Site icon savanaparadise.com

Cabut Kebijakan ASN Berpakaian Tenun Adat, Fraksi Nasdem Nilai PJ Gubernur  NTT Ambiguitas

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Fraksi NasDem DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar; mengkritisi Penjabat Gubernur NTT&comma; Ayodhia Kalake terkait ambiguitas kebijakan mengenakan pakaian tenun adat bagi Aparatur Sipil Negara &lpar;ASN&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Juru Bicara Fraksi NasDem&comma; John Elpi Parera&comma; menyampaikan kekhawatiran mereka saat sidang paripurna pembacaan pendapatan akhir terhadap Rancangan APBD Provinsi NTT tahun 2024&comma; Selasa 14 November 2023&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Parera mengaku kebijakan Gubernur periode 2018 – 2023 yang mewajibkan ASN mengenakan pakaian tenun adat NTT pada hari tertentu tampak tidak jelas sejak kedatangan Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake sejak 5 September 2023 lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;ASN sebelumnya diharuskan mengenakan tenun dan adat NTT&period; Namun begitu hadirnya saudara Penjabat sejak 5 September 2023 sampai hari ini&comma; kebijakan ini tampak tidak jelas&comma;&&num;8221&semi; ujar John Parera&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menegaskan&comma; meski beredar kabar bahwa kebijakan ini dicabut&comma; Penjabat Gubernur membantah dan menyebut kebijakan itu tetap berlaku&period; Namun&comma; dalam praktiknya&comma; terlihat ketidakjelasan dan kurangnya kepedulian terhadap pelaksanaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Fakta berbicara lain&period; Ketika RDP DPRD dengan saudara Penjabat&comma; barusan&comma; juga diangkat&comma; tetap dengan jawaban yang sama&period; Tetapi tampak tidak jelas&period; De jure&comma; tidak dicabut&comma; tetapi de facto tidak dipeduli&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fraksi NasDem mendesak Penjabat Gubernur untuk memberikan kejelasan terkait kebijakan ini&period; Mereka menanyakan apakah kebijakan sebelumnya dianggap salah secara aturan sehingga tidak dilanjutkan&comma; atau kebijakan itu melukai hati dan harga diri perempuan penenun NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fraksi NasDem mengingatkan kebijakan sebelumnya merupakan terobosan progresif dan simbol komitmen untuk mendukung kemajuan perempuan penenun NTT serta melindungi warisan budaya lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karena terobosan ini dilakukan demi mengangkat harga diri perempuan penenun NTT yang hebat&comma; meneruskan karya intelektual yang diwariskan Leluhur NTT&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kebijakan itu&comma; kata dia&comma; merupakan bentuk nyata keberpihakan dan simbol komitmen untuk mendorong kemajuan sekaligus melindungi ratusan motif tenun NTT&comma; yang diperjuangkan mendapatkan hak paten&comma; selain dampak ekonomi riil yang dirasakan dan terus digeliatkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Perempuan penenun semua warga NTT pasti bangga ketika melihat Presiden Jokowi yang kerap kali mengenakan pakain tenun dan adat NTT&comma;&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; ketika acara Asean Summit yang diselenggarakan di Labuan Bajo&comma; Manggarai Barat&comma; NTT&comma; presiden negara-negara peserta yang hadir&comma; semuanya mengenakan Jas motif Tenun NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Akan tetapi&comma; saudara Penjabat dan Pemprov terkesan mengabaikan &OpenCurlyQuote;keringat’ dari perempuan-perempuan hebat ini&comma;&&num;8221&semi; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fraksi NasDem juga menyoroti ketidakkonsistenan dalam komunikasi resmi dan nonresmi yang menciptakan kebingungan di kalangan ASN dan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mereka menegaskan bahwa jika ada alasan lain untuk mengubah kebijakan tersebut&comma; sebaiknya diatur dengan jelas dalam regulasi resmi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fraksi NasDem menekankan pentingnya ketegasan untuk menghindari ambiguitas dalam kebijakan pakaian tenun dan adat bagi ASN di Provinsi NTT&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version