlitas menangkap pelaku dan menangani persoalan hukum secara adil”&comma; tutup Yakobus&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong>Editor&colon; Yuven Abi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version