Site icon savanaparadise.com

BRI Himbau Masyarakat Tidak Mudah Terpancing Isu Uang Hilang di Sosial Media, Ini Fakta-Faktanya

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– PT&period; Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk menghimbau masyarakat agar tidak terpancing isu uang hilang dan bijaksana dalam menggunakan social media&period; Pada dua minggu terakhir&comma; muncul video atau konten sosial media &lpar;Instagram&comma; Tiktok&comma; Facebook&comma; dan X&rpar; yang berisi informasi uang hilang ditabungan dan ajakan ke masyarakat untuk menarik dananya di bank&period; Menanggapi hal tersebut&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjabarkan fakta-fakta yang dialami oleh BRI terkait beredarnya video-video uang hilang yang beredar di Masyarakat pada beberapa waktu terakhir&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period; <strong>Konten Diviralkan Melalui Social Media dan Beredar di WhatsApp&period;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Hendy menyebut bahwa konten dan informasi yang beredar mengenai uang hilang di BRI akhir-akhir ini viral di social media hingga beredar melalui whatsapp tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya&period; Konten tersebut dengan sengaja diviralkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan meresahkan Masyarakat&comma; karena Sebagian diantaranya berisi ajakan untuk menarik tabungannya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>2 <strong>Diviralkan dan Diramaikan Oleh Akun-Akun Bodong Hingga Buzzer&period;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Konten yang berisi tentang narasi menabung di bank tidak aman serta ajakan untuk menarik semua uang di BRI ini cukup meresahkan Masyarakat tersebut memiliki kemiripan&comma; salah satunya adalah diposting oleh akun-akun tidak kredibel&period; Salah satunya adalah akun Instagram &commat;kr1t1k&lowbar;p3d45 pada 3 Mei 2024 mengunggah sebuah video yang diambil dari video lama &lpar;tahun 2023&rpar; di portaljtv&period;com dengan narasi bahwa menabung di bank tidak aman karena adanya uang nasabah yang &OpenCurlyDoubleQuote;hilang”&period;<br &sol;>&NewLine;Sebelumnya pada bulan April juga sempat viral di social media tiktok &commat;rakyatdotnews&period;dan whatsapp mengenai kasus raibnya uang Rp400 juta nasabah di Makassar bernama Sigit Presetya pada tahun 2018&comma; yang ternyata uang tersebut diambil sendiri oleh nasabah dan diinvestasikan kepada pihak tidak resmi &lpar;bodong&rpar; kepada teman dekat Sigit yang merupakan eks pekerja BRI bernama Zul Ilman Amir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; akun sosial media &lpar;Instagram&comma; Tiktok&comma; Facebook&rpar; Rama News &lpar;&commat;ramanews&rpar; pada 23 April 2024 juga mengunggah sebuah video yang terklarifikasi hoax yang diambil dari akun TikTok widia&lowbar;pengamatpolitik dengan narasi bahwa adanya kejadian nasabah BRI yang kehilangan uang merupakan efek dari pemilu untuk serangan bansos&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; <strong>Dipenuhi Informasi Hoax dan Kejadian Lama &lpar;Kasus tahun 2023&comma; bahkan 2018&rpar;&period;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kejadian uang hilang yang diviralkan merupakan kejadian-kejadian lama dengan informasi yang tidak lengkap&period; Misalnya video yang diunggah akun Instagram kr1t1k&lowbar;p3d45 pada platform X merupakan kejadian lama &lpar;12 Juni 2023&rpar;&comma; dimana ketiga nasabah tersebut merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi tidak benar apabila dinarasikan menabung di bank tidak aman&comma; karena dalam kejadian tersebut nasabah menjadi korban pelaku kejahatan social engineering atau kejahatan penipuan perbankan&comma;” imbuh Hendy&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara informasi yang diviralkan kembali di sosial media tiktok &commat;rakyatdotnews terkait kasus investasi bodong Rp400 juta oleh nasabah bernama Sigit Presetya di BRI Makassar merupakan kejadian pada 29 Agustus 2018&period;<&sol;p>&NewLine;<p>4&period; <strong>BRI Ambil Langkah Hukum Karena Terdapat Ajakan Tarik Uang Dan Menimbulkan Keresahan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Atas beredarnya video dan konten-konten tersebut&comma; BRI sendiri mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita atau konten yang menyesatkan dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;BRI pun mengambil tindakan tegas dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak terkait&comma; karena konten berisi informasi yang menyesatkan&comma; merusak citra BRI dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat&comma;” ujar Hendy&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>5&period; Pengamat&colon; Menabung di Bank Aman&comma; Ajakan Tarik Uang Bisa Dipidana<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Soal ajakan menarik uang karena kabar banyaknya uang hilang&comma; Ekonom Segara Institute Piter Abdullah menilai tampak tidak masuk akal karena bank merupakan unit usaha di Indonesia yang paling ketat diawasi pemerintah&period; Pengawasan ketat bank ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada publik kepada sektor perbankan&period;<br &sol;>&NewLine;Piter menjelaskan dari awal berdiri ada banyak aturan yang harus dipatuhi bank&comma; belum lagi pengawasan ketat yang dilakukan berbagai instansi&period; Bahkan&comma; sampai bank terpaksa bangkrut pun aturan yang harus dipatuhi juga banyak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Lembaga perbankan itu paling diawasi&period; Sangat diregulasi&period; Satu-satunya usaha yang diawasi dari izin mau lahir sampai dia bangkrut itu diatur&period; Perusahaan mana yang seketat itu&quest; Hanya perbankan&comma;&&num;8221&semi; papar Piter&period;<br &sol;>&NewLine;Piter melanjutkan potensi penyebaran berita bohong alias hoax dari ajakan rush money di media sosial&period; Masyarakat juga harus waspada dan jangan termakan omongan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apalagi dengan alasan uang yang tiba-tiba hilang saat ditabung di bank&period; Bila tidak ada bukti dari pihak yang menyebarkan ajakan tersebut soal uang hilang di bank seharusnya yang menyebarkan ajakan itu bisa ditarik ke ranah hukum untuk dipidanakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Yang melakukan ajakan ini seharusnya bisa dipidana&period; Karena ajakan ini tidak berdasar dan cenderung menyampaikan satu yang disebut hoax tadi&comma; tadi disebutkan ada dana yang hilang&comma; ini kan harusnya dibuktikan&period; Kalau tidak ada buktinya harusnya yang bersangkutan mendapatkan hukuman&comma;&&num;8221&semi; tutur Piter&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version