Site icon savanaparadise.com

Dekranasda NTT Ajukan Tenun Ikat Sumba ke UNESCO, Julie Laiskodat Minta Dukungan Rakyat NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Salah satu kekayaan intelektual rakyat NTT&comma; kain tenun&comma; selalu menarik siapa saja&period; Dari sekian banyak motif&comma; tenun ikat Sumba punya banyak varian dan telah mendapat perhatiaan dunia&period; Karena itu&comma; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah &lpar;Dekranasda&rpar; NTT&comma; Julie Sutrisno Laiskodat&comma; kembali memperjuangkan kain tenun Sumba ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perjuangan Kain Tenun Ikat Sumba ke UNESCO sebelumnya pernah diajukan pada tahun 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan&period; Namun perjuangan itu tidak membuahkan hasil&period; Untuk diketahui&comma; UNESCO merupakan Organisasi Pendidikan&comma; Keilmuan&comma; dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kini perjuangan ke UNESCO untuk menjadikan tenun ikat asal Sumba dimulai lagi oleh Politisi Nasdem itu&period; Namun kali ini Ketua Penggerak PKK NTT ini mengatakan&comma; tenun ikat Sumba bergabung bersama tenunan seluruh Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Waktu tahun lalu pada acara nasional di Dekranasda NTT bersama Ibu Wakil Presiden&comma; ada ide kita bersama Dekranasda NTT dan Dekranasda Nasional untuk membawa tenun NTT ke UNESCO&period; UNESCO itu setiap tahun tiap negara mengajukan 1 item dan yang terpilih cuma satu&period; Dalam pertemuan bersama orang-orang UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah kasih persyaratan dan sudah dilakukan survey&comma;&&num;8221&semi; kata Julie Laiskodat menjelaskan ihwal pengajuan tenun Ikat Sumba ke UNESCO&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; karena tenun ikat banyak sekali di NTT sehingga tenun ikat Sumba yang menjadi perwakilan dari NTT&period; Dan tenun ikat Sumba dalam pengajuannya ke UNESCO harus digabungkan dengan kain tenun se Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sehingga judulnya Kain Tenun Indonesia yang akan diajukan ke UNESCO untuk didaftarkan&period; Kan ada juga Tempe&comma; Reog Ponorogo&comma; Budaya Sehat Jamu&comma; Ulos&comma; Kain Tenun Sumba Timur dan Kolintang&comma;&&num;8221&semi; jelasnya kepada wartawan&comma; Jumat &lpar;25&sol;02&sol;2022&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia juga menjelaskan&comma; Tempe&comma; Reog Ponorogo dan Budaya sehat jamu sebagai nomasi tunggal&comma; Tenun Ikat Sumba Timur dan Ulos diusulkan sebagai Tenun Indonesia dan Kolintang diusulkan sebagai nominasi multinasional dengan negara lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Proses itu kata dia untuk Tenun ikat Sumba sudah selesai berproses di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI&period; Dia menjelaskan pada hari Jumad tanggal 18 Februari 2022 sudah diumukan hasil seleksi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia &lpar;Intangible Cultural Heritage of Indonesia&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi secara nasional kita sudah lolos&period; Nah nominasi inilah yang akan dimasukan ke UNESCO&period; Jika ada pertanyaan kenapa tenun ikat Sumba Timur itu karena variannya banyak dan sudah dikenal secara Internasional&period; Tahun 2013 pernah diajukan tapi tidak lolos namun kita ajukan lagi dan bergabung dengan sejumlah kain tenun dari seluruh Indonesia&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pengajuan tenun ikat Sumba ke UNESCO&comma; kata dia&comma; memiliki banyak dampak yang luar biasa&comma; yaitu melindungi kekayaan intelektual kain tenun yang dimiliki oleh daerah penghasil dari pemalsuan dan penggunaan tanpa ijin dari pihak-pihak yang tidak bertanggung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dampak lainnya&comma; sebut Istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ini&comma; akan mendorong pelestarian kebudayaan dan industri kreatif wilayah penghasil yang bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Juga memperkuat diplomasi perlindungan kekayaan intelektual di dunia internasional melalui world intellectual property organization dan trade intellectual property rights aggremet di WTO&period; Serta meningkatkan kebanggaan masyarakat penghasil tenun akan warisan kebudayaan&period; Hal itu akan meningkatkan apresiasi dari pemangku kepentingan&comma; masyarakat umum dan konsumen akan tenun ikat&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Minta Dukungan Masyarakat NTT<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Untuk itu&comma; Julie Sutrisno Laiskodat yang konsen menjaga kekayaaan intelektual milik dari masyarakat NTT ini&comma; menggelorakan dukungan itu melalui platform digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satunya adalah Twibbon&comma; sebagai media untuk promosi&comma; pamflet&comma; banner&comma; dukungan&comma; dan sebagainya&period; Twibbon merupakan bentuk frame atau border yang didesain dan diedit sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dan bagus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Julie juga terlihat getol mengajak masyarakat di berbagai aplikasi social media untuk mendukung kain tenun ikat Sumba sebagai warisan budaya ke UNESCO&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya minta dukungan seluruh masyarakat NTT untuk mendukung kain tenun ikat Sumba sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO&period; Ini link https&colon;&sol;&sol;twb&period;nz&sol;tenunikatsumbagoestounesco&period; Mohon dukungan dengan buka link diatas dan disebarkan&comma;&&num;8221&semi; kata Istri Gubernur NTT&comma; Viktor Bungtilu Laiskodat ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seperti dikutip dari Wikipedia&comma; Tenun Ikat Sumba merupakan jenis kain yang berasal dari Pulau Sumba&comma; Nusa Tenggara Timur&period; Jenis dan corak kain itu sudah lama terkenal karena unik berdasarkan bahan yang digunakan&comma; motif dan proses pembuatan yang memerlukan waktu relatif lama&comma; yakni 4 sampai 6 bulan untuk sehelai kain tenun berukuran lebar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pulau Sumba sendiri sangat indah dan terkenal di dunia sebagai salah satu pulau terindah&period; Tetapi tentang keindahan pulau itu merupakan penilain tahun 2000-an&comma; sedangkan daya pikat tenun ikat tradisional terkenal sejak berabad-abad yang lalu&comma; dan terus dijaga oleh para wanita Sumba&period; Mereka menangani seluruh proses tenun ikat mulai dari memilih motif&comma; mempersiapkan bahan-bahan &lpar;benang&comma; pewarna&rpar;&comma; proses penenunan sampai menghasilkan selembar kain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Satu lembar kain lebar memerlukan 42 langkah&period; Persiapan dan proses pembuatan yang sekian lama membuat harga kain tenun menjadi relatif mahal&period; Mahalnya harga kain tenun ikat Sumba dipengaruhi juga oleh jumlah orang yang bekerja&comma; yaitu satu helai tenun ikat Sumba biasa dikerjakan oleh 3 sampai 10 orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ada orang yang mencari bahan&comma; memintal benang&comma; mewarnai benang&comma; menenun&comma; dan juga membuat motif&period; Sehingga 42 proses penyelesaian satu helai kain tenun bukanlah angka mengada-ada&period; Pekerjaan dimulai dari proses lamihi&comma; yaitu proses memisahkan biji dari kapas hingga proses wari rumata atau proses penyelesaian&period; &lpar;Tim&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version