Site icon savanaparadise.com

Bertemu Ratusan Mahasiswa GMKI, SPK Bicara Tentang Pemimpin dan Masa Depan NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma;<strong>Savanaparadise&period;com –<&sol;strong> Calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi &lpar;SPK&rpar; mengatakan&comma; ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin&period; Pertama&comma; seorang pemimpin harus mudah dipimpin&comma; kedua harus mudah diakses dan ketiga harus bisa membaca tulisan di punggung orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini disampaikan Calon Gubernur NTT&comma; Simon Petrus Kamlasi kepada ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia &lpar;GMKI&rpar; Cabang Kupang&comma; di sekertariat mereka&comma; Selasa &lpar;8&sol;10&sol;2024&rpar; malam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau mau menjadi seorang pemimpin itu dia harus memiliki tiga kriteria yakni Dia bisa dipimpin&period; Jangan sampai dia hanya mau memimpin lalu tidak mau dipimpin&period; Yang kedua dia harus bisa diakses&period; Jangan sampai dia sulit diakses oleh rakyat&period; Yang ketiga dia harus bisa membaca tulisan di punggu orang lain karena dia harus peka terhadap apa yang menjadi keinginan rakyat&comma;” ujar Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Membangun NTT kedepan&comma; kata Simon Petrus Kamlasi&comma; harus melibatkan semua komponen yang ada termasuk mahasiswa di dalamnya&period; Mahasiswa harus menjadi bagian yang tidak perpisahkan dalam menemukan ide-ide cemerlang dalam membangun NTT kedepan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mahasiswa yang tergabung dalam GMKI harus bisa memberi warna dalam derap pembangunan bangsa dan NTT pada khususnya&period; Karena itu jadilah teladan dalam berbagai hal&comma; minimal hindari menjadi masalah bagi pembangunan daerah&period; Belajarlan memutuskan sesuatu yang strategis dari hal kecil yang kalian kerjakan&comma;” ujar Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apa yang hendak dia lakukan ketika nanti jadi gubernur NTT&period; Dia ingin petani harus panen dua kali dalam setahun&period; Dia ingin masa produksi petani bertambah&period; Bagaimana petani bisa memperoleh penghasilan yang membuat hidupnya sejahtera lewat pertanian maupun peternakan&period; Itu semua bisa terwujud jika persoalan air bisa diselesaikan&period; Dia juga ingin agar di setiap 60 hektar lahan pertanian akan ada satu industri olahan untuk pakan ternak sehingga hasil pertanian dari masyarakat telah memiliki pasar tetap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pesoalan utama kita sebenarnya adalah air&period; Kita punya sumber air tapi itu ada di bawah lembah dan di bawah tanah&period; Bagaimana air itu sampai ke kebun masyarakat&comma; saya ahlinya&period; Kita kuasai teknologi itu&period; Kalau petani hanya menunggu musim hujan maka tahun depan saat saya sudah jadi gubernur&comma; kita mulai tanam dua kali&period; Musim panas kita tanam dengan sistem irigasi tetes&period; Nanti kita upayakan agar air hujan tidak semua masuk laut&period; Kita buat banyak embung untuk menahan air supaya tidak langsung masuk ke laut dan tidak banjir&period; Saya pikir&comma; ikan di laut juga tidak butuh air tawar&period; Kita bicara banyak tentang pertanian dengan peralatan yang meoderen tapi kalau tidak ada air maka kita tidak bisa menanam&period; Demikian juga&comma; kita bicara banyak tentang kesehatan&comma; kalau ibu dan anak saja masih sulit mengakses air bersih maka stunting akan tetap menghantui generasi masa depan&comma;” ujar Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia juga mengatakan&comma; NTT memiliki komoditi lokal yang bisa dikelola untuk meningkatkan pendapatan rakyat dan peningkatan PAD bagi daerah&period; Dia mengatakan ada empat komoditi lokal yang akan dikelola secara baik yakni Jeruk Keprok dari TTS&comma; Mangga Kelapa dari Alor&comma; Pisang Barangan dari Ende dan Alpukat dari Maumere dan TTS&period; Semua komoditi ini belum dikelola secara maksimal&comma; padahal memiliki potensi luar biasa bagi peningkatan ekonomi bagi NTT&period; Untuk itu sentuhan teknologi akan dilakukan sehingga komoditi lokal yang ada&comma; tidak terbuang sia-sia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita mau ada pabrik untuk kita buat minuman kaleng dari jeruk di TTS&period; Kita mau ada pabrik olahan untuk pisang barangan dari Ende&period; Apakah itu untuk menuman atau olahan lain yang punya nilai ekonomi tinggi&period; Demikian juga dengan mangga kelapa dari Alor&period; Coba bayangkan&comma; jika di masing-masing wilayah ada pabrik olahannya maka disitu terbuka lapangan kerja yang banyak untuk anak-anak kita&period; Mereka tidak perlu lagi harus pergi jadi TKW di luar negeri atau jadi pekerja di luar NTT&period; Kalau di setiap 60 hektar lahan pertanian ada industri olahan untuk kita bikin pakan ternak&period; Ada industri olahan untuk Jeruk Keprok&comma; Alpukat&comma; Mangga Kelapa&comma; Pisang barang dan lain-lain&comma; bisa dibayangkan efek dominonya luar biasa bagi peningkatan ekonomi NTT&period; Kita belum bicara tentang potensi kelautan kita&period; Kita akan bangun tambak garam yang bisa berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan garam nasional dan itu akan membuka peluang kerja bagi puluhan ribu orang&period; PAD kita juga tentu akan meningkat tajam&comma;” pungkas Simon Petrus Kamlasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua GMKI Cabang Kupang&comma; Florit Tae&comma; pada kesempatan tersebut memaparkan apa saja yang menjadi kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa&period; Ia menyoroti pentingnya kampus menyediakan fasilitas dan ruang yang memadai untuk pengembangan diri mahasiswa&period; Florit juga menekankan bahwa sebagian besar mahasiswa yang bergabung dalam GMKI Cabang Kupang berasal dari latar belakang ekonomi lemah dan wilayah pedesaan sehingga sangat membutuhkan perhatian pemimpin daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Mahasiswa memerlukan perhatian lebih dari pemimpin daerah agar mereka merasakan dukungan yang nyata untuk masa depan mereka&period; Karena itu kami menitipkan banyak harapan agar ketika bapak memimpin NTT ada kemudahan yang diperolah mahaiswa&period; Banyak hal yang ingin kami sampaikan tapi itu semua sudah kami isi dalam map ini dan ijinkan kami menyerahkannya kepada bapak&comma;” tutup Florit&period; &ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version