Site icon savanaparadise.com

Dewan Minta Pemerintah Atasi Bencana Kemanusiaan di NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Savanaparadise&comma; Kupang &&num;8211&semi; <&sol;strong>Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Provinsi Nusa Tenggara Timur&comma; Paulinus Yohanes Nuwa Veto meminta Pemprov NTT mengatasi bencana kemanusiaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Permintaan ini disampaikan Nuwa Veto menanggapi kasus kematian Pekerja Migran Indonesia &lpar;PMI&rpar; di luar negeri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data yang ia peroleh&comma; hingga Juli 2024&comma; NTT telah menerima 62 Pekerja Migran Indonesia &lpar;PMI&rpar; yang dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Menurut Anggota DPRD NTT&comma; Paulinus Yohanes Nuwa Veto kondisi ini merupakan bencana kemanusiaan yang harus segera ditindaklanjuti dan ditandatangani secara serius oleh pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; jumlah sekarang hampir setengah dari jumlah PMI yang dikirim pulang dalam keadaan tak bernyawa di tahun 2023 lalu sebanyak 159 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini sudah pertengahan tahun sudah di angka 62&period; Berarti hingga akhir Desember kita berdoa banyak supaya tidak terjadi lagi seperti di tahun 2023 lalu&comma;&&num;8221&semi; kata Nuwa Veto saat Rapat Paripurna bersama pemerintah pada Jumad 19 Juli 2024&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Nuwa Veto&comma; Pemprov NTT harus melakukan langkah-langkah luar biasa seperti mengevaluasi kembali kebijakan juga kelembagaan yang selama ini menangani masalah ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sudah ada kebijakan tetapi kalau kita melihat angka ini tidak bisa kita tekan&period; Karena itu harus ada langkah-langkah luar biasa&comma;&&num;8221&semi; tegas Nuwa Veto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Evaluasi kebijakan juga kelembagaan yang menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang &lpar;TPPO&rpar; dikarenakan dari 62 jenasah hanya 1 jenasah yang diberangkatkan secara prosedural&period; Sisanya adalah korban yang diberangkatkan secara non prosedural&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dari 62 hanya 1 yang prosedural&period; Itu berarti mereka ini korban TPPO&period; Karena itu kami minta evaluasi kebijakan dan juga kelembagaan&comma;&&num;8221&semi; tegas anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menanggapi pernyataan Nuwa Veto&comma; Penjabat Gubernur NTT&comma; Ayodhya Kalake&comma; mengatakan saat pemerintah telah merencanakan pertemuan secara komperhensif dengan seluruh stakeholder baik di dalam negeri maupun di luar negeri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pertengahan bulan ini akan ada pertemuan besar dengan melibatkan semua stakeholder termasuk aparat penegak hukum&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penanganan masalah TTPO di NTT butuh kerjasama antara pemerintah daerah karena pengiriman tenaga kerja non prosedural dilakukan dengan cara yang tidak biasa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; pengiriman tenaga kerja non prosedural saat ini tidak lagi menggunakan transportasi udara melainkan menggunakan transportasi darat dan Laut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kita tidak bisa mencegat mereka di Eltari karena tidak berangkat dengan transportasi pesawat terbang tetapi dengan moda transportasi darat atau laut&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Antisipasi yang dilakukan pemerintah adalah meminta pemerintah daerah memfasilitasi atau membekali para tenaga dengan kemampuan atau skill dengan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini menjadi evaluasi kinerja kita&period; Dan harus temukan solusinya saat pertemuan nanti&comma;&&num;8221&semi; tandasnya&period; <strong>&lpar;Liam&rpar;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version