Site icon savanaparadise.com

Bupati Badeoda Sebut Ende Hari Ini Sedang Tidak Baik Baik Saja

Bupati Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati, Dominikus Minggu Mere sedang berdialog dengan rekan-rekan media di Ende (Foto:Chen Rasi/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bupati Kabupaten Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda sebut Ende hari ini sedang tidak baik-baik saja&period; Ungkapan itu Bupati lontarkan saat jumpa pers dengan sejumlah awak media di Ende di Rumah Jabatan Bupati&comma; Sabtu&comma; &lpar;29&sol;3&sol;25&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penyebutan Ende sedang tidak baik-baik saja oleh Bupati Badeoda bukan isapan jempol semata&period; Setelah mendengar penuturan Bupati&comma; banyak sekali persoalan yang disampaikan&comma; baik soal perjalanan dinas DPRD Ende pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dan juga soal kebocoran anggaran Pokir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengenai perjalanan dinas DPRD Ende&comma; menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Jakarta&comma; berdasarkan penuturan Bupati Badeoda&comma; DPRD Ende yang hadir pada acara pelantikan itu sebanyak 3 orang&period; Padahal yang datang ke Jakarta begitu banyak&period; Hal tersebutlah menurut pandangan Bupati&comma; anggaran yang dipergunakan itu tidak sesuai peruntukannya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Demikian pun dengan kebocoran dana Pokir&period; Bupati mengaku merasa kaget setelah mengetahui Pokir DPRD itu sebesar 35 M&period; Padahal sebagian anggota DPRD mengetahui kalau alokasi anggaran Pokir itu sebesar 25 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berarti&comma; hampir sekitar 10 M dari alokasi dana pokir itu diduga siluman&comma; tidak masuk dalam pembahasan Anggota DPRD Ende karena yang diketahui anggota DPRD Ende angkanya 25 M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita melihat kondisi Ende hari ini memang tidak baik-baik saja&period; Jadi kita butuh perubahan yang agak sedikit ekstrem&comma; baik itu menyangkut pengelolaan dari hulu sampai ke hilir&period; Dari perencanaan sampai eksekusi&&num;8221&semi;&comma; kata Bupati Badeoda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikesempatan tersebut&comma; Bupati Badeoda membeberkan sejumlah persoalan yang Ia temukan sendiri&comma; setelah dirinya mempelajari seluruh dokumen keuangan dan dokumen pembangunan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu persoalan yang paling disorot Bupati Badeoda adalah soal politik anggaran&period; Menurutnya&comma; politik anggaran yang dipraktekkan selama ini lebih berpihak pada kepentingan oligarki ketimbang kepentingan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Bupati Badeoda&comma; politik anggaran yang benar dan mesti dilakukan pemerintah adalah politik anggaran yang memfokuskan pada kepentingan masyarakat bukan oligarki&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau kita fokus pada pada ini&comma; saya yakin kita pasti berubah&&num;8221&semi;&comma; ungkap Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkaca pada kondisi tersebut&comma; Bupati menegaskan di kepemerintahannya untuk lima tahun kedepan akan dimulai dengan keterbukaan&period; Dengan adanya keterbukaan&comma; tambah Bupati&comma; seluruh proses&comma; mulai dari perencanaan hingga pada tahap eksekusi akan mempermudah pengawasan dan kontrol dari masyarakat maupun pers&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya memulai pemerintah ini dengan motto keterbukaan&period; Apapun kondisi yang terjadi&comma; apapun kondisi yang ada di Ende ini&comma; saya harus terbuka&period; Karena saya merasa selama ini tidak transparan&comma; ini tidak terbuka jadi saya mesti terbuka semuanya&&num;8221&semi;&comma; tegas Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati juga menyentil soal pengelolaan kas daerah yang dilakukan secara tidak benar sehingga mengakibatkan terjadinya loss cash&period; Karena itu&comma; Ia berharap agar kedepan harus dijaga betul kas daerah jangan sampai kosong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain berbicara soal loss cash&comma; Bupati juga berbicara tentang Pendapatan Asli Daerah yang beberapa tahun terakhir selalu turun&period; Karena itu&comma; Dia menganjurkan dalam proses pengusulan Pokir harus disesuaikan dengan kondisi pendapatan daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Misalnya Pokir&comma; kalau kondisi pendapatan daerah kita dalam kondisi rendah&period; Tidak boleh politik anggaran Pokir itu besar&&num;8221&semi;&comma; pungkas Bupati&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version