Site icon savanaparadise.com

Cipayung Plus di Ende Demo Damai di Kantor DPRD dan Bupati

Massa aksi pada saat menyerah pernyataan sikap kepada Ketua DPRD Ende dan Bupati Ende (Foto: Mateus Bheri/CR)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>ΦEnde&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus&comma; terdiri dari PMKRI&comma; GMNI&comma; IMM&comma;dan BEM Universitas Flores melakukan demo Damai di Kantor DPRD dan Bupati Ende pada&comma; Kamis&comma; &lpar;4&sol;9&sol;25&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam demo damai tersebut&comma; puluhan massa aksi&semi; ini berorasi di sepanjang jalan Eltari menuju Kantor DPRD dan Kantor Bupati dengan mengangkat isu nasional maupun isu daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun isu nasional yang di soroti adalah&comma; menghentikan sementara pemberian MBG&comma; Rancangan Undang-undang Perampasan Aset yang belum kunjung di sah kan&comma; keputusan atas RAPBN tahun 2026 senilai 99 triliun&comma; pencabutan SK kementrian ESDM tentang penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi&comma; pelarangan siaran langsung saat aksi demostrasi&comma; soal pendidikan gratis&comma; dan tunjangan gaji DPR&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sedangkan isu daerah yang diangkat adalah&comma;&semi; infrastruktur jalan&comma; masalah sampah&comma; kasus TPPO&comma; dan inisiatif pemerintah untuk menjadi pasar senggol sebagai tempat penjualan daging Babi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesampainya di Kantor DPRD Ende&comma; massa aksi disambut pimpinan dan anggota DPR&period;&period; Massa aksi kemudian berorasi dan membacakan tuntutan yang disampaikan koordinator aksi&comma; Ketua PMKRI Cabang Ende&comma; Marselinus Erlan Le&&num;8217&semi;u&comma; lalu menyerahkan pernyataan sikap tersebut kepada Ketua DPRD Ende&comma; Fransiskus Taso agar ditindaklanjuti tuntutan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua DPRD Ende Fery Taso dihadapan massa aksi mengharapakan DPRD Ende secara kelembagaan siap menerima kritikan dan evaluasi dari masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga mengajak massa aksi untuk memantau semua tuntutan yang disampaikan dan mengawalnya baik tuntutan yang ditujukan kepada anggota DPRD RI dan juga di internal DPRD Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami juga sangat mengharapkan kami siap dievaluasi&comma; kami siap dikritisi&period; Dalam perjalanan kedepan&comma; mari kita memantau semua hal-hal yang sudlah disampaikan tadi untuk kita bersama mengkawal&period; Baik untuk DPR RI dan di internal kita&period; Kami juga berterima kasih kepada saudara-saudara kita dari TNI Polri&comma; Pol PP&comma; dan kita semua yang telah menjaga keamanan ini dengan baik&&num;8221&semi;&comma; ujar Fery Taso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Massa aksi kemudian melanjutkan aksi ke kantor Bupati Ende&period; Sesampai di Kantor Bupati massa aksi disambut baik oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama jajarannya&period; Dihadapan Bupati dan Wakil Bupati massa aksi kemudian menyampaikan beberapa tuntutan termasuk meminta sikap Bupati Ende terkait persoalan Geothermal&period; Mereka juga mengkritisi pemerintah soal penyerapan anggaran tahun 2025 terendah kedua dari terakhir se-Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda sebelum menjawab tuntutan massa aksi mengaku gembira atas kehadiran massa aksi&period; Ia lalu menegaskan bahwa selama di kepemimpinan mereka berdua akan mengedepankan soal transparansi dan akuntabilitas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi semua kondisi yang ada di kabupaten Ende akan disampaikan ke publik&period; Kita tidak bicara omong kosong tapi kita bicara kondisi riil yang ada di Kabupaten Ende hari ini&period; Kalau kita bicara soal pembangunan kenapa Ende kabupaten tertua kalah dengan kabupaten Ngada dan Nagekeo&comma; itu karena politik anggaran kita dikuasi oligarki&&num;8221&semi;&comma; kata Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkaitan dengan rendahnya penyerapan anggaran&comma; Bupati menjelaskan saat ini pihaknya baru menerbitkan Peraturan Bupati &lpar;Perbub&rpar; hasil efisiensi untuk diterapkan<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi sebelum kita ada Perbub maka semua kegiatan paket kita itu dilakukan dengan manual&period; Nah yang tercatat itu hanya sedikit yang terinput ke sistem&period; Jadi memang tercatat bahwa Ende terendah&period; Khususnya seluruh paket pekerjaan di dinas PK dan Dinkes&period; Itu hampir 60 M&&num;8221&semi;&comma; jelas Bupati<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati memastikan penyerapan anggaran berjalan seperti apa yang sudah direncanakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya mengenai isu Geothermal&comma; Bupati mengatakan saat ini dirinya masih menunggu hasil kajian&period; &&num;8220&semi;Saya ada dua sisi bahwa Geothermal harus bisa bermanfaat bagi masyarakat&comma; bagi kita semua&&num;8221&semi;&comma;tambah Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati mengaku sumbangan dari perusahan sampai hari ini sayangnya belum&period;banyak membantu&period; Hal tersebut menurut Bupati nampak dari akses jalan yang masih buruk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya sudah minta Gubernur untuk evaluasi&period; Karena pemerintah pusat sudah menyerahkan kepada Gubernur untuk menangani perusahan proyek Geothermal yang ada di Flores&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dan saya sependapat dengan Bapak Uskup bahwa kalau ini lebih banyak masalahnya&comma; ya kenapa diteruskan&period; Kita tidak punya kewenangan cabut karena itu pemerintah pusat tapi kita sampaikan bahwa itu tidak bermanfaat buat kita&period; Posisi kita hanya sampai disitu&period; Kalau kita bilang tidak boleh&comma; itu kita tidak kewenangan&comma; itu kewenangan pemerintah pusat&&num;8221&semi;&comma; tandasnya &lpar;Mateus Bheri&sol;CR&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version